Langkah Pertolongan Pertama Ketika Anda Dicakar Kucing

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

    Kucing memang binatang yang menggemaskan. Namun apabila tak hati-hati, Anda bisa saja dicakar olehnya. Jika sudah begini, Anda harus waspada. Pasalnya cakaran kucing dapat menularkan infeksi bakteri berbahaya yang menyebabkan penyakit tertentu pada Anda. Simak langkah-langkah pertolongan pertama apabila Anda dicakar kucing dalam artikel ini.

    Yang harus segera Anda lakukan setelah dicakar kucing

    Jika luka bekas cakaran hanya berupa sayatan kecil dan cenderung tidak dalam, maka biasanya hal tersebut tidak berbahaya dan Anda bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah. Berikut langkah-langkah yang harus segera Anda lakukan:

    • Bersihkan luka dengan air yang mengalir dan sabun. Biarkan air membasuh luka bekas gigitan selama beberapa menit untuk menghilangkan bakteri ataupun kotoran lainnya dari kuku kucing.
    • Tekan luka bekas cakaran kucing dengan perlahan dan hati-hati supaya memudahkan kotoran atau bakteri keluar dari dalam kulit.
    • Keringkan kulit Anda dengan menggunakan handuk halus.
    • Segera sterilkan luka dengan menggunakan alkohol atau cairan antiseptik. Anda mungkin akan merasakan sedikit rasa perih atau sakit. Tahan rasa nyeri tersebut karena biasanya hanya sementara dan akan segera hilang.
    • Oleskan krim antibiotik di area kulit yang dicakar kucing untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Anda dapat membeli krim antibiotik ini di apotek. Sebelum menggunakannya, perhatikan dengan saksama aturan pakai yang tertera pada kemasan.
    • Biarkan luka goresan terkena udara segar sehingga Anda tidak perlu membalut area tersebut. Namun, penting bagi Anda untuk memastikan agar luka tetap bersih.
    • Meski luka sayatan terbilang ringan, Anda tetap disarankan untuk segera mencari pertolongan medis apabila mencurigai kucing yang mencakar Anda terinfeksi rabies atau penyakit menular lainnya.

    Sementara jika luka cakaran berupa luka yang dalam hingga kulit Anda robek parah dan mengeluarkan banyak darah, segera basuh luka dengan air yang mengalir dan hentikan perdarahan dengan cara menekan luka tersebut menggunakan kain bersih dan kering.

    Setelah itu, segera bawa ke dokter untuk perawatan lebih lanjut. Anda mungkin membutuhkan beberapa jahitan dan obat antibiotik oral untuk mempercepat pemulihan.

    Penting untuk diperhatikan

    Anda harus segera mencari bantuan medis apabila Anda digigit kucing liar. Bahkan jika kucing tersebut tampak sehat dan tidak penyakitan. Sebab, kucing tersebut bisa saja membawa penyakit berbahaya tertentu tapi tidak menunjukkan gejala apa pun.

    Cara mencegah agar tidak dicakar kucing

    bartonellosis cat scratch disease adalah

    Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak dicakar kucing, di antaranya:

    • Hindari memperlakukan kucing dengan kasar. Apalagi pada kucing peliharaan Anda sendiri. Memperlakukan kucing secara kasar dapat menyebabkan mereka jadi lebih agresif.
    • Hindari bermain dengan kucing jika Anda merasa dalam kondisi kurang sehat.
    • Buatlah area khusus kucing di rumah Anda sehingga ia tidak bebas berkeliaran di dalam rumah.
    • Jika Anda sensitif terhadap cakaran kucing atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, Anda harus mempertimbangkan untuk mengadopsi kucing yang lebih tua sebagai hewan peliharaan daripada anak kucing. Pasalnya kebanyakan kucing lebih sering menggigit dan mencakar secara agresif pada usia 1 sampai 2 tahun.
    • Gigitan atau cakaran kucing berisiko menularkan penyakit berbahaya seperti rabies dan tetanus. Maka sebagai upaya pencegahan penularan penyakit berbahaya tersebut ada baiknya kucing Anda divaksin.
    • Pastikan kucing Anda selalu bersih dan terhindar dari kutu dengan rutin memandikannya dan membersihkan kandangnya.
    • Rutin potong kuku kucing Anda dengan menggunakan gunting kuku biasa. Memotong kuku kucing minimal seminggu sekali dapat mengurangi risiko Anda mendapatkan luka dalam saat digigit kucing.
    • Cuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah Anda bermain, membelai, atau menggendong kucing.
    • Jika Anda memiliki luka terbuka, jangan biarkan kucing menjilat luka tersebut.

    Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

    Was this article helpful for you ?
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Hati-hati, Ini Risiko Memelihara Hewan Selama Hamil

    Memiliki hewan peliharaan tentu menyenangkan. Namun, memelihara hewan selama hamil memiliki risiko penyakit yang perlu diwaspadai.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 5 April 2020 . Waktu baca 5 menit

    5 Penyakit dari Kucing yang Bisa Menular ke Anak Anda

    Bermain dengan kucing memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Namun, orangtua tetap perlu waspada karena anak juga bisa tertular penyakit dari kucing.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

    Kulit Anak Terinfeksi Setelah Dicakar Kucing; Apakah Akan Menular ke Anak Lain?

    Dicakar kucing tidak hanya menimbulkan lecet, tapi juga bisa berisiko menimbulkan infeksi pada anak. Lantas, bila si kecil terinfeksi, apakah akan menular?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 22 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

    Mengenal “Pet Therapy”, Mengobati Kanker dengan Bantuan Hewan Peliharaan

    Baru-baru ini, pet therapy atau terapi hewan peliharaan sedang diteliti lebih lanjut sebagai cara mengobati kanker yang berpotensi menguntungkan. Bagaimana cara kerjanya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker 26 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 11 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
    memilih hewan untuk anak

    Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 10 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
    hewan peliharaan mengatasi

    Punya Hewan Peliharaan ketika Karantina Selama Pandemi Atasi Rasa Sepi, Lho!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 24 April 2020 . Waktu baca 5 menit
    kucing tertular covid-19

    Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 9 April 2020 . Waktu baca 4 menit