Hipomenorea, Ketika Darah Haid yang Keluar Sedikit

Hipomenorea, Ketika Darah Haid yang Keluar Sedikit

Wajar jika Anda cemas saat tahu darah haid yang keluar bulan ini jauh lebih sedikit ketimbang biasanya atau dikenal dengan hipomenorea. Pasalnya, kondisi ini dapat menjadi pertanda masalah adanya masalah pada tubuh. Lantas, apa yang menyebabkan hipomenorea? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu hipomenorea?

Hipomenorea adalah sebuah kondisi ketika darah yang keluar saat menstruasi lebih sedikit daripada biasanya.

Kondisi ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena setiap wanita mungkin akan mengalami perubahan siklus hingga jumlah darah menstruasi yang keluar.

Apa saja gejala hipomenorea?

Gejala yang biasanya muncul pada wanita dengan hipomenorea adalah sebagai berikut.

  • Siklus haid datang lebih cepat.
  • Butuh pembalut yang lebih sedikit dibandingkan biasanya.
  • Pada hari pertama dan kedua, darah menstruasi tidak keluar sebanyak biasanya.
  • Perdarahan haidnya berupa bercak darah atau flek.

Terkadang hipomenorea juga terjadi akibat adanya masalah kesehatan tertentu.

Meski begitu, ada juga wanita yang tak memiliki gangguan kesehatan apa pun tapi darah haidnya sedikit. Kondisi ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh riwayat keluarga dan keturunan.

Apa penyebab darah menstruasi keluar lebih sedikit?

Tidak hanya dari riwayat keluarga, hipomenorea juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini.

1. Usia

tips berkomunikasi dengan anak remaja

Banyak atau sedikitnya darah yang keluar saat haid juga dapat dipengaruhi oleh usia Anda.

Pada saat Anda baru-baru mengalami menstruasi, contohnya saat remaja, biasanya aliran menstruasi cenderung lebih sedikit dibandingkan wanita berumur 30—40 tahun.

Nah, ketika Anda memasuki usia menopause, yang terjadi justru kebalikannya. Anda tidak mengalami hipomenorea, melainkan mendapati siklus menstruasi Anda menjadi tidak teratur.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kedua kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan hormon.

2. Efek samping kontrasepsi

Selain faktor umur, ternyata penggunaan pil KB juga mempengaruhi hipomenorea.

Mulai dari pil kontrasepsi, IUD, atau implan mengandung estrogen yang cukup rendah sehingga bisa mengurangi pertumbuhan endometrium.

Hal tersebut menyebabkan endometrium saat menstruasi menjadi lebih sedikit. Endometrium ini kemudian akan luruh menjadi darah haid. Itulah yang menjadi penyebab darah haid sedikit.

3. Berat badan

mengatasi anoreksia nervosa

Hipomenorea juga dapat terjadi disebabkan oleh angka timbangan Anda yang jauh dari batas wajar.

Berat dan lemak di badan dapat mempengaruhi menstruasi Anda karena hormon yang bekerja secara tidak normal.

Kurangnya berat badan yang disebabkan oleh anoreksia dan bulimia juga dapat memunculkan kondisi ini.

Dengan kata lain, kekurangan berat badan bisa membuat tubuh Anda berovulasi tidak secara teratur. Oleh karena itu, jagalah berat badan Anda agar kondisi ini tidak terjadi.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan yakni rutin berolahraga tetapi tidak berlebihan.

4. Hamil

Biasanya, menstruasi akan berhenti pada ibu hamil. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa bercak darah atau flek tetap terjadi.

Nah, jika darah menstruasi Anda keluarnya lebih sedikit dibandingkan biasanya, periksakan diri Anda untuk mengetahui apakah Anda hamil atau tidak.

Hal tersebut bisa menjadi pertanda awal dari kehamilan.

5. Polycystic ovary syndrome (PCOS)

Polycystic ovary syndrome adalah masalah umum yang terjadi di antara gadis remaja dan wanita muda. Mengutip Center of Womens Health, faktanya hampir 1 dari 10 wanita menderita PCOS.

