Berbagai Alat Kontrasepsi Pria yang Bisa Digunakan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/02/2020
Bagikan sekarang

Sebenarnya penggunaan alat kontrasepsi atau upaya pencegahan kehamilan, tidak hanya dibutuhkan oleh wanita saja. Meski begitu, pilihan alat kontrasepsi pria memang cenderung lebih sedikit dibandingkan wanita. Tahukah Anda apa saja alat kontrasepsi yang bisa digunakan oleh pria? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mengapa alat kontrasepsi pria dibutuhkan?

Pada dasarnya, untuk mencegah terjadinya kehamilan, alat kontrasepsi wanita tentu lebih efektif jika dibandingkan dengan alat kontrasepsi pria. Akan tetapi, bukan berarti alat kontrasepsi tidak penting. Pasalnya, alat kontrasepsi yang digunakan pria dapat membantu untuk menghindari terjadinya proses kehamilan.

Alat kontrasepsi yang digunakan oleh pria bermanfaat, khususnya saat pasangan wanita tidak bisa menggunakan atau mengonsumsi alat kontrasepsi sama sekali karena masalah kesehatan dan alasan lainnya. Oleh sebab itu, Anda mungkin ingin mempertimbangkan penggunaan alat kontrasepsi yang berguna bagi pria.

Berbagai pilihan alat kontrasepsi pria

Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai pilihan alat kontrasepsi untuk wanita. Namun, bagaimana pilihan alat kontrasepsi untuk pria?

Kondom

Salah satu pilihan alat kontrasepsi yang paling sering dan paling banyak ditemukan untuk pria adalah kondom. Alat kontrasepsi ini juga termasuk pilihan kontrasepsi yang paling mudah digunakan bagi pria. Ditambah lagi, kondom memiliki efektivitas hingga mencapai angka 98 % untuk mencegah kehamilan.

Namun, saat menggunakannya, Anda harus memastikan bahwa penggunaan kondom sudah Anda lakukan dengan baik. Pasalnya, jika Anda tidak memasang kondom dengan benar, kondom mungkin tidak akan bekerja secara efektif. Artinya, Anda mungkin saja mengalami kehamilan.

Untuk memastikan bahwa Anda telah menggunakan kondom dengan benar, Anda harus memilih jenis kondom yang baik. Sebagai contoh, pilih kondom yang menggunakan bahan polyurethane atau lateks yang disimpan di tempat yang kering dan jauh dari paparan sinar matahari. Usahakan untuk tidak mengantongi kondom di dalam dompet atau saku Anda saat bepergian, khususnya di tempat-tempat yang berisiko terkena panas.

Sementara itu, kondom yang terbuat dari bahan selain yang telah disebutkan mungkin tidak dapat melindungi Anda dari berbagai infeksi menular seksual yang mungkin Anda dapatkan dari pasangan Anda saat berhubungan seks.

Berikut adalah beberapa cara untuk menggunakan dan cara melepaskan kondom yang harus Anda perhatikan:
  • Pasangkan kondom mulai dari ujung penis, dan pastikan tidak ada sela-sela udara. Lalu beri sedikit ruang untuk wadah sperma Anda nanti.
  • Tarik kondom dan pastikan ia menutup bawah hingga pangkal penis
  • Setelah Anda selesai berhubungan intim, tarik ujung kondom sedikit agar sperma tidak berceceran. Baru tarik kondom Anda perlahan sampai terlepas.
  • Buang kondom yang telah digunakan

Kelebihan menggunakan kondom

Penggunaan kondom memiliki beberapa kelebihan dibanding penggunaan alat kontrasepsi lain yang bisa digunakan oleh pria. Beberapa di antaranya:

  • Tidak perlu digunakan setiap hari, hanya perlu digunakan saat hendak berhubungan intim.
  • Bisa dibeli di swalayan atau apotek dengan harga yang cukup terjangkau.
  • Efektivitas penggunaan mencapai 98 persen.
  • Bisa membantu melindungi Anda dari penularan infeksi menular seksual seperti klamidia dan herpes.

Kekurangan menggunakan kondom

Namun, ada juga kekurangan yang mungkin Anda rasakan jika menggunakan kondom, jika dibandingkan dengan alat kontrasepsi pria lainnya.

  • Anda dan pasangan mungkin tidak nyaman saat berhubungan intim, tidak senyaman jika tidak menggunakan kondom.
  • Jika Anda tidak memerhatikan tanggal kedaluwarsanya, Anda mungkin mengalami kehamilan.
  • Penggunaan kondom yang tidak tepat bisa mengakibatkan kehamilan.

Kontrasepsi gel

Alat kontrasepsi gel disebut juga dengan NES/T. Gel ini mengandung senyawa Nestorone, yaitu kombinasi dari hormon testosteron dan progestin (sintesis hormon progesteron).

Progestin berfungsi untuk menghambat produksi hormon testosteron pada pria, sehingga nantinya akan menurunkan jumlah sperma pria. Sementara hormon testosteron dalam gel berperan untuk menjaga gairah seks pria tetap normal, termasuk juga fungsi tubuh lainnya yang berkaitan dengan hormon testosteron.

Berbicara soal gel, Anda mungkin mengira bahwa gel ini dipakai dengan cara dioleskan ke penis seperti pelumas untuk berhubungan intim. Padahal, cara pakai alat kontrasepsi gel yang benar adalah mengoleskannya ke punggung dan bahu pria supaya bisa diserap oleh kulit.

Meskipun manfaatnya cukup menggiurkan dan cara pakainya cenderung praktis, sayangnya gel ini belum diproduksi secara massal. Alat kontrasepsi pria yang satu ini masih diteliti lebih lanjut oleh para ahli dari National Institutes of Health (NIH).

Anda mungkin masih bingung dan bertanya-tanya soal alat kontrasepsi pria yang satu ini. Apakah gel ini aman digunakan dan seberapa efektif manfaatnya untuk mencegah kehamilan?

Jumlah gel yang digunakan adalah sekitar 5 mililiter (mL), yaitu 2,5 mL untuk bahu bagian kanan dan 2,5 mL untuk bagian kiri. Setelah gel dioleskan, maka akan ada 6 miligram (mg) hormon testosteron dan 0,8 mg progestin yang terserap ke dalam tubuh. Jumlah sel sperma pria lama-kelamaan akan berkurang, sehingga risiko terjadinya pembuahan saat berhubungan seksual akan semakin kecil.

Kelebihan alat kontrasepsi gel

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari penggunaan alat kontrasepsi gel, misalnya:

  • Alat kontrasepsi ini tergolong mudah digunakan.
  • Karena tidak digunakan langsung pada penis, penggunaannya mungkin tidak akan mengganggu hubungan intim Anda dengan pasangan.

Kekurangan alat kontrasepsi gel sebagai alat kontrasepsi pria

Sementara itu, ada kekurangan dari penggunaan alat kontrasepsi gel, di antaranya:

  • Efektivitas dari alat kontrasepsi ini masih belum bisa dipastikan.
  • Masih belum diproduksi secara massal, sehingga Anda mungkin sedikit lebih sulit untuk membelinya.

Kontrasepsi oral

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE melakukan pengembangan pil KB khusus untuk pria dengan menggunakan senyawa kimia yang disebut EP055. Senyawa kimia ini diklaim mampu memperlambat laju sperma sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan sel telur.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menyuntikkan senyawa kimia EP055 pada monyet jantan dengan dosis rendah dan tinggi. Setelah enam jam menerima dosis yang lebih tinggi, kemampuan gerak sperma monyet tersebut ternyata turun hingga 20 persen. Bahkan dengan dosis yang rendah pun, kemampuan sperma juga berkurang meski efeknya tak seperti dosis tinggi.

Sederhananya, senyawa tersebut mematikan kemampuan sperma untuk berenang sehingga mengurangi kemungkinan terjadi pembuahan pada sel telur wanita. Setelah 18 hari menjalani perawatan, sperma monyet diketahui dapat bergerak normal. Ini artinya, senyawa EP055 tidak memiliki jangka panjang terhadap kesuburan monyet.

Meski baru diuji pada hewan, para peneliti percaya bahwa temuan ini bisa menjadi angin segar dan langkah awal yang bagus dalam pengembangan alat kontrasepsi pria non hormonal.

Kelebihan penggunaan kontrasepsi oral

Mengingat penggunaan kontrasepsi oral ini masih pada tahap penelitian, maka Anda masih harus menunggu sampai dapat dipastikan bahwa kontrasepsi oral untuk pria bisa digunakan. Akan tetapi, satu kelebihan alat kontrasepsi oral untuk pria ini adalah beberapa penelitian mengklaim tidak adanya efek samping dari penggunaannya.

Sebelumnya, sudah banyak peneliti yang berhasil menawarkan berbagai alat kontrasepsi pria, seperti implan bedah untuk mengurangi jumlah sperma. Namun, studi teranyar ini dianggap paling aman karena tidak menimbulkan dampak jangka panjang pada kesuburan pria. Sementara berdasarkan hasil studi dari penelitian sebelumnya diketahui mengakibatkan efek samping pada kesuburan pria.

Kekurangan penggunaan kontrasepsi oral

Peter Stahl, ahli urologi dari Columbia University Medical Center, mengatakan bahwa para peneliti telah berulang kali mencoba menurunkan kadar hormon yang berperan pada sistem reproduksi pria untuk mengurangi jumlah sperma, salah satunya testoteron.

Sayangnya, para pria dengan kadar testoteron rendah justru mengalami penurunan libido, depresi, dan perubahan jumlah sel darah merah. Selain itu, metode kontrasepsi hormon juga dinilai tidak bisa melindungi seseorang pria dari penularan penyakit seksual.

Vasektomi

Alat atau metode kontrasepsi yang biasanya dilakukan oleh pria adalah vasektomi. Berbeda dengan yang alat kontrasepsi lain, vasektomi merupakan sebuah prosedur operasi. Prosedur ini juga disebut dengan sterilisasi, pasalnya vasektomi bisa dibilang prosedur permanen. Artinya, kemungkinan besar Anda tidak akan memiliki keturunan jika melakukan prosedur ini.

Prosedur ini dilakukan dengan cara memotong dan menutup jalan sperma menuju testis. Menurut sebuah artikel yang dimuat oleh Planned Parenthood, vasektomi dianggap metode kontrasepsi yang efektif untuk pria jika dibandingkan dengan alat kontrasepsi lain. Setelah vasektomi, Anda mungkin membutuhkan waktu selama tiga bulan hingga air mani Anda tidak mengandung sperma lagi.

Kelebihan melakukan vasektomi

Dibandingkan beberapa alat kontrasepsi lain yang biasanya digunakan pria, vasektomi memiliki kelebihan, sebagai contoh:

  • Dibandingkan metode sterilisasi untuk wanita, vasektomi dianggap lebih mudah, murah, dan efektif.
  • Anda bisa pulang di hari yang sama setelah menjalani operasi vasektomi.
  • Meski telah vasektomi, ejakulasi dan seks tidak mengalami perubahan.
  • Bau dan warna air mani tidak akan berubah.

Kekurangan melakukan vasektomi

Sementara, ada kekurangan atau efek samping dari menjalani prosedur vasektomi, misalnya:

  • Sifatnya yang permanen. Jika Anda berubah pikiran dan mendadak ingin punya anak, Anda mungkin kesulitan bahkan tidak bisa sama sekali memiliki anak.
  • Anda masih harus menggunakan kondom jika tidak ingin mengalami penularan infeksi menular seksual dari pasangan Anda.
  • Menjalani prosedur vasektomi berpotensi memberiken efek samping seperti pembengkakan, pendarahan, infeksi, dan berbagai komplikasi lainnya

Metode kontrasepsi alami sebagai alternatif alat kontrasepsi pria

Selain alat kontrasepsi pria, Anda juga bisa melakukan metode alami untuk mencegah terjadinya kehamilan pada pasangan Anda jika melakukan hubungan seksual. Salah satunya adalah senggama terputus. Apa yang dimaksud dengan senggama terputus?

Senggama terputus adalah salah satu metode kontrasepsi yang sudah dilakukan sejak dulu. Metode ini dilakukan dengan cara menarik keluar penis dari vagina sebelum Anda berejakulasi. Akan tetapi, metode ini harus dilakukan dengan benar.

Artinya, Anda harus sesegera mungkin menarik penis keluar dari vagina setelah Anda sudah merasakan orgasme. Jangan sampai Anda terlambat melepasnya karena mungkin salah satu dari jutaan sel sperma berhasil berenang dan membuahi sel telur.

Kelebihan melakukan metode kontrasepsi alami

Berikut adalah kelebihan dari metode kontrasepsi alami yang mungkin Anda rasakan:

  • Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun.
  • Tidak akan menimbulkan efek samping sama sekali.
  • Tidak merusak sensasi berhubungan seksual dengan pasangan Anda.

Kekurangan melakukan metode kontrasepsi alami

Sementara itu, kekurangan dari metode ini di antaranya adalah:

  • Efektivitas dari metode ini masih tergolong kurang jika dibandingkan dengan berbagai alat kontrasepsi untuk pria lainnya.
  • Harus dilakukan dengan benar jika ingin berhasil membantu Anda mencegah kehamilan.
  • Tidak mencegah terjadinya penularan dari infeksi menular seksual seperti HIV, klamidia, dan berbagai penyakit kelamin lainnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Kontrasepsi Non Hormonal yang Bisa Anda Gunakan

Tidak hanya KB hormonal, ada berbagai pilihan KB non hormonal yang juga tak kalah efektif dalam mencegah kehamilan. Ketahui pilihannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Membandingkan Kecepatan Sperma saat Dikeluarkan di Dalam Tubuh dan Air

Siapa sangka kecepatan sperma ketika berhubungan seks dengan saat ejakulasi di luar tubuh ternyata berbeda. Simak faktanya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Belum Pernah Hamil, Amankah Bila Pakai KB Suntik?

KB suntik biasanya digunakan untuk menunda kehamilan pada wanita yang sudah pernah hamil. Mungkinkah bila KB suntik dipakai saat belum pernah hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Benarkah Pil KB Bisa Mengubah Bentuk Otak?

Akhir tahun ini, sebuah penelitian menyebutkan bahwa pil KB bisa mengubah bentuk otak. Benarkah demikian dan apa saja dampak yang mungkin muncul?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
penyebab pria tidak subur

6 Faktor yang Dapat Menjadi Penyebab Pria Tidak Subur

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
infertilitas pada pria akibat kanker prostat

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020
mencegah hamil setelah berhubungan

Mungkinkah Mencegah Hamil Setelah Berhubungan Seks?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12/03/2020