Air Dingin vs Air Hangat, Mana yang Lebih Ampuh untuk Kompres Bengkak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cara paling tepat untuk mengobati bengkak, kapan pun dan bagaimana pun itu terjadi, adalah dengan mengompresnya agar cepat sembuh dan rasa sakitnya hilang. Tapi mana yang lebih baik untuk meredakan bengkak: kompres pakai air hangat atau air dingin. Memang, ada bedanya?

Kompres air hangat untuk mengobati bengkak yang sudah lama

Kompres air hangat biasanya digunakan untuk meredakan nyeri otot atau sendi yang sudah berlangsung lama atau kronik.

Suhu hangat dapat memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah dan suplai oksigen dapat lebih mudah mencapai bagian tubuh yang sakit. Hal ini membantu otot berelaksasi dan mengurangi nyeri. Suhu hangat juga akan mengurangi kekakuan dan meningkatkan rentang gerak bagian tubuh yang nyeri.

Suhu yang digunakan untuk mengompres harus diperhatikan agar tidak terlalu panas. Suhu yang disarankan untuk kompres hangat adalah sekitar 40-50 derajat celcius. Biasakan untuk tidak megompres lebih dari 20 menit, kecuali jika dokter menyarankan demikian.

Walau bisa digunakan untuk mengurangi nyeri, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa kompres air hangat tidak dianjurkan digunakan pada luka yang baru atau kurang dari 48 jam karena akan memperburuk kondisi luka akibat penumpukan cairan pada lokasi yang cedera dan meningkatkan nyeri. Kompres hangat juga tidak boleh digunakan pada luka terbuka dan luka yang masih terlihat bengkak.

Kompres air dingin untuk mengobati bengkak yang baru saja terjadi

Kompres air dingin biasa digunakan dalam 24 hingga 48 jam setelah terjadinya cedera dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya peradangan. Hal ini disebabkan karena suhu yang rendah dapat merangsang penyempitan darah dan memperlambat aliran darah pada lokasi cedera. Pada daerah yang cedera terjadi proses peradangan dan kerusakan pembuluh darah yang akan menyebabkan sel-sel darah keluar dari pembuluh darah dan menyebabkan kulit berwarna merah kebiruan.

Bungkus kompres terlebih dulu dengan handuk agar suhu dingin tidak menyentuh kulit secara langsung. Sebaiknya Anda tidak menempelkan kompres dingin lebih dari 20 menit. Angkat kompres setelah 20 menit, dan berikan jeda selama 10 menit sebelum kemudian mulai mengompres lagi.

Mana yang lebih baik untuk mengobati bengkak?

Sebenarnya ini tergantung dari bengkak yang dialami. Kompres air dingin lebih baik digunakan untuk luka memar atau bengkak akibat benturan yang baru terjadi. Pada bengkak akibat cedera sendi atau kaku sendi yang sudah berlangsung lama, kompres panas justru lebih baik. Perhatikan pula suhu kompres agar tidak terlalu panas dan justru malah mengakibatkan luka bakar. Hindari pemakaian kompres panas pada kulit yang telah mengalami luka akibat infeksi atau luka lainnya.

Selain itu sebaiknya pemakaian kompres panas maupun dingin dihindari pada orang-orang yang mengalami gangguan saraf perabaan (merasa baal dan tidak dapat membedakan panas atau dingin). Pada orang-orang ini, mereka tidak dapat merasakan apakah kompres terlalu dingin atau terlalu panas yang dapat membahayakan kulit dan struktur di sekitarnya.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Sengaja Kena Air Panas? Cepat Obati Lukanya dengan 4 Langkah Ini

Kulit melepuh karena tersiram air panas? Segera lakukan pertolongan pertama dengan cara mengobati luka akibat kena air panas berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Kenali Tanda dan Gejala Aktinomikosis, Infeksi Langka Penyebab Rahang Kaku

Aktinomikosis (actinomycosis) adalah infeksi bakteri langka yang dapat membahayakan tulang atau otak jika tidak ditangani dengan baik. Apa gejalanya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Abrasi Kornea

Abrasi kornea adalah kondisi saat kornea mata Anda tergores akibat benda asing. Penanganan yang tidak tepat bisa menyebabkan kerusakan permanen.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Waspada Papilledema, Pembengkakan Saraf Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Papilledema adalah pembengkakan saraf optik pada mata yang bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan secara tiba-tiba. Ini dia pencegahan dan penanganannya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kaki bengkak setelah melahirkan

10 Tips Mudah untuk Sembuhkan Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
penyebab kaki bengkak

Kaki Bengkak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit
cara menghilangkan bekas cupang

Jangan Biarkan Terlalu Lama, Begini 5 Cara Menghilangkan Bekas Cupang

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit