Berbagai Jenis Obat Haid Berdasarkan Fungsinya Masing-masing

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Meski sudah banyak ditemukan obat haid di apotek dan warung, nyatanya masih banyak yang belum mengetahui kandungan dan fungsi apa yang ada di dalam obat tersebut. Nyeri saat menstruasi atau disebut juga dismenore adalah nyeri yang diakibatkan kontraksi otot rahim yang lebih intens akibat pelepasan prostaglandin. Prostaglandin adalah salah satu penghantar nyeri, dan sejenis hormon yang dilepaskan guna kontraksi untuk mengeluarkan darah saat menstruasi. Lalu apa saja kandungan dan fungsi obat haid yang banyak dijual di pasaran?

Jenis obat haid berdasarkan kandungannya

1. Obat analgesik

  • Paracetamol

Paracetamol adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengobati rasa sakit nyeri yang umum, mulai dari sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan nyeri lainnya pada rubuh. Paracetamol juga bisa digunakan untuk meredakan demam. Paracetamol memiliki dua fungsi utama sebagai antipiretik dan analgesik.

Sebagai analgesik, paracetamol berfungsi sebagai pereda rasa sakit atau nyeri dari ringan hingga sedang yang bekerja langsung di sistem saraf pusat. Pada saat nyeri, paracetamol akan bekerja dengan cara menghambat rasa sakit dari perkembangan hormon prostaglandin. Dengan begitu, rasa nyeri yang kita rasakan akan berkurang.

  • Ibuprofen

Fungsi ibuprofen pada obat menstruasi yang utama memang mengurangi rasa sakit pada tubuh. Selain itu, ibuprofen yang tergolong dalam jenis NSAID (non steroidal anti Inflammatory drugs) ini, bekerja dengan cara yang berbeda dengan obat analgesik lainnya, seperti paracetamol.

Ketika Anda merasakan sakit, nyeri, atau mengalami peradangan, maka tubuh akan secara alami menghasilkan zat kimiawi yang disebut dengan prostaglandin. Sementara, ibuprofen mempunyai kemampuan untuk menghentikan prostaglandin dihasilkan oleh tubuh, sehingga rasa nyeri pada saat menstruasi pun hilang.

  • Aspirin

Obat aspirin, atau dalam dunia farmasi disebut asam asetil salisilat, yaitu bentuk olahan senyawa salisin yang terdapat dalam banyak tumbuhan. Senyawa ini memiliki beberapa fungsi, sesuai dosisnya. Pada dasarnya, fungsi aspirin pada obat menstruasi bekerja menghambat enzim yang memproduksi dan mengatur kerja hormon prostaglandin.

Jadi, semua hal yang melibatkan prostaglandin dapat dicegah oleh aspirin. Untuk menggunakan aspirin dengan dosisnya sebagai obat anti nyeri pada menstruasi, Anda bisa mengonsumsi sebanyak 300-900 mg, yang diberikan setiap 4-6 jam. Dosis maksimumnya adalah 4 gram sehari

2. Obat diuretik

Garam pamabrom

Kandungan obat diuretik ini sering digunakan sebagai pengganti hilangnya cairan yang dapat menyeimbangkan tekanan darah. Diuretik adalah obat-obat yang meningkatkan angka produksi urin, dengan demikian akan mengeliminasi cairan yang berlebihan dari jaringan-jaringan tubuh. 

Reaksi alergi mungkin terjadi, termasuk pembengkakkan pada lidah, urin berwarna kuning emas, bibir atau wajah bengkak bahkan kemerahan dan  gatal-gatal pada kulit atau kesulitan bernapas. Konsultasi pada dokter Anda jika Anda melihat efek samping tersebut, terutama jika efek samping tidak hilang.

3. Obat antidepresan

Prozac

Prozac atau fluoxetine adalah salah satu contoh obat antidepresant yang digunakan untuk menghindari perubahan suasana mood atau hati menjelang menstruasi.  Obat ini umumnya diminum setiap hari. Tapi untuk beberapa wanita dengan PMS, penggunaan antidepresan mungkin bisa dikonsumsi pada dua minggu sebelum menstruasi dimulai.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca