Jangan Buka Hati Dulu Pada Orang Baru, Jika 7 Hal Ini Masih Anda Miliki

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/08/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Siapa yang tidak menginginkan hubungan asmara yang langgeng dan bertahan sampai nanti? Hampir setiap orang tentunya. Namun sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan, Anda harus tanya ke diri Anda apakah sudah siap menjalaninya.

Ya, jangan sampai hubungan yang seharusnya berjalan mulus, malah terhambat karena Anda belum siap menerimanya di dalam hidup Anda. Lantas, bagaimana untuk mengetahui ketika Anda belum mampu untuk menjalin hubungan baru?

Tanda ketika Anda belum siap menjalin hubungan yang baru

1. Masih nyaman ‘sendiri’

meningkatkan rasa bahagia

Tidak ada yang mengenal diri kita, lebih baik dari kita sendiri. Maka itu, sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan, sebaiknya tanyakan lebih dulu pada diri Anda sudah siapkah bila nantinya Anda harus memprioritaskan hal lain dalam hidup? Atau membagi fokus dan perhatian Anda pada hal lain yang sebelumnya tidak ada?

Meyakinkan diri sendiri merupakan modal utama yang penting saat ingin membuka hati untuk orang lain. Nah, jika sebagian besar jawabannya ‘tidak’ dan Anda belum yakin sepenuhnya, jangan dipaksakan. Mungkin Anda masih lebih nyaman untuk menjalani hari-hari sendiri.

2. Ingin fokus di aspek lain dalam kehidupan

bahaya kerja lembur

Kegiatan harian setiap orang tidak selalu sama, begitu pula dengan prioritas hidupnya. Ada orang yang bisa fokus dalam pekerjaan, tapi tetap mementingkan jalinan hubungan dengan sang kekasih. Sebaliknya, ada juga orang yang terlalu fokus dengan pekerjaan dan kegiatan harian, sehingga membuatnya hampir tidak punya waktu untuk hal lain.

Jika Anda termasuk dalam tipe orang yang kedua, itu artinya Anda belum siap untuk menjalin hubungan. Bahkan sebagian besar orang dalam kelompok ini merasa belum perlu untuk memulai hubungan yang baru.

Bila Anda tetap memaksakan untuk membina suatu hubungan, yang ada nantinya tidak terjadi timbal balik dalam hubungan hanya karena Anda belum mampu untuk memprioritaskan pasangan.

3. Belum paham cara berkomunikasi dengan baik

bukan pasangan hidup yang tepat

Komunikasi yang baik bisa dibilang sebagai kunci utama dalam suatu hubungan. Meski penting, nyatanya masih banyak orang yang belum paham betul bagaimana caranya untuk berkomunikasi dengan baik. Akhirnya, akan timbul berbagai masalah yang menggoyahkan keharmonisan hubungan.

Dilansir dari laman Psychology Today, salah satu penyebab keretakan suatu hubungan yang sering terjadi  adalah karena pasangan tidak saling terbuka dan mengerti.

Sebenarnya, cekcok dan pertengkaran dengan pasangan itu hal biasa dan normal dalam suatu hubungan. Dengan catatan, Anda berdua bisa sama-sama mendengarkan dan tetap mau memahami satu sama lain.

Namun kalau yang terjadi justru sebaliknya, yakni Anda terlalu memikirkan ego sendiri, sulit untuk berkompromi, hingga tidak mau mendengarkan pasangan Anda, tidak ada salahnya untuk belajar agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Mudahnya, cobalah untuk mulai hal tersebut dari orang di sekeliling Anda.

4. Belum siap berkomitmen

pasangan berubah

Selain komunikasi, hubungan yang sehat dan harmonis juga membutuhkan komitmen dari kedua pasangan. Ingat, bukan hanya salah satu pihak saja. Saat Anda memutuskan untuk memulai hubungan baru, berarti Anda siap untuk berkomitmen dengan pasangan Anda.

Ikatan dan perjanjian yang Anda bangun selama membina hubungan, itulah komitmen. Artinya, Anda harus mampu menjaga semua janji yang telah Anda buat bersama.

5. Adanya tekanan untuk berkomitmen

penyebab depresi keturunan ibu anak orangtua remaja

Mungkin Anda sebenarnya tidak takut untuk berkomitmen, tapi orang-orang di lingkungan Anda yang memaksa untuk berkomitmen padahal Anda belum mau. Sebaiknya, jangan paksakan untuk menjalin hubungan yang bukan berasal dari hati Anda sendiri.

Apalagi jika sampai memulai suatu hubungan baru hanya karena desakan keluarga atau teman-teman dekat Anda. Yang ada, Anda justru akan merugikan diri sendiri dan tentunya pasangan Anda nantinya.

6. Belum yakin dengan calon pasangan

selingkuh hati

Banyak orang yang melakukan pendekatan sebelum memulai suatu hubungan baru. Tujuannya, tentu untuk menemukan kecocokan dengan calon pasangan Anda kelak. Namun, bagaimana jika belum merasa benar-benar yakin dengan si dia? Padahal dia sudah cukup sempurna untuk mendampingi kita.

Mudah saja, jangan terburu-buru memantapkan hati untuk melangkah ke dalam suatu hubungan. Cobalah beri waktu lagi untuk lebih mengenal calon pasangan Anda.

7. Masih memikirkan hubungan yang lalu

pantangan yang harus dihindari setelah putus cinta

Memang, move on bisa dikatakan sebagai salah satu masa tersulit usai mengakhiri hubungan. Itu mengapa, proses move on membutuhkan waktu yang tidak singkat karena Anda harus beradaptasi dengan rutinitas yang baru.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang melampiaskan patah hatinya dengan membuka hati pada orang baru. Padahal mungkin ia belum benar-benar move on dari masa lalunya. Hal ini pun berdampak pada hubungan selanjutnya yang tidak bisa bertahan lama.

Tidak ada salahnya untuk memulihkan kembali diri dan hati Anda usai patah hati, buka lembaran baru dengan belajar dari kesalahan yang terdahulu. Baru setelah Anda benar-benar siap, Anda bisa menjalin kembali hubungan yang lebih baik lagi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Selain kehidupan seks, penderita ADHD juga memiliki sejumlah tantangan dalam menjalani hubungan asmara mereka dan berasal dari gejala yang dialami.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Kanker payudara memberikan tantangan tersendiri dalam hubungan asmara. Namun, hubungan harmonis yang dimiliki pasien kanker payudara ternyata ada manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Flirting atau menggoda adalah bagian dari komunikasi, tetapi terkadang menjadi ambigu. Pahami apa saja alasan orang menggoda (flirting) ke orang lain, yuk!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhubungan seks setelah operasi caesar

Berhubungan Seks Setelah Operasi Caesar, Wajarkah Bila Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cepat jatuh cinta

Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 5 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 7 menit
jual mahal berhasil

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit