8 Sebab Darah Haid Anda Lebih Sedikit dari Biasanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/06/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pola menstruasi yang dialami masing-masing wanita tidaklah sama. Sebagian wanita mungkin akan mengalami siklus haid yang panjang, sementara yang lainnya relatif pendek. Begitu pula dengan volume darahnya, ada yang alirannya lancar dan banyak, tapi ada juga yang memiliki volume darah menstruasi sedikit.

Bagaimanapun karakteristik haid yang Anda alami, normalnya akan selalu sama atau tidak berubah setiap bulannya. Lantas, kalau tiba-tiba menstruasi terasa janggal karena volume darah tidak sebanyak biasanya, apa penyebabnya? Simak di bawah ini, ya.

Apa penyebab darah menstruasi sedikit?

Jangan sepelekan perubahan yang terjadi pada siklus haid Anda, termasuk aliran darah menstruasi yang tidak sebanyak biasanya (hypomenorrhea) bahkan hingga memperpendek hari menstruasi Anda.

Dijelaskan oleh dr. Lina Akopians, Ph.D., seorang spesialis endokrinologi reproduksi di Southern California Reproductive Center, bahwa periode menstruasi yang terasa lebih ringan karena volume darah yang keluar cenderung sedikit bisa disebabkan oleh masalah hormon atau struktural di organ tubuh Anda.

Berikut beberapa hal yang memicu darah menstruasi sedikit:

1. Efek stres

mengenal terapi EFT mengatasi stres

Banyak orang yang mengaitkan stres dengan perubahan pada siklus menstruasi. Nyatanya, stres dapat memicu hadirnya hormon kortisol yang kemudian menghambat kerja hormon dalam tubuh, salah satunya hormon estrogen yang berperan dalam siklus ovulasi.

Penurunan kadar estrogen inilah yang membuat volume menstruasi sedikit atau bahkan tertunda sementara. Setelah stres pergi, biasanya menstruasi bisa kembali normal.

2. Kelenjar tiroid terlalu aktif

kelenjar tiroid, obat kelenjar tiroid, kelenjar tiroid di leher, kelenjar getah bening, ciri-ciri kelenjar tiroid

Produksi hormon tiroid yang terlalu banyak (hipertiroid) bisa berdampak buruk bagi jantung, otot, dan tekanan darah. Di sisi lain, kondisi ini dapat memengaruhi kelancaran menstruasi Anda. Akibatnya, aliran darah haid jadi lebih sedikit dari biasanya.

3. PCOS

PCOS bisa hamil

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan reproduksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh wanita. Wanita dengan PCOS biasanya memiliki kadar hormon seks (estrogen dan progesteron) yang tidak seimbang, kelebihan hormon androgen (hormon seks pria), dan ada kista kecil di ovariumnya.

Semua kondisi ini yang memengaruhi proses ovulasi normal sehingga membuat aliran menstruasi tidak lancar dan kurang teratur. Gejalanya bisa meliputi darah menstruasi sedikit atau bahkan tidak menstruasi selama beberapa waktu.

4. Kehamilan

kencing berdarah saat hamil

Seharusnya wanita yang hamil tidak akan mengalami menstruasi. Namun, Anda mungkin saja mengalami bercak darah, yang sering dikira sebagai darah menstruasi dalam jumlah sedikit. Padahal ini bukanlah darah haid, melainkan tanda awal kehamilan yang disebut perdarahan implantasi.

Perdarahan implantasi adalah perdarahan yang terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel di lapisan dinding rahim selama 6-12 hari setelah pembuahan. Selain itu, bercak darah juga bisa mengindikasikan kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan.

5. Penggunaan alat kontrasepsi

minum pil kb saat puasa

Menurut dr. Alyssa Dweck, seorang spesialis kehamilan dan kandungan sekaligus penulis buku The Complete A to Z for Your V, menuturkan bahwa pemakaian alat kontrasepsi bisa mempersingkat hari menstruasi Anda karena volume darah haid yang dihasilkan relatif lebih sedikit.

Baik yang berbentuk pil minum ataupun KB spiral, alat kontrasepsi berisiko mengganggu kestabilan hormon dalam tubuh. Beberapa wanita bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali. Jika Anda merasa terganggu, segera konsultasi ke dokter.

Dokter mungkin menganjurkan kontrasepsi non-hormom misalnya kondom atau IUD berlapis tembaga. Pastikan Anda bertanya lebih dulu dengan dokter atau bidan untuk saran terbaik bagi kondisi kesehatan Anda.

6. Sedang masa menyusui

saat menyusui

Faktanya, menyusui bisa membuat masa ovulasi jadi tidak normal yang berimbas pada volume darah menstruasi sedikit, atau bahkan menunda menstruasi sementara. Bila Anda menyusui dengan ASI eksklusif, maka menstruasi pertama baru akan terjadi 6 bulan setelah melahirkan. Sementara bila tidak menyusui, maka menstruasi bisa datang lebih cepat dalam 6-8 minggu setelah melahirkan.

Pasalnya selama menyusui, tubuh akan memproduksi hormon prolaktin, alfa-laktalbumin, dan sintesis laktosa, yang dapat menekan hormon reproduksi pemicu ovulasi. Siklus normal baru akan kembali setelah masa menyusui selesai.

7. Penuaan

sudah menopause bisa hamil lagi

Faktor pertambahan usia merupakan alasan lain mengapa aliran darah menstruasi semakin sedikit, terutama bila Anda telah memasuki masa pramenopause. Pramenopause adalah masa transisi sebelum menopause, yang membuat tubuh Anda mengalami perubahan hormonal secara perlahan.

Biasanya terjadi di usia 40-50 tahun dan memakan waktu hingga sekitar 4-6 tahun sebelum akhirnya Anda benar-benar mengalami menopause. Jangan khawatir bila Anda tiba-tiba mengalami volume darah menstrusi yang tidak sebanyak biasanya atau bahkan sempat tidak mengalami menstruasi, ini masih normal. Anda bisa berkonsultasi pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

8. Konsumsi obat-obatan

obat cilazapril adalah

Tidak hanya alat kontrasepsi, minum obat-obatan juga bisa memengaruhi menstruasi Anda karena memiliki kandungan bahan kimia di dalamnya. Contohnya NSAID (Advil, Naprosyn, Ibuprofen, dll), antidepresan, serta steroid.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Fase Dalam Siklus Menstruasi yang Harus Wanita Kenali Tiap Bulan

Sebelum akhirnya menstruasi, ada banyak fase yang harus dilewati tubuh tiap bulan. Mengetahui tahapan siklus menstruasi akan sangat berguna untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14/08/2019 . Waktu baca 7 menit

Manfaat Olahraga Saat Haid Sekaligus Tips Menjalaninya dengan Nyaman

Haid kadang membuat beberapa wanita jadi malas sehingga melewatkan olahraga yang biasanya dilakukan. Padahal olahraga saat haid justru banyak manfaatnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 21/07/2019 . Waktu baca 6 menit

Panduan Cara Memakai dan Melepas Menstrual Cup

Tertarik menggunakan menstrual cup tapi masih takut? Jangan takut, memakai dan melepas menstrual cup dengan cara yang benar tidak seseram bayangan Anda kok.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 07/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Haid Tidak Teratur

Haid tidak teratur adalah kondisi yang cukup umum, tapi bisa juga disebabkan oleh penyakit. Cari tahu penyebab dan perawatan haid tidak lancar di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 28/06/2019 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab migrain saat haid

Apa Saja Penyebab dan Cara Mengatasi Migrain Saat Haid?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020 . Waktu baca 6 menit
menggunakan menstrual cup

Berapa Lama Masa Pakai Menstrual Cup?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Obat alami pelancar haid

Haid Tidak Teratur? Berikut Daftar Pelancar Haid Alami yang Patut Dicoba

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/01/2020 . Waktu baca 4 menit
haid setelah aborsi

Kapan Bisa Mulai Haid Lagi Setelah Aborsi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 07/09/2019 . Waktu baca 4 menit