Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Seiring bertambahnya usia, kemampuan mengunyah Anda mungkin akan berkurang, terutama jika Anda kehilangan gigi dan memakai gigi palsu yang tidak pas. Selain itu, gangguan mulut dan gigi lebih sering berkembang saat usia semakin bertambah, seperti bau mulut, gigi berlubang, penyakit gusi dan infeksi. Namun, ada banyak cara untuk mencegah masalah mulut dan gigi agar tetap sehat saat usia lanjut nanti. Bagaimana caranya merawat gigi dan mulut lansia? Simak tips-tipsnya berikut ini.

Tips merawat gigi dan mulut lansia

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebanyak 23 persen orang berusia 65-74 tahun memiliki gangguan mulut dan gigi yang parah. Hal ini sering terjadi akibat dari tidak merawat gigi dan mulut dengan baik.

Berikut adalah tips untuk mencegah masalah mulut dan gigi pada lansia, untuk memiliki mulut dan gigi yang tetap sehat saat masa tua nanti.

1. Batasi makanan manis dan mengandung pati

Anda bisa mencegah gangguan mulut dan gigi dengan mengurangi atau membatasi makanan atau minuman yang manis dan mengandung pati. Keduanya merupakan makanan dan minuman yang dapat merusak gigi, berapapun usia Anda, baik anak-anak maupun lansia.

Gula menciptakan asam yang dapat mengikis gigi Anda. Sementara, makanan yang mengandung pati menempel ke gigi dan membentuk plak, sehingga membuat bakteri menumpuk di gigi.

Selain itu, hindari juga makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan seperti aspartam, yang cenderung membuat Anda ngidam lebih banyak gula, menambah berat badan, sekaligus meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi serta penyakit jantung.

2. Sikat dan flossing gigi setiap hari

Pastikan Anda terus menyikat gigi sebanyak dua kali sehari dan flossing gigi setiap hari. Ingat, kedua hal ini termasuk cara merawat gigi dan mulut yang paling dasar yang wajib dilakukan, seperti apa pun kondisi kesehatan lansia.

Sikat gigi dapat melindungi gigi Anda dari penumpukan plak, pembusukan dan penyakit gusi. Selain melakukan sikat dan flossing gigi, sebaiknya Anda juga membersihkan gigi dengan berkumur cairan antiseptik 1-2 kali sehari. Menurut American Dental Association, rutin berkumur dengan cairan antiseptik dapat mencegah penumpukan plak dan penyakit gusi.

3. Kunjungi dokter gigi secara teratur

Dengan mengunjungi dokter gigi secara teratur, dapat membantu Anda untuk mendeteksi masalah gigi yang mungkin terjadi di tahap awal. Jika Anda menunda perawatan, Anda mungkin akan mengalami kerusakan gigi permanen.

Ketika Anda berada di klinik gigi, dokter akan memeriksa dan merawat gigi lansia secara menyeluruh, sampai ke titik yang tidak dapat Anda capai. Ini akan membuat gigi, gusi, dan mulut Anda lebih sehat.

4. Berhenti merokok

Merokok dapat mempercepat kerusakan mulut dan gigi dan jaringan mulut dengan menurunkan sistem kekebalan dan mengurangi jumlah oksigen dalam darah.

Perokok sangat rentan terhadap penyakit gusi. Maka, rokok menjadi perhatian penting dalam proses penuaan yang berkaitan dengan gigi. Merokok juga merupakan faktor risiko dalam pengembangan kanker mulut.

Oleh karena itu, jika Anda seorang perokok lebih baik berhenti merokok dan mulailah hidup lebih sehat.

5. Merawat gigi sesuai anjuran dokter

Jika Anda pernah melakukan implan gigi atau tambal gigi, ini perlu perawatan yang sesuai untuk tetap mendapatkan gigi yang sehat di masa tua nanti. Lakukan perawatan yang dianjurkan dokter untuk mempertahankan perbaikan gigi yang Anda miliki.

Jika Anda memakai gigi palsu, pastikan Anda menjaganya tetap bersih dan ikuti panduan perawatan khusus dokter gigi Anda. Sama seperti gigi alami, gigi palsu bisa bertahan lama jika Anda merawatnya dengan baik.

Jika Anda mengalami tanda-tanda gigi yang mulai tidak sehat, bau mulut, atau ketidaknyamanan pada gigi dan mulut, segera kunjungi dokter gigi Anda.

6. Menjaga pola makan sehat

Pola makan yang sehat dan seimbang akan membantu merawat gigi dan mulut lansia. Pastikan untuk menambahkan makanan hasil fermentasi dalam diet untuk membantu menyeimbangkan bakteri yang hidup di mulut.

Makanan hasil fermentasi misalnya keju, mentega, kefir, dan yogurt. Anda juga bisa menambahkan makanan fermentasi lainnya seperti kimchi, kombucha, atau miso dalam menu harian Anda.

Selain itu, konsumsi makanan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Ini akan membantu melindungi Anda dari infeksi dan penyakit termasuk di mulut, saat Anda bertambah usia.

Beberapa makanan peningkat kekebalan tubuh termasuk bawang putih, minyak kelapa, sayuran hijau, spirulina, buah pepaya, kiwi, dan jeruk.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit