5 Cara Mengatasi Kurang Gizi Pada Lansia yang Tidak Nafsu Makan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia, kita akan mengalami penurunan nafsu makan. Namun jika kebutuhan nutrisinya tidak dijaga, lansia berisiko mengalami kurang gizi yang membahayakan kesehatannya. Lantas, adakah cara mengatasi kurang gizi pada lansia? Simak informasinya berikut ini, yuk.

Cara ampuh mengatasi kurang gizi pada lansia yang susah makan

Meskipun porsi makan para lansia cenderung sedikit, sebaiknya tetap dampingi mereka saat menyantap makanannya. Pasalnya, kurang gizi pada lansia yang dibiarkan terus-terusan dapat memicu gangguan fungsi organ dan meningkatkan risiko kematian.

Berikut ini cara mengatasi kurang gizi pada lansia yang susah makan, yaitu:

1. Sediakan makanan bergizi seimbang

kebutuhan gizi bagi usia lanjut

Kunci terpenting untuk mengatasi kurang gizi pada lansia adalah dengan memberikan makanan padat gizi. Contohnya sayuran, buah-buahan, gandum utuh, dan daging tanpa lemak.

Batasi penggunaan garam, gula, dan lemak yang tidak baik untuk kesehatan lansia. Sebaiknya, ganti dengan rempah-rempah pengganti garam dan gula untuk meningkatkan cita rasa makanan dan menambah nafsu makan lansia.

Sebagai menu sarapan, coba berikan selembar roti gandum panggang dengan selai kacang di atasnya. Menjelang siang hari, sajikan sepiring nasi putih hangat dengan sup sayuran favoritnya supaya nafsu makannya bertambah.

2. Berikan camilan sehat

snack sehat untuk traveling

Jangan lupa sediakan camilan sehat setelah orangtua Anda selesai makan. Hal ini bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi lansia jika sebelumnya ia tak nafsu makan.

Anda dapat memberikannya satu buah pisang atau segelas jus buah sebagai camilan sehat. Selain mengatasi kurang gizi pada lansia, cara ini juga dapat membantu membuat mereka lebih kenyang seharian.

3. Berikan suplemen setelah makan

suplemen vitamin D lansia

Bantu dorong nafsu makan lansia dengan memberikannya suplemen bernutrisi. Entah itu dalam bentuk tablet atau bubuk minuman. Namun ingat, konsultasikan dulu ke dokter supaya suplemen tersebut sesuai dengan kondisi kesehatan lansia.

4. Ajak olahraga ringan

olahraga untuk lansia

Ajak orangtua Anda untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki rutin setiap pagi, yoga, hingga aerobik. Selain membantu menguatkan tulang dan otot, olahraga juga dapat meningkatkan nafsu makan pada lansia, lho.

Yang terpenting, sesuaikan dengan kesanggupan orangtua Anda, ya. Pastikan mereka merasa nyaman dan terpacu untuk rutin olahraga supaya kebugaran tubuhnya kian terjaga.

5. Buat acara makan-makan dengan lansia lainnya

membujuk lansia supaya mau makan

Lansia biasanya suka bersosialisasi dengan orang lain yang seumuran dengannya. Nah, Anda bisa mengambil kesempatan ini dengan membuat acara makan-makan untuk para lansia.

Selain mempererat silaturahmi, hal ini dapat membantu meningkatkan nafsu makan lansia, lho. Semakin baik suasana hati para lansia, mereka akan semakin mudah untuk menyantap makanan yang disajikan di depannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Antara Dada dan Paha Ayam, Mana yang Lebih Banyak Gizinya?

Paha ayam lebih murah dan lebih mudah untuk diolah. Di sisi lain, dada ayam lebih ekonomis karena dagingnya lebih banyak. Bagaimana dari sisi kesehatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia defisiensi besi

Anemia Defisiensi Besi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Konten Bersponsor
wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kwashiorkor adalah

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit