Mengapa Infeksi Vagina Lebih Sering Terjadi Saat Menstruasi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tidak hanya emosi Anda yang jadi sensitif ketika sedang menstruasi. Vagina Anda pun juga mengalami hal yang sama. Ya. Anda akan lebih rentan mengalami infeksi vagina saat menstruasi. Hal inilah yang membuat Anda harus ekstra hati-hati untuk menjaga dan merawat kebersihan daerah kewanitaan selama menstruasi. 

Kenapa vagina lebih mudah mengalami infeksi saat menstruasi?

Infeksi vagina sangat umum. 3 dari empat wanita pernah mengalami kondisi ini selama hidupnya. Menurut Margie Profet dari University of California, Berkeley, vagina Anda sangat rentan mengalami infeksi karena bakteri saat sedang menstruasi. Mengapa bisa begitu?

Pada saat menstruasi terjadi aliran balik dua arah. Hal ini terjadi ketika sel darah dan jaringan yang harusnya terbuang ke vagina justru mengalir ke leher rahim dan tuba falopi. Akibatnya, kontaminasi bakteri semakin mudah, karena ada aliran dari atas ke bawah maupun sebaliknya saat menstruasi. Infeksi bakteri tidak hanya bisa terjadi pada area luar vagina, tetapi juga bisa masuk ke dalam, seperti leher rahim, hingga panggul.

Selain itu, infeksi vagina saat menstruasi juga bisa disebabkan karena area kewanitaan lebih lembap dari biasanya. Normalnya, tingkat keasaman pH vagina berkisar dari 3,8-4,5. Namun, kadar pH akan cenderung meningkat ketika wanita sedang dalam masa menstruasi. Nah, perubahan kadar pH inilah yang menyebabkan pertumbuhan jamur vagina meningkat selama masa menstruasi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan vagina saat menstruasi agar terhindar dari infeksi bakteri dan jamur di organ kewanitaan Anda.

Lantas, bagaimana mencegah infeksi vagina saat menstruasi?

Pada dasarnya, risiko infeksi vagina saat menstruasi dapat dikurangi dengan berbagai cara sederhana, seperti mengganti pembalut secara teratur setiap maksimal 4 jam sekali, membersihkan vagina dengan cara yang tepat, serta menjaga kelembapan vagina. Selain itu, berikan waktu ekstra ketika mandi untuk membersihkan daerah kewanitaan dari tumpukan darah dan cairan.

Lalu, bagaimana dengan pembersih vagina? Apakah Anda boleh menggunakan pembersih vagina saat menstruasi? Pembersih vagina mungkin sering dikaitkan dengan efek negatif, seperti bacterial vaginosis, penyakit radang panggul, ketidaksuburan, bahkan kanker serviks.

Sebenarnya berbagai kondisi tersebut disebabkan karena cairan pembersih yang digunakan justru menghilangkan flora normal yang ada di dalam vagina. Akibatnya, hal tersebut justru memicu pertumbuhan bakteri patogen. Nah, bakteri patogenik inilah yang kemudian dapat menyebabkan peradangan. 

Jika diperlukan, Anda bisa menggunakan pembersih vagina. Namun, pastikan Anda memilih pembersih vagina yang mengandung  povidone-iodine untuk mencegah infeksi vagina terutama saat sedang “red day”“. Pembersih kewanitaan yang mengandung povidone-iodine dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri jahat di dalam vagina karena fungsinya yang menyerupai antiseptik.

Selalu baca aturan pakai yang tertera pada kemasan produk sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan pembersih vagina dengan povidone-iodine. Jangan lupa, konsultasikan lebih dulu ke dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, sedang menyusui, memiliki alergi, atau sedang mengonsumsi obat tertentu sebelum menggunakan produk tersebut. 

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Dismenore

Dismenore adalah kondisi nyeri haid yang ditandai oleh kram perut saat menstruasi. Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Menstruasi 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Panduan Merawat Luka Jahitan Perineum dan Vagina Setelah Melahirkan

Perawatan luka perineum yang tepat tentu akan mempercepat proses penyembuhan. Sudahkah Anda tahu bagaimana cara merawat jahitan setelah melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Perawatan Ibu, Masa Nifas, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
setelah seks

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat pelancar haid

6 Obat Pelancar Haid untuk Anda yang Sering Telat Datang Bulan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
menopause

Menopause

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit