5 Manfaat Ketumbar untuk Kesehatan yang Belum Banyak Orang Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/01/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Sebagai salah satu negara di Asia Tenggara, pemakaian rempah-rempah dalam masakan sudah bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia. Namun belum semua orang tahu mengenai manfaat dari berbagai rempah-rempah yang setiap harinya dikonsumsi. Salah satunya adalah manfaat ketumbar untuk kesehatan.

Apa itu ketumbar?

Ketumbar merupakan tanaman herbal yang digunakan sebagai bumbu pada masakan internasional. Tanaman ini masih satu keluarga dengan peterseli, seledri dan wortel. Sehingga daun dari beberapa tanaman tersebut memiliki kemiripan.

Di dunia kuliner, biji ketumbar dikenal dengan nama coriander seeds (biji ketumbar) sedangkan daunnya bernama cilantro (bahasa spanyol). Tanaman ketumbar juga umum dikenal dengan nama peterseli cina.

Kebanyakan orang menggunakan ketumbar dalam hidangan seperti sup dan salsa, serta masakan dari India, Timur Tengah, dan Asia seperti kari dan masala. Daun ketumbar seringnya digunakan langsung tanpa diolah, sedangkan bijinya biasa di keringkan atau ditumbuk terlebih dahulu.

Manfaat ketumbar untuk kesehatan

Mengkonsumsi semua jenis makanan dengan kandungan nabati berhubungan dengan berkurangnya risiko kondisi kesehatan yang diakibatkan oleh gaya hidup.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa meningkatkan konsumsi makanan nabati seperti ketumbar dapat menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, memperpanjang umur, diabetes, jantung, sekaligus menjaga kesehatan kulit dan rambut, menambah energi dan menjaga berat badan secara keseluruhan.

Selain itu, manfaat ketumbar lainnya juga adalah:

1. Memiliki efek antikanker

Sebuah penelitian yang dilaporkan di American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan, beberapa jenis rempah, termasuk ketumbar, dapat mencegah pembentukan senyawa amina heterosiklik (HCA) saat memasak daging.

The National Cancer Institute menetapkan HCA sebagai senyawa yang terbentuk saat daging dimasak dalam temperatur tinggi. Mengkonsumsi makanan yang tinggi akan HCA berhubungan dengan meningkatnya risiko terkena kanker.

Penelitian lain yang diterbitkan di Journal of Food Science memeriksa penggunaan lima rempah dari Asia, termasuk ketumbar dalam memasak daging. Pada daging yang dimasak dengan menggunakan rempah-rempah tadi, hasilnya adalah pembentukan HCA secara signifikan jadi lebih rendah.

2. Memiliki efek antiinflamasi (mencegah peradangan)

Manfaat ketumbar untuk kesehatan kedua yaitu karena terdapat kandungan antioksidan di dalamnya yang mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Antioksidan ini telah terbukti dapat melawan inflamasi atau peradangan pada tubuh.

Penelitian menemukan antioksidan pada ekstrak biji ketumbar dapat menurunkan inflamasi dan memperlambat pertumbuhan sel kanker pada paru-paru, prostat, payudara dan usus besar.

3. Bermanfaat bagi kesehatan jantung

Beberapa penelitian yang menggunakan hewan dan tabung reaksi menemukan bahwa ketumbar dapat menurunkan faktor penyebab risiko penyakit jantung, seperti darah tinggi dan kolesterol.

Manfaat ketumbar, dalam hal ini adalah ekstraknya, berperan sebagai diuretik yang membantu tubuh mengeluarkan air dan natrium berlebih. Dengan demikian, tekanan darah Anda dapat menurun.

Terlebih lagi, banyak orang merasakan setelah mengkonsumsi bumbu dan rempah beraroma kencang seperti ketumbar membantu mereka menahan konsumsi natrium, yang tentu saja dapat meningkatkan kesehatan jantung.

4. Dapat melindungi kesehatan otak

Rata-rata penyakit pada otak, seperti Parkinson, Alzheimer, dan sklerosis ganda berhubungan dengan inflamasi. Manfaat ketumbar sebagai antiinflamasi dapat menjadi pelindung dari penyakit-penyakit tersebut.

Beberapa penelitian menggunakan hewan menemukan ketumbar dapat menurunkan risiko penyakit pada otak namun perlu diingat penelitian pada manusia masih tetap dibutuhkan.

5. Menjaga kesehatan kulit

Manfaat ketumbar juga berdampak pada kulit Anda, diantara seperti ruam ringan dan dermatitis.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Medicine Food pada 2005 silam meguji kemampuan ekstrak dari daun ketumbar atau cilantro untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi ultra violet (UV) B. Hasilnya adalah mendukung potensi dari tanaman ketumbar dalam mencegah kerusakan kulit seperti penuaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . 4 mins read

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . 6 mins read

Bukan Rempah Biasa, Ini 5 Manfaat Daun Ketumbar untuk Tubuh

Daun ketumbar tidak hanya berguna untuk menambah cita rasa makanan. Inilah deretan manfaat daun ketumbar yang tidak boleh Anda lewatkan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/04/2020 . 5 mins read

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/04/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . 4 mins read
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 mins read
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . 4 mins read
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 6 mins read