home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cegah Bisa Menyebar, Ini Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular

Cegah Bisa Menyebar, Ini Pertolongan Pertama Saat Digigit Ular

Setiap tahunnya, tidak sedikit orang di dunia yang meninggal akibat gigitan ular berbisa. Gigitan ular berbisa adalah kondisi darurat medis karena dapat menyebabkan syok dan kematian. Penanganan yang cepat dan tepat dari gigitan ular dapat menurunkan angka kematian hingga lebih dari 90 persen. Ketahui langkah pertolongan pertama saat digigit ular dalam ulasan berikut ini.

Perbedaan ular berbisa dan yang tidak berbisa

Ular adalah salah satu binatang yang banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Salah satu mekanisme pertahanan ular saat merasa terancam adalah menggigit target sasaran.

Luka akibat gigitan ular bisa berasal dari ular berbisa atau yang tidak berbisa. Bisa ular mengandung racun yang mampu melumpuhkan tubuh.

Terdapat lebih dari 2000 spesies ular di dunia, tetapi hanya sekitar 200 spesies ular yang berbisa.

Untuk membedakan jenis ular berbisa atau tanpa bisa, Anda dapat memperhatikan tanda-tanda berikut ini:

Ciri-ciri ular tidak berbisa:

  • bentuk kepala segi empat panjang,
  • gigi taring kecil,
  • pupil mata bulat, dan
  • bekas gigitan berupa luka terbuka halus berbentuk lengkungan.

Sementara, ciri-ciri ular berbisa:

  • bentuk kepala segitiga,
  • dua gigi taring besar di rahang atas,
  • pupil mata hitam yang vertikal dan pipih tipis, dikelilingi bola mata berwarna kuning-hijau, dan
  • jenis luka gigitan berupa dua lubang gigitan taring, mirip tancapan atau tusukan benda tajam

Beberapa jenis ular berbisa yang dapat kita temukan di sekitar kita adalah ular sendok, ular welang, ular kobra, ular tanah, ular hijau, ular laut, dan ular pohon.

Gigitan jenis-jenis ular berbisa ini membutuhkan pertolongan pertama dan penanganan medis darurat segera.

Apa saja gejala dan tanda gigitan ular berbisa?

ular

Venom atau racun pada bisa ular dapat menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh yang tegigit.

Selanjutnya, bisa ular akan menyebar melalui kelenjar getah bening hingga menyebabkan gangguan sistemik yang menyerang berbagai bagian tubuh.

Gejala di tempat gigitan ular umumnya terjadi dalam 30 menit sampai 24 jam, berupa bengkak dan nyeri, dan timbul bercak kebiruan. Beberapa orang juga bisa mengalami reaksi alergi.

Gejala lain yang muncul setelah digigit ular berupa kelemahan otot, menggigil, berkeringat, mual, muntah, nyeri kepala, dan pandangan kabur.

Kerja racun dari bisa ular juga dapat menyebabkan dampak berbahaya di beberapa organ seperti:

Hematotoksik

Bisa bersifat racun bagi darah sehingga menyebabkan perdarahan di tempat gigitan, paru, jantung, otak, gusi, hingga saluran cerna.

Bukan hanya itu, Anda bisa mengalami kencing darah serta gangguan pembekuan darah setelah digigit ular yang memiliki bisa.

Kardiotoksik

Gejala yang timbul berupa penurunan tekanan darah, syok anafilaksis, dan henti jantung. Dampak digigit ular ini memerlukan penanganan medis dan pertolongan pertama sesegera mungkin.

Sindroma kompartemen

Sindrom yang mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan dalam otot.

Akibatnya, pembuluh darah dan saraf bisa terjepit, dan lama kelamaaan otot bisa kekurangan oksigen sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Neurotoksik

Bisa bisa menyerang saraf sehingga menyebabkan penderita merasa kelemahan otot tubuh, kekakuan, hingga kejang.

Apabila menyerang saraf pernapasan, gigitan ular dapat menyebabkan penderita sulit bernapas dan dapat menyebabkan kematian.

Pertolongan pertama digigit ular berbisa

Jika Anda digigit ular atau menemukan korban yang tergigit ular berbisa, segera cari pertolongan medis atau menghubungi nomor darurat.

Melansir dari Mayo Clinic, pertolongan pertama setelah digigit ular berbisa adalah dengan mencegah penyebaran bisa ular agar tidak meluas.

Selama menunggu bantuan medis tiba, Anda bisa melakukan pertolongan pertama sebagai cara mengatasi gigitan ular berbisa seperti berikut:

  • Beristirahat dan meminimalisasi gerakan untuk mengurangi penyebaran bisa.
  • Posisikan bagian tubuh yang tergigit ular lebih rendah dari posisi jantung.
  • Lepaskan aksesoris di sekitar bagian luka gigitan seperti jam tangan atau gelang agar tidak memperparah bengkak dan reaksi gigitan.
  • Longgarkan pakaian jika bagian gigitan mulai membengkak.
  • Bersihkan luka gigitan dengan air dan sabun.
  • Hindari membilas luka dengan alkohol.
  • Tutup bagian luka gigitan dengan kain atau perban kering yang bersih.

Selama melakukan pertolongan pertama setelah digigit ular, Anda atau korban diharapkan untuk tetap tenang dan bergerak seminimal mungkin.

Selain itu, usahakan untuk mengingat tempat kejadian, jenis, warna, serta ukuran ular.

Apa yang perlu dihindari saat digigit ular berbisa?

pertolongan pertama digigit ular

Menurut CDC, Anda juga harus menghindari kesalahan pertolongan pertama berikut ini dalam penanganan digigit ular:

  • Memanipulasi luka, baik dengan cara menyedot bisa ular dari tempat gigitan, atau menyayat kulit agar bisa keluar bersama darah. Ingat, bisa ular tidak menyebar melalui pembuluh darah.
  • Menggosok dengan zat kimia atau mengompres dengan air panas atau es pada luka gigitan.
  • Mengikat torniket (alan penahan aliran darah) pada luka gigitan. Sebaliknya, pemasangan torniket bisa diberikan di bawah 30 menit pertama apabila timbul gejala cepat dan tidak ada anti-bisa.
  • Menggunakan minuman alkohol atau kopi sebagai pereda nyeri.
  • Mencoba mengejar dan menangkap ular.

Dalam perawatan medis, korban gigitan ular akan mendapatkan antivenom guna menetralkan pengaruh racun di dalam tubuh.

Apabila ular yang menggigit Anda tidak berbisa, dokter akan memberikan terapi antibiotik dan serum anti tetanus.

Sekarang ini, Anda tidak hanya berisiko tergigit ular saat berada di hutan atau di alam bebas, tetapi ular juga bisa memasuki area perkebunan dan pemukiman.

Saat tergigit atau mengetahui ada korban yang digigit ular, segera lakukan pertolongan pertama dan hubungi bantuan medis darurat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Djunaedi, D. (2009). Penatalaksanaan gigitan ular berbisa dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V. Jakarta : Interna Publishing.

Mayo Clinic. (2021). First aid – Snakebites. Retrieved 16 March 2021, from http://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-snake-bites/basics/art-20056681

NHS.UK. (2021). Snake Bites : Treatment. Retrieved 16 March 2021, from http://www.nhs.uk/Conditions/Bites-snake/Pages/Treatment.aspx

CDC. (2021). Venomous Snakes – Symptoms & First Aid. Retrieved 16 March 2021, from https://www.cdc.gov/niosh/topics/snakes/symptoms.html

Health Direct. (2021). Snake bites. Retrieved 16 March 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/snake-bites

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Angga Maulana
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x