Manfaat Labu Siam: Dari Menurunkan Darah Tinggi Sampai Cegah Kanker

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020
Bagikan sekarang

Sechium edule atau yang lebih dikenal dengan labu siam, adalah salah satu jenis sayur yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sayuran ini dapat langsung dinikmati dengan cara direbus bersama kulitnya. Rasanya yang enak dan manis membuat sayuran ini mudah untuk diolah. Selain direbus, masyarakat umumnya menjadikan sayuran ini sebagai bahan untuk membuat sayur lodeh, lontong sayur, tumis labu, lalapan, dan lain sebagainya. Nah, kira-kira apa saja, ya, manfaat labu siam bagi kesehatan? 

Kandungan nutrisi labu siam

Sekilas, labu siam memang tidak sepopuler jenis sayuran lainnya. Meski begitu, sayuran ini sebenarnya memiliki manfaat kesehatan yang tidak kalah banyak, loh. Karena tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh, labu siam adalah salah satu jenis sayuran yang rendah kalori. Tidak heran, jika sayuran ini sering direkomendasikan bagi orang yang ingin menurunkan kolesterol dan mengurangi berat badan.

Tidak hanya itu, labu siam kaya akan serat, antioksidan, zat besi, mangan, fosdor, seng, potassium, tembaga, vitamin B1, B2, B6, dan vitamin C. Labu siam juga kaya akan kandungan folat yang membantu pembentukan sel dan sintesis DNA. Selain itu, sayuran ini juga nyatanya mengandung sejumlah kecil antioksidan poliponon, aglikon, flavonoid yang sangat penting dalam membantu memerangi radikal bebas dan spesies oksigen reaktif (SOR) di tubuh yang keduanya berperan dalam penuaan dan perkembangan kanker.

Manfaat labu siam bagi kesehatan

Setelah mengetahui beberapa kandungan nutrisi dalam labu siam, berikut ini beberapa manfaat labu siam bagi kesehatan yang harus Anda ketahui.

1. Baik untuk wanita hamil

Kandungan folat (vitamin B9) dalam labu siam sangat bagus untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sang ibu selama kehamilan. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan folat saat kehamilan akan menyebabkan masalah kesehatan bagi bayi. Misalnya, cacat tabung saraf, masalah jantung, malformasi ekstremitas, bahkan keguguran.

2. Menjaga kolesterol

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, labu siam mengandung sedikit kalori dan tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol. Nah, hal ini menjadikan labu siam sebagai salah satu makanan yang baik untuk menjaga kadar kolesterol Anda berada dalam batas normal.

3. Mengontrol tekanan darah tinggi

Mafaat labu siam lainnya adalah sayuran ini dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah karena memiliki sifat diuretik yang ringan.

4. Mengatasi anemia

Kekurangan zat besi dapat membuat seseorang rentan menderita anemia. Nah, ternyata labu siam adalah sumber senyawa tersebut. Kandungan vitamin zat besi dalam labu siam dapat membantu hemogloblin mengikat oksigen.

4. Menangkal radikal bebas

Labu siam adalah sumber vitamin C yang bertindak sebagai antioksidan yang kuat. Nah, antioksidan sendiri adalah zat yang dapat membantu mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Selain menangkal radikal bebas, kandungan vitamin C dalam labu siam juga membantu mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas penyebab penuaan dini.

5. Anti kanker

Kandungan antioksidan flavonoid poli fenolik pada labu siam bisa mengikat radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. radikal bebas ini jika tidak diperhatikan maka bisa memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Itu sebabnya jika Anda mengonsumsi labu secara rutin bisa membantu mencegah tumbuh kembang sel kanker dalam tubuh.

Tidak hanya itu, sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh para mahasiswa UGM diketahui jika labu siam bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan salep untuk pengobatan alternatif melanoma maligna. Hal ini dikarenakan labu siam mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang merupakan senyawa metabolit sekunder dan mempunyai sifat sebagai anti kanker.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020