Manfaat Sentuhan yang Hangat Bagi Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update September 19, 2019
Bagikan sekarang

Meskipun sederhana, sentuhan bisa membuat seseorang merasa lebih dihargai atau didengarkan. Sentuhan bisa meningkatkan emosi yang positif terhadap lingkungan sekitar. Itulah mengapa, murid akan lebih berpartisipasi di dalam kelas saat guru menyentuh punggung atau lengan murid. Sentuhan sederhana lainnya seperti jabatan tangan atau pelukan juga bisa mempererat ikatan pertemanan seseorang. Sentuhan bisa menyampaikan jutaan rasa hanya dalam hitungan detik. Lebih jelasnya soal manfaat sentuhan manusia, simak ulasan berikut.

Sentuhan adalah kebutuhan dasar manusia

Gary Brown, seorang konselor keluarga dan pernikahan asal Amerika Serikat dalam situs resminya menyebutkan bahwa sentuhan adalah hal pertama yang dikenal oleh bayi, bahkan sebelum ia melihat dan berbicara. Sentuhan positif bahkan sangat penting untuk perkembangan bayi, termasuk untuk kesehatan fisik, emosional dan sosial.

Keajaiban dan manfaat sentuhan

1. Meningkatkan rasa kasih sayang

Saraf-saraf pada tubuh Anda sangat sensitif terhadap tekanan, kehangatan, atau pemicu lainnya, termasuk sentuhan. Hal tersebut memicu tubuh untuk melepaskan hormon oksitoksin, yang sering dikenal dengan “hormon cinta”. Lonjakan oksitosin bisa meningkatkan rasa kasih sayang, membangun kepercayaan antar pribadi, dan membuat Anda merasa lebih percaya dan dekat dengan orang lain.

2. Mengurangi stres

Memegang tangan atau memeluk juga bisa menyebabkan penurunan hormon stres kortisol, menenangkan perasaan, dan mengurangi respons stres Anda.

Studi terbaru di Inggris yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers of Psychology, menunjukkan bahwa sebuah area di otak, korteks frontal orbital yang berada tepat di atas mata Anda, menjadi sangat aktif ketika seseorang mendapatkan sentuhan.

Sentuhan pada kulit juga telah diketahui berhubungan dengan emosi yang menyenangkan dan juga telah terlihat memperbaiki gejala kecemasan dan gejala emosional lainnya pada orang dewasa dan bayi.

albinisme pada bayi

3. Sentuhan bisa menurunkan tekanan darah

Sebuah studi telah menemukan bahwa sentuhan merupakan salah satu pondasi penting dalam komunikasi, ikatan, dan kesehatan manusia. Termasuk kesehatan fisik, emosional dan sosial.

Menurut pengamatan para ahli, ketika seseorang menyentuh Anda, terdapat tekanan yang mendorong kulit Anda pada titik kontak. Di bawah kulit Anda terdapat reseptor (penerima) tekanan yang disebut dengan “Pacinian corpuscles”. Rangsangan berupa tekanan tersebut membuat pacinian corpuscles mengirim sinyal ke otak.

Sinyal sel tersebut langsung menuju kumpulan saraf penting yang ada di otak yang disebut nervus vagus. Dari sini, sinyal akan dikirimkan ke seluruh tubuh. Termasuk ke beberapa organ dalam, yaitu jantung. Nervus vagus inilah yang kemudian berperan dalam memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah. Hal ini membuat Anda jadi lebih rileks.

Studi lain yang dilakukan di University of North Carolina juga menyebutkan bahwa wanita yang menerima lebih banyak pelukan dari pasangannya memiliki tingkat detak jantung dan tekanan darah lebih rendah.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh (imun)

Pelukan bisa memperkuat sistem daya tahan tubuh seseorang. Pelukan atau tekanan sternum (tulang dada bagian tengah) bisa memicu merangsang kelenjar timus. Timus adalah sebuah kelenjar yang mengatur dan menyeimbangkan produksi sel darah putih tubuh.

Nah, sel darah putih sendiri berfungsi untuk menjaga sistem imun tetap kuat melawan penyakit dan organisme asing yang akan menyerang tubuh. Karena manfaat sentuhan ini, Anda pun tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Crab Mentality, Sindrom Psikologis yang Menghambat Orang Lain untuk Sukses

Crab mentality adalah sindrom yang menginginkan orang lain tidak mencapai kesuksesan yang lebih besar dari diri sendiri. Ini penjelasannya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi Mei 13, 2020

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 13, 2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan Mei 9, 2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 15, 2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020