Dalam hal ini, darah yang keluar sedikit saat menstruasi (hipomenorea) bisa disebabkan oleh PCOS karena adanya ketidakseimbangan hormon. Hormon wanita yang memproduksi banyak kista kecil pada indung telur.

Selain dapat menghasilkan hormon pria (androgen), penyakit ini juga mempengaruhi siklus dan perdarahan menstruasi Anda yang berujung pada hipomenorea.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala PCOS dan darah menstruasi Anda juga sedikit, segera periksakan ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.

6. Stres

cemas mempertajam ingatan

Jika Anda mengalami stres berkepanjangan, hal ini ternyata dapat berdampak pada menstruasi.

Otak Anda dapat mengubah hormon siklus haid, sehingga terkadang Anda tidak mengalami menstruasi atau justru darah yang keluar hanya sedikit.

Nah, apabila Anda sudah tidak stres, biasanya hipomenorea akan hilang dan siklus menstruasi kembali normal.

7. Tidak terjadi proses ovulasi

Terkadang, seseorang yang mengalami menstruasi tidak teratur disebabkan oleh tubuhnya yang tidak mengeluarkan sel telur.

Kondisi ini dikenal sebagai anovulasi dan dapat menyebabkan darah yang keluar saat menstruasi lebih sedikit atau tidak teratur.

Selain itu, beberapa orang yang memiliki insufisiensi ovarium primer sering kali akan mengalami hipomenorea.

Ini adalah kondisi saat ovarium Anda berhenti berfungsi dengan benar sebelum menopause.

Apa pengobatan hipomenorea?

Hipomenorea biasanya dapat diatasi dengan cara memperbaiki gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Jika kesuburan adalah masalah atau penyebab utama dari hipomenorea yang Anda derita, maka obat-obatan seperti terapi penggantian hormon mungkin akan diresepkan oleh dokter.

Bagi sebagian orang, obat ini dapat membantu membuat siklus menstruasi menjadi lebih teratur.

Namun, ada efek samping yang terkait dengan perawatan ini. Oleh karena itu, pastikan untuk bertanya kepada dokter atau apoteker Anda tentang risikonya.

Kapan saya harus ke dokter?

Ivermectin adalah obat

Walaupun hipomenorea tidak berbahaya, perdarahan menstruasi yang sedikit dan sering terjadi tentu dapat menjadi pertanda bahwa ada masalah dengan tubuh Anda.

Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini, segera konsultasikan ke dokter agar mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

  • Tidak menstruasi lebih dari 3 kali dan tidak hamil.
  • Siklus menstruasi tidak teratur.
  • Merasakan nyeri ketika haid berlangsung.

Nah, sekarang Anda sudah tahu bukan bahwa hipomenorea tidak berbahaya?

Akan tetapi, jika darah menstruasi Anda keluarnya tetap sedikit dalam beberapa waktu, Anda tetap harus mewaspadainya.

Oleh karena itu, silahkan datangi dan tanyakan kepada dokter Anda terkait kondisi ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Polycystic Ovary Syndrome https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcos/symptoms-causes/syc-20353439 accessed May 17, 2019.

Hypomenorrhea https://fertilitypedia.org/edu/symptoms/hypomenorrhea accessed May 17, 2019.

Clinical significance of organic hypomenorrhea. (n.d.). American Journal of Obstetrics & Gynecology. Retrieved 19 August 2022, from https://www.ajog.org/article/0002-9378(73)90936-8/fulltext

Hypomenorrhea in Adolescents and Youths: Normal Variant or Menstrual Disorder ? Revision of Literature and Personal Experience. Retrieved 19 August 2022, from https://doi.org/10.23750%2Fabm.v93i1.12804

Amenorrhea. (2021, December 1). Center for Young Women’s Health. Retrieved 19 August 2022, from https://youngwomenshealth.org/2013/06/12/amenorrhea/

What causes menstrual irregularities? (n.d.). https://www.nichd.nih.gov/. Retrieved 19 August 2022, from https://www.nichd.nih.gov/health/topics/menstruation/conditioninfo/causes

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui Sep 08
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita