Kucing memang hewan yang menggemaskan. Namun, apabila tidak hati-hati, Anda bisa terluka akibat dicakar kucing dengan kukunya yang tajam. Lantas, apakah cakaran kucing berbahaya?
Kucing memang hewan yang menggemaskan. Namun, apabila tidak hati-hati, Anda bisa terluka akibat dicakar kucing dengan kukunya yang tajam. Lantas, apakah cakaran kucing berbahaya?

Meski luka dicakar kucing tidak seberapa, hindari untuk membiarkan luka begitu saja tanpa penanganan. Pasalnya, cakaran kucing dapat menularkan infeksi bakteri berbahaya yang menyebabkan penyakit cat scratch fever. Simak pertolongan pertama dicakar kucing di bawah ini.

Jika luka cakaran kucing hanya berupa luka gores dan cenderung tidak dalam, biasanya hal tersebut tidak berbahaya dan Anda bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah.
Berikut adalah cara mengobati luka terbuka akibat cakaran kucing.
Artikel terkait
Jika luka yang terjadi berupa luka yang dalam hingga mengeluarkan banyak darah, segera hentikan perdarahan dengan cara menekan luka tersebut menggunakan kain bersih dan kering.
Setelah itu, segera periksakan luka akibat dicakar kucing ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.
Anda mungkin membutuhkan beberapa jahitan pada luka dan obat antibiotik oral untuk mempercepat pemulihan.
Anda harus segera mencari bantuan medis apabila Anda dicakar kucing liar, terutama jika kucing menunjukkan tanda-tanda rabies.
Penyakit rabies bisa berakibat fatal, seperti menyebabkan kerusakan saraf.
Dengan penanganan medis melalui pemberian vaksin rabies atau suntikan imunoglobulin, Anda bisa mencegah infeksi virus rabies berkembang hingga menyebabkan dampak tersebut.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak dicakar kucing, di antaranya sebagai berikut.
Apabila Anda memiliki sistem kekebalan tubuh lemah atau gangguan pembekuan darah lainnya, Anda perlu berhati-hati dalam memelihara kucing.
Kondisi medis ini bisa memperlambat penyembuhan luka atau membuat luka mudah terinfeksi.
Untuk itu, pertimbangkanlah mengadopsi kucing yang lebih tua sebagai hewan peliharaan daripada anak kucing.
Pasalnya, kebanyakan kucing lebih sering menggigit dan mencakar secara agresif pada usia 1 sampai 2 tahun.
Meskipun ringan, Anda tetap perlu merawat luka akibat dicakar kucing, minimal bersihkanlah luka menggunakan air mengalir dan sabun.
Selama masa pemulihan luka, perhatikan kondisinya jika terdapat bengkak, berair, atau terasa sakit, bahkan sampai menimbulkan demam, segera periksakan ke dokter.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Cuts and Abrasions – Know When to Go to the ER. (n.d.). Retrieved 18 February 2025, from https://www.emergencyphysicians.org/article/know-when-to-go/cuts-and-abrasions
Clinical Guidance for Bartonella henselae. (n.d.). Retrieved 18 February 2025, from https://www.cdc.gov/bartonella/hcp/bartonella-henselae/index.html
About Bartonella henselae. (n.d.). Retrieved 18 February 2025, from https://www.cdc.gov/bartonella/about/about-bartonella-henselae.html
Cat Scratch Disease. (n.d.). Retrieved 18 February 2025, from https://health.hawaii.gov/docd/disease_listing/cat-scratch-disease/
Cuts and scrapes: First aid. (2024). Retrieved 18 February 2025, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-cuts/basics/art-20056711
Open Wound Basics. (n.d.). Retrieved 18 February 2025, from https://www.woundcarecenters.org/article/wound-basics/open-wound-basics
Versi Terbaru
27/02/2025
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Diperbarui oleh: Ihda Fadila
Ditinjau secara medis oleh
dr. Carla Pramudita Susanto
General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita