Pentingnya Vaksin Influenza untuk Lansia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Berbeda dengan pilek biasa, influenza adalah infeksi virus pada sistem pernapasan yang dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian. Risiko komplikasi bertambah begitu seseorang berusia 65 tahun. Maka dari itu, upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan vaksin influenza untuk lansia.

Mengapa perlu memberikan vaksin influenza untuk lansia?

Penyakit influenza umumnya bertahan dalam tubuh selama 1-2 minggu, dengan puncak gejala pada hari kedua atau ketiga. Orang-orang berusia produktif biasanya akan pulih dengan cepat, tapi tidak bagi lansia.

Lansia memiliki sistem kekebalan tubuh yang jauh lebih lemah dibandingkan orang-orang berusia lebih muda. Penyebabnya adalah karena fungsi sistem kekebalan tubuh kian menurun seiring bertambahnya usia.

Sistem kekebalan tubuh yang menurun membuat lansia lebih rentan terhadap komplikasi. Tanpa adanya vaksin influenza untuk lansia, penularan dan komplikasi berupa bronkitis, pneumonia, kegagalan organ tubuh, hingga kematian menjadi semakin tinggi.

“Pada lansia yang memiliki penyakit kronis, infeksi virus influenza bahkan bisa memperparah penyakit yang telah ada,” jelas Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita, SpA(K), PhD, ketika ditemui tim Hello Sehat di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (05/07).

Kondisi ini bahkan diperburuk oleh kurangnya kesadaran masyarakat. “Orang-orang di sekitar lansia sering menganggap remeh gejala yang timbul. Mereka menganggapnya sebagai flu biasa. Padahal, sekali tertular, semua orang bisa ikut sakit,” tambahnya.

Waktu pemberian vaksin influenza untuk lansia

vaksin suntik

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, pemberian vaksin influenza sebenarnya bahkan sudah perlu dilakukan sejak masih bayi, yaitu usia 6 bulan.

Vaksin juga perlu diberikan kepada wanita hamil, penderita penyakit kronis, petugas medis, serta lansia.

Secara global, lansia perlu mendapatkan vaksin sejak berusia 65 tahun. Namun, Indonesia menggunakan patokan usia lansia yang berbeda, yakni 60 tahun.

Vaksin influenza untuk lansia mulai diberikan pada usia tersebut dan diulang setiap tahunnya.

Pemberian vaksin setiap tahun bukan tanpa alasan. Virus influenza mampu mengubah dirinya dan susunan kode genetiknya. Itu sebabnya, vaksin yang Anda terima tahun ini tidak dapat mencegah penularan penyakit pada tahun-tahun berikutnya.

Meski demikian, pemberian vaksin bagi lansia tetap menjadi upaya pencegahan yang paling efektif. Pada sebuah penelitian tahun 2017, vaksinasi influenza terbukti sukses mengurangi angka kematian, perawatan ICU, dan lama rawat pasien.

Manfaat pemberian vaksin influenza untuk lansia

Pada kesempatan yang sama, ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia, Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger, turut mendukung pemberian vaksin bagi lansia.

“Vaksinasi tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga semua orang di sekitar Anda,” jelasnya.

Ia mendorong setiap orang yang tinggal berdampingan dengan lansia untuk melakukan vaksinasi influenza. Selain melindungi lansia dari penularan penyakit, vaksinasi juga memberikan manfaat bagi kehidupan lansia, seperti:

  • Mengurangi beban ekonomi akibat perawatan terkait influenza
  • Mencegah lansia menularkan penyakitnya pada orang lain
  • Mencegah berbagai penyakit parah yang muncul setelah terinfeksi
  • Menjaga kualitas hidup lansia sehingga bisa tetap aktif beraktivitas

Bagi Anda yang tinggal bersama lansia, mari, ajak para orangtua tersayang untuk melakukan vaksinasi. Tanpa butuh waktu lama maupun biaya mahal, pemberian vaksin influenza untuk lansia berarti besar untuk kesehatan mereka pada usia senja.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca