Meski Ditolak Itu Menyakitkan, Ini Triknya Agar Tetap Semangat dan Pede!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/02/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagaimanapun bentuknya, penolakan adalah hal yang menyakitkan. Tidak hanya penolakan dari tempat kerja atau universitas yang membuat seseorang kecewa, bahkan seseorang dapat merasakan penolakan hanya karena lelucon yang dibuat atau ajakan mainnya tidak direspon oleh temannya. Bagaimana mau tetap semangat dan percaya diri kalau sudah merasakan penolakan seperti ini?

Penolakan memang terasa sakit. Bahkan, studi Ethan Kross dan rekan-rekannya juga menyebutkan bahwa korteks somatosensori sekunder dan insula posterior dorsal, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab untuk menerima sinyal rasa sakit fisik, menjadi aktif saat Anda mengalami penolakan. Itu mengapa Anda akan merasakan sakit yang sama seperti sakit fisik saat Anda mengalami penolakan.

Namun, sekeras apa pun Anda mencoba untuk menghindari penolakan, akan selalu ada kemungkinan untuk mengalaminya. Jadi, daripada selalu menahan diri dan main aman, Anda lebih baik mencari tahu cara menghadapi penolakan dengan lapang dada. Karena semakin baik Anda menghadapi penolakan, semakin sedikit pula penolakan akan memengaruhi diri Anda.

Jadi, bagaimana Anda bisa membangun kemampuan untuk menghadapi penolakan? Berikut adalah beberapa cara untuk membantu Anda menghadapi penolakan:

1. Jujur pada diri sendiri

Saat menghadapi penolakan, Anda tidak perlu menutupi perasaan Anda yang sebenarnya. Jika Anda merasa sedih atau kecewa, katakan saja. Mengakui perasaan yang Anda rasakan dapat membantu Anda bergerak melampaui emosi yang menyakitkan.

Misalnya lamaran pekerjaan Anda ditolak, padahal Anda betul-betul menginginkan posisi yang ditawarkan perusahaan tersebut. Cobalah jujur pada diri sendiri, apa yang Anda rasakan saat ini? Jangan mengelabui diri sendiri dengan berkata, “Kalau aku tidak diterima, berarti perusahaan itu yang rugi!”, ketika di dalam hati Anda sebenarnya sungguh sakit hati.

2. Hindari menyalahkan diri sendiri

Hal yang umum terjadi saat menghadapi penolakan adalah menyalahkan diri sendiri, menganggap bahwa penolakan terjadi karena Anda memang tidak layak untuk mendapatkannya. Padahal, menyalahkan diri sendiri hanya akan memperburuk perasaan dan kondisi Anda. Karena itu, saat Anda menghadapi penolakan, hentikan menyalahkan diri Anda sendiri.

Ingatlah bahwa segala hal dalam hidup Anda itu ditentukan oleh berbagai macam faktor, ada yang bisa Anda kendalikan dan ada yang sama sekali di luar kendali Anda. Karena itu, agar tetap semangat, selalu camkan dalam pikiran bahwa kadang hal-hal bisa terjadi di luar rencana Anda.

3. Berpikir positif

Ketika Anda menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, akan mudah bagi Anda untuk terus terjebak dalam perasaan yang negatif, sehingga akan membuat Anda semakin sulit menghadapi penolakan.

Karena itu, tetap berpikir positif dan jangan membicarakan atau memikirkannya lagi. Pikiran positif akan membantu Anda memperbaiki perasaan dan memberikan harapan baru untuk mencoba lagi. Untuk melatih diri berpikir positif, tanamkan sugesti-sugesti yang membangun seperti, “Saat ini memang belum waktunya. Tapi lain kali aku pasti bisa!”.

4. Jadikan penolakan sebagai keuntungan

Meskipun tidak mudah, penolakan bisa menjadi ruang untuk Anda belajar dan membenahi diri. Jika Anda merasa ditolak karena kemampuan masih belum optimal, Anda bisa menggunakan waktu untuk mengasah kemampuan Anda atau apa pun yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas diri.

Ingat, setiap orang, sehebat apa pun dirinya, tentu masih punya ruang untuk berkembang dan memperbaiki diri. Mungkin tanpa mengalami penolakan, Anda jadi tidak punya kesempatan untuk mengembangkan diri.

Menghadapi penolakan memang tidak mudah. Namun, apa pun yang Anda hadapi dan rasakan, cobalah untuk menerima emosi yang Anda rasakan dan tetap berpikir positif. Tetaplah fokus pada apa yang Anda ingin capai dan lakukan. Hal ini akan mengembalikan harapan dan rasa percaya diri sehingga Anda tetap semangat untuk mencoba kesempatan baru berikutnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit