Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cat Scratch Disease

Cat Scratch Disease

Setelah terkena cakaran atau gigitan kucing, Anda mungkin hanya membiarkannya sampai sembuh sendiri. Luka cakaran memang bisa hilang dalam beberapa hari. Namun tahukah Anda, ternyata cakaran kucing juga bisa menimbulkan penyakit, salah satunya adalah cat scratch disease.

Definisi cat scratch disease

Cat scratch disease atau bartonellosis adalah penyakit yang muncul dari cakaran dan gigitan kucing yang telah terinfeksi bakteri Bartonella henselae.

Bartonella henselae merupakan salah satu bakteri yang paling umum menyerang kucing. Sekitar 40 persen kucing dan anak kucing diketahui terinfeksi bakteri ini. Biasanya bakteri ini paling banyak terdapat di bagian mulut atau cakar kucing.

Bakteri dapat menyebar ke kelenjar getah bening yang letaknya paling dekat dari luka cakar Anda. Kelenjar getah bening sendiri adalah kumpulan jaringan yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi.

Seberapa umumkah penyakit ini terjadi?

Cat scratch disease umumnya terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Sebanyak 80 persen dari jumlah kasus terjadi pada orang-orang berusia di bawah 21 tahun, kasus tertinggi biasanya terjadi pada anak berusia 3 hingga 12 tahun.

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada mereka yang memelihara kucing atau bersinggungan dengan kucing setiap hari. Tak perlu waswas, penyakit ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala cat scratch disease

Gejala biasanya baru muncul beberapa hari setelah terkena cakaran. Gejala diawali dengan timbulnya benjolan melepuh pada area yang dicakar atau digigit dan seringkali mengandung nanah.

Satu hingga tiga minggu kemudian, kelenjar getah bening yang paling dekat dengan benjolan akan mulai membengkak. Pembengkakan ini menandakan adanya peningkatan kadar sel darah putih (lymphocytes) guna melawan bakteri.

Tanda dan gejala khas lainnya dari cat scratch disease meliputi:

  • mual dan muntah,
  • sakit kepala,
  • demam,
  • nyeri otot atau sendi,
  • kelelahan,
  • kehilangan selera makan, dan
  • menurunnya berat badan.

Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kelenjar yang terinfeksi mungkin akan sembuh dengan sendirinya apabila infeksinya cukup ringan. Di bawah ini beberapa kondisi yang mengharuskan Anda pergi ke dokter terkait cat scratch disease.

  • Membengkaknya kelenjar getah bening tanpa sebab dan semakin parah dalam waktu 2 hingga 4 minggu.
  • Kulit di area pembengkakan jadi terasa keras dan tidak elastis saat disentuh.
  • Demam berkepanjangan, berkeringat ketika tidur, atau turun berat badan tiba-tiba.

Penyebab cat scratch disease

cat scratch

Penyebab dari infeksi ini adalah tipe bakteri yang disebut Bartonella henselae. Banyak kucing-kucing domestik memiliki infeksi tersebut tapi jarang memperlihatkan tanda-tanda bahwa mereka terinfeksi.

Kendati demikian, dalam kasus yang parah kucing bisa mengalami kesulitan bernapas dan terkena infeksi di mulut, mata, atau saluran kemih.

Biasanya, kucing dapat terinfeksi bakteri Bartonella henselae dari menggaruk atau menggigit kutu yang terinfeksi. Selain itu, berkelahi dengan kucing yang terinfeksi juga bisa menyebabkan penularan bakteri ini.

Kemudian, kucing yang terinfeksi menularkan bakteri ini ke manusia dengan menjilat luka terbuka atau lewat gigitan dan cakaran yang cukup keras hingga merusak permukaan kulit.

Faktor risiko penyakit cakar kucing

Anda akan lebih mudah terinfeksi dengan bakteri ini bila:

  • memelihara atau sering bermain dengan kucing, terutama anak kucing yang lebih lincah dan sering menggigit,
  • tidak segera membersihkan luka setelah terkena cakaran atau gigitan kucing,
  • membiarkan kucing menjilati luka terbuka yang Anda miliki, dan
  • tidak menjaga kebersihan kandang kucing atau lingkungan sekitar Anda secara keseluruhan.

Diagnosis dan pengobatan cat scratch disease

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Hal paling penting untuk dilakukan setelah tercakar atau tergigit adalah memberi pertolongan pertama pada luka, demi mencegah munculnya kemungkinan infeksi. Namun bila sudah terlanjur menunjukkan gejala, Anda mungkin memerlukan pemeriksaan dengan dokter.

Untuk mendiagnosis penyakit, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui gejala yang muncul dan menanyakan riwayat kontak dengan kucing.

Dokter juga mungkin akan melihat kelenjar getah bening yang membengkak yang berisi nanah dan mengering, melalui kulit di sekitar area luka cakaran. Terkadang, tes darah juga diperlukan guna mengetahui keberadaan bakteri.

Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan Anda. Biasanya orang-orang dengan imun yang lemak seperti ODHA atau memiliki penyakit tertentu mengalami infeksi yang lebih parah sehingga membutuhkan antibiotik.

Infeksi biasanya hilang dalam satu hingga dua minggu dengan pengobatan antibiotik, kecuali jika sistem imun tubuh tidak bekerja dengan baik. Pada kasus cat scratch disease ringan, umumnya Anda tidak memerlukan perawatan khusus.

Bila mengalami demam, dokter akan menyarankan Anda untuk beristirahat total hingga demam turun dan energi kembali. Anda tidak perlu melakukan diet khusus, namun konsumsi lebih banyak cairan saat demam biasanya membantu.

Untuk mengatasi luka, Anda bisa menggunakan kompresan panas atau mengonsumsi obat penghilang rasa sakit juga dapat membantu meredakan gejala-gejala.

Jika kelenjar yang membengkak terasa sangat kencang dan nyeri, dokter Anda dapat memasukkan jarum ke dalamnya dengan lembut untuk mengeluarkan cairan.

Perawatan di rumah yang dapat membantu pemulihan

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu masa pemulihan Anda.

  • Istirahat hingga demam turun dan energi kembali.
  • Konsumsi antibiotik hingga habis, apabila diresepkan oleh dokter.
  • Perhatikan luka cakaran dari kucing untuk tanda-tanda infeksi.
  • Jangan memegang hewan-hewan yang tidak dikenal.
  • Hindari bermain dengan kucing jika Anda merasa dalam kondisi kurang sehat.
  • Cuci tangan dengan sabun setiap kali Anda bermain, membelai, atau menggendong kucing.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Car-Scratch Disease. (2020). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 14 September 2021, from https://www.cdc.gov/healthypets/diseases/cat-scratch.html

Cat Scratch Disease. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved 14 September 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cat-scratch-disease

Cat Scratch Disease. (2016). MedlinePlus. Retrieved 14 September 2021, from https://medlineplus.gov/catscratchdisease.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 5 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x