3 Nutrisi Alami untuk Mencegah dan Mengatasi Stres

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Beban pekerjaan yang berat, kemacetan yang Anda hadapi saat berangkat dan pulang kantor, dan masalah kehidupan pribadi, besar kemungkinannya membuat Anda tertekan secara psikologis. Stres bisa menjadi sangat rentan untuk Anda. Jika Anda tidak bisa mengelola stres dengan baik, maka stres bisa memunculkan depresi.

Selain melakukan hal yang Anda sukai, atau pergi liburan untuk rehat sejenak dari kehidupan sibuk Anda. Ada beberapa nutrisi alami yang bisa Anda konsumsi untuk mencegah dan mengatasi stres sebelum Anda menelan antidepresan.

Mencegah dan mengatasi stres dengan mengonsumsi empat makanan ini

1. Probiotik

Jika Anda sering merasa stres ada baiknya mulai saat ini Anda melihat kandungan asupan yang Anda konsumsi. Karena ternyata ada juga kandungan makanan salah satunya probiotik yang bisa mengatasi stres yang Anda alami. Penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado, di Amerika, menemukan bahwa jumlah asupan probiotik dalam diet Anda bisa membuat bakteri baik dalam usus Anda seimbang, dan hal ini bisa membantu mengatasi stres.

Dibantu dengan kualitas tidur yang cukup, maka kesehatan Anda akan semakin terjaga. Mengapa menyeimbangkan bakteri di dalam usus Anda itu penting? Karena saat Anda stres, bakteri baik akan ‘terpangkas’. Penelitian ini telah diuji coba pada tikus, tikus yang memakan makanan yang mengandung probiotik, lebih bisa mengatasi rasa stresnya dibandingkan tikus yang tidak memakan probiotik.

2. Vitamin D dari sinar matahari

Berjemur di pagi hari membantu Anda mengatasi stres saat beraktivitas seharian. Jika Anda bertanya mengapa? Alasannya adalah karena sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang dapat membangkitkan suasana hati Anda. Profesor Mark Beecher dari Brigham Young University Amerika Serikat mengatakan, paparan sinar matahari telah dikaitkan dengan peningkatan hormon serotonin. Hormon ini dapat membantu merelaksasi otak yang berujung meningkatkan mood.

Penelitian ini berfokus pada populasi orang yang gemar berjemur di bawah terik sinar matahari. Saat studi berlangsung, para peneliti menganalisa beberapa aspek tekanan psikologis dari dampak sinar matahari.Hasilnya, orang-orang yang tampak rajin berjemur kesehatan mentalnya terjaga dengan baik. Mereka bisa mengatur emosinya ketika berhadapan dengan suatu hal yang menyulitkan.

3. Asam lemak omega 3

Asam lemak omega 3 banyak terkandung dalam minyak ikan. Omega 3 memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya untuk mengatasi stres, masalah kesehatan tulang, dan masalah kesehatan jantung. Omega 3 membantu seseorang mengatasi stres psikologis dengan menurunkan kadar kortisol.

Selain itu, dalam beberapa penelitian lainnya, omega 3 bermanfaat mencegah atau memperbaiki penyakit alzheimer, agresi, depresi, gangguan bipolar, kehilangan memori, dan kesulitan belajar. Satu penelitian yang didanai US National Institutes of Health menemukan adanya hubungan antara konsumsi omega 3 yang rendah dengan kejadian agresi, depresi, dan kemarahan.

Ada dua jenis asam lemak omega 3 yakni EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic) yang hanya ditemukan pada ikan dan organisme laut. Penelitian menunjukkan, dosis lebih rendah dari kedua jenis omega 3 tersebut erat kaitannya dengan kemarahan, depresi, dan agresi.

Asam lemak omega 3 terdapat dalam daun-daunan, beberapa minyak biji-bijian, termasuk minyak kacang kedelai, minyak biji rami, atau minyak ikan. Minyak ikan, terutama yang hidup dalam air-dalam-dingin seperti salmon, kaya akan EPA (eiscosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Keduanya merupakan asam lemak esensial yang berperan penting dalam menjaga fungsi otak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengatasi Patah Hati?

Mengatasi patah hati adalah hal yang kompleks. Ada harapan yang pupus dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stres? Apa Alasannya?

Banyak orang berpikir menjadi ibu rumah tangga itu enak dan mudah. Namun, ibu rumah tangga pun disebut rentan mengalami stres. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mengenal Neustress, Jenis Stres yang Mungkin Anda Alami Tanpa Sadar

Stres yang Anda alami dapat bersifat positif, negatif, atau netral. Stres yang netral tersebut adalah neustress. Apa yang terjadi saat neustress?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memilih vitamin untuk balita memang harus hati-hati. Kalau salah, bisa sebabkan alergi dan masalah lain. Berikut penjelasan seputar vitamin untuk balita.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
mengatasi stres karena phk

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
stres saat hamil selama pandemi covid-19

10 Tips Mencegah Ibu Hamil Stres Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
manfaat psikologis puasa

Berbagai Fungsi Vitamin D yang Bermanfaat Selama Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020