Minum Air Putih Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Demensia dan Alzheimer

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/12/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Air merupakan sumber kehidupan. Sekitar 60 persen tubuh manusia dewasa mengandung air. Oleh karena itu, air sangat berperan dalam kehidupan manusia dan setiap orang sangat disarankan untuk minum air dalam jumlah yang cukup setiap harinya. Nah, salah satu penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa minum air ternyata dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit demensia.

Apa itu demensia?

Demensia merupakan salah satu penyakit yang dapat memengaruhi kualitas hidup manusia, terutama pada orang lanjut usia (lansia). Penelitian mengungkapkan sebanyak 9,9 juta kasus baru demensia terjadi setiap tahun di seluruh belahan dunia.

Gejala demensia antara lain mudah lupa, sulit berpikir, sulit mengingat, sulit berkonsentrasi, susah berbicara atau menyusun kalimat, hingga adanya gangguan fungsi tubuh sehari-hari.

Litium, salah satu unsur penting pencegah demensia

Berdasarkan penelitian, litium merupakan salah satu unsur alami yang terbukti mampu mencegah penyakit demensia dan penyakit Alzheimer. Litium umumnya digunakan sebagai obat untuk depresi dan gangguan bipolar. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa litium memiliki efek positif bagi otak yang dapat mencegah penyakit demensia.

Litium diduga dapat meningkatkan daya ingat dan menurunkan aktivitas enzim-enzim yang berperan dalam perkembangan penyakit Alzheimer dan demensia.

Namun, kadar litium yang diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh manusia saat ini masih kontroversial. Bila kadar litium yang dikonsumsi melebihi batas normal, maka hal ini justru berbahaya dan bisa meningkatkan risiko terjadinya demensia. Menurut penelitian, kadar litium 5-10 μg/l (mikrogram per liter) bisa meningkatkan risiko terjadinya demensia dibanding kadar litium yang lebih rendah.

Kandungan litium dalam air minum

Litium merupakan salah satu unsur kimia alami yang mudah ditemukan di mana pun. Unsur ini tersebar dan dapat ditemukan pada air minum dan air keran. Namun, kadar litium pada air minum ini dapat berbeda-beda tergantung dari lokasi serta sumber air minumnya. Anda bisa memeriksa berapa banyak kadar litium dari air minum Anda dengan membawa sampel air keran di rumah untuk diperiksa di laboratorium dinas kesehatan terdekat.

Penambahan kadar litium dalam air minum bisa menjadi suatu langkah yang relatif murah dan efektif untuk menurunkan angka terjadinya demensia. Penelitian mengungkapkan bahwa pada daerah dengan air minum yang memiliki kadar litium lebih tinggi, risiko terjadinya demensia dapat ditekan hingga 17 persen.

Oleh karena itu, minum air secukupnya merupakan salah satu hal yang penting dilakukan untuk menjaga fungsi otak dan mencegah penyakit Alzheimer atau demensia. Selain itu, masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko demensia. Misalnya yaitu dengan menjalani pola hidup sehat, menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang, berolahraga teratur, berhenti merokok, membatasi minuman keras, serta mengendalikan tekanan darah atau kadar gula darah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengusir biang keringat

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit
kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit