Darah Haid Keluar Sedikit, Apakah Haid Jadi Lebih Lama?

    Darah Haid Keluar Sedikit, Apakah Haid Jadi Lebih Lama?

    Rata-rata, wanita mengeluarkan sekitar 30 – 50 mL darah selama satu siklus haid normal dengan durasi berkisar 3 – 7 hari. Namun, beberapa wanita mengeluarkan darah haid lebih sedikit dengan durasi yang lama. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah darah haid sedikit dan lama berkaitan? Apakah haid sedikit itu penyebab haid lama pada beberapa wanita?

    Apa yang menyebabkan darah haid sedikit?

    Pada umumnya, darah haid yang sedikit bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Haid bisa berbeda setiap bulannya, baik dalam jumlah darah yang keluar maupun durasi haid itu sendiri.

    Beberapa wanita bahkan secara alamiah memproduksi lebih sedikit darah dari jumlah normal. Adapun penyebabnya bisa beragam, seperti berikut ini.

    • Usia di atas 30 – 40 tahun.
    • Berat badan bertambah atau berkurang.
    • Tubuh tidak melepaskan sel telur (anovulasi).
    • Kondisi medis tertentu, seperti sindrom ovarium polikistik (polycystic ovary syndrome/PCOS), kondisi terkait kelenjar tiroid, penyempitan leher rahim (cervical stenosis), penebalan dinding rahim, atau penyakit fibroid rahim.
    • Stres.

    Selain itu, kondisi yang melibatkan hormon juga dapat menyebabkan darah haid menjadi sedikit. Anda lebih mungkin mengalami kondisi ini jika sedang hamil.

    Kondisi ini termasuk efek dari penggunaan KB atau memiliki penyakit tertentu pada organ reproduksi sehingga mengganggu fungsi hormon yang berkaitan dengan menstruasi.

    Apakah darah haid yang sedikit akan menyebabkan durasi haid bertambah lama?

    darah haid coklat

    Belum diketahui secara pasti apakah darah haid yang sedikit berkaitan dan akan menyebabkan durasi haid bertambah lama.

    Pasalnya, darah haid yang sedikit dan durasi haid yang lebih lama memiliki kemungkinan penyebab yang menyertainya.

    Mengutip Cleveland Clinic, siklus menstruasi akan tetap dianggap normal meski terjadi lebih lama, yakni sekitar 5 – 7 hari dari periode terakhir.

    Namun, Anda perlu mewaspadai bila haid berlangsung lebih lama dari 2 minggu, tapi keluarnya sedikit-sedikit. Terlebih lagi, bila kondisi tersebut diikuti dengan gejala tertentu.

    Berikut adalah beberapa kondisi yang mungkin dapat menyebabkan durasi haid Anda bertambah lama.

    1. Anda sedang mengalami ovulasi

    Ini berarti bahwa ovarium (indung telur) sedang melepaskan sel telur. Ovulasi seharusnya terjadi sebelum perdarahan haid.

    Namun terkadang, hormon estrogen bekerja lebih awal, sehingga membuat Anda mengalami perdarahan lebih awal dengan durasi yang lama.

    2. Penggunaan KB

    KB berbentuk pil, suntik, implan, atau (spiral) yang mengandung hormon dapat memengaruhi sistem hormon Anda, sehingga mengubah durasi haid.

    Jenis KB tertentu mungkin tidak cocok dengan Anda dan menyebabkan durasi haid Anda bertambah lama.

    3. Sindrom ovarium polikistik (Polycystic ovary syndrome/PCOS)

    Selain menyebabkan darah haid sedikit, PCOS juga dapat menambah durasi haid menjadi lebih lama. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan sejumlah kista pada ovarium.

    Bila tidak ditangani, PCOS bisa menghambat pematangan sel telur dan mengganggu sistem hormon, sehingga turut menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur.

    4. Terdapat polip atau fibroid pada rahim

    polip serviks

    Polip rahim dan fibroid merupakan kondisi yang sering terjadi pada wanita. Keduanya dapat menyebabkan perubahan ruang pada rahim dan peningkatan aliran darah.

    Tubuh Anda mendeteksi sesuatu yang asing pada rahim dan berusaha mengeluarkannya. Akibatnya, Anda mengalami perdarahan lebih lama dari yang seharusnya.

    5. Endometriosis

    Terkadang, durasi haid yang lebih lama dapat dipicu oleh endometriosis. Kondisi ini terjadi ketika beberapa sel yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh di bagian lain dalam tubuh.

    Endometriosis juga diyakini dapat menyebabkan perdarahan hebat, siklus haid tidak teratur, menstruasi menjadi terasa menyakitkan, dan durasi haid yang lebih lama dari biasanya.

    Jika ditilik kembali, perubahan hormon pada tubuh memegang peran penting dalam banyaknya darah haid yang keluar serta durasi haid.

    Perubahan ini dapat menyebabkan darah haid sedikit, durasi haid bertambah lama, atau keduanya secara sekaligus.

    Namun, darah haid yang sedikit tidak serta-merta menjadikan durasinya bertambah lama.

    Kendati terdapat banyak kondisi medis yang menyebabkan perubahan hormon, Anda tak perlu panik jika mengalaminya.

    Yang terpenting adalah tetap mencermati berbagai perubahan pada tubuh saat menstruasi Anda dan segera berkonsultasi dengan dokter bila ketidakteraturan haid Anda terasa mengganggu.

    Hal ini juga bermanfaat sebagai deteksi awal kondisi medis lain yang lebih serius. Tanyakan langsung kepada dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Heavy periods. https://www.nhs.uk/conditions/heavy-periods/ Diakses pada 18 Februari 2019.

    What you should know about heavy menstrual periods with Dr. Cara King. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 10 August 2022, from https://my.clevelandclinic.org/podcasts/health-essentials/what-you-should-know-about-heavy-menstrual-periods-with-dr-cara-king

    Why is my period lasting so long? (2020, September 9). Cleveland Clinic. Retrieved 10 August 2022, from https://health.clevelandclinic.org/why-is-my-period-lasting-so-long/

    If your period lasts longer than a week for three or more cycles, call your Gyno. (2020, October 7). Women’s Health. Retrieved 10 August 2022, from https://www.womenshealthmag.com/health/a19992907/long-periods/

    Very heavy menstrual flow. (2017, October 4). The Centre for Menstrual Cycle and Ovulation Research. Retrieved 10 August 2022, from https://www.cemcor.ubc.ca/resources/very-heavy-menstrual-flow

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Oct 26
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto