Diet Vegetarian Dapat Menurunkan Risiko Jenis Stroke Tertentu

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020
Bagikan sekarang

Stroke merupakan salah satu penyakit yang memiliki angka kematian yang cukup tinggi di Indonesia. Berbagai upaya sebenarnya dapat dilakukan untuk mencegah penyakit yang dapat menimbulkan kerusakan otak ini terjadi pada seseorang, seperti menjalani diet sehat. Faktanya, salah satu diet yang ternyata disebut-sebut dapat menurunkan risiko stroke adalah diet vegetarian. 

Lantas, apa yang membuat pola makan yang juga disebut sebagai diet nabati ini cocok untuk mengurangi risiko stroke?

Bagaimana diet vegetarian menurunkan risiko stroke?

diet keto dan diet vegetarian

Siapa yang tak kenal kata ‘vegan’ atau ‘vegetarian’? Istilah yang dikenal sejak tahun 1800-an ini memiliki prinsip untuk menghindari konsumsi daging dan makanan berasal dari hewan, seperti sapi, ikan, dan unggas. 

Umumnya, diet vegetarian hanya mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan, yaitu gandum, kacang-kacangan, hingga buah dan sayur. Ada segudang khasiat dari diet vegetarian ini dan salah satunya ternyata disebut-sebut dapat menurunkan risiko stroke. 

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa diet vegan mungkin tidak cocok untuk semua jenis stroke, sehingga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan soal pola makan ini. 

Sebelumnya, pada 2019 terdapat sebuah penelitian dari British Journal Medicine yang menunjukkan pengaruh diet vegan terhadap penyakit jantung. 

Dalam penelitian tersebut terlihat bahwa orang yang sering makan ikan dan vegetarian memiliki risiko penyakit jantung yang rendah dibandingkan pemakan daging. kabar buruknya adalah vegetarian ternyata lebih berpotensi terkena stroke hemoragik. 

Oleh karena itu, dari penelitian tersebut terbukti bahwa tidak semua jenis stroke sesuai dengan diet vegetarian. 

Diet vegetarian menurunkan risiko stroke iskemik

manfaat dongeng untuk stroke

Walaupun demikian, para penggiat pola makan vegetarian tidak perlu khawatir. Baru-baru ini ada sebuah penelitian dari American Academy of Neurology tentang penurunan risiko stroke dengan diet vegetarian. 

Penelitian ini melibatkan dua kelompok dari komunitas Buddha di Taiwan. Di dalam komunitas tersebut diet vegetarian direkomendasikan, sedangkan merokok dan minum alkohol tidak diperbolehkan.

Sekitar 30% peserta menjalani diet vegan dan 25% di antaranya adalah pria. Awal penelitian dimulai dengan usia rata-rata peserta yaitu 50 dan tidak ada yang terkena stroke.

Kelompok pertama memiliki 5.050 peserta dan diteliti selama kurang lebih enam tahun. Sementara kelompok kedua berisi 8.302 orang dan diikuti selama sembilan tahun. 

Sebelum penelitian dimulai, semua peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dan menjawab survei terkait pola makan yang diikuti. 

Kebanyakan dari vegetarian menjawab bahwa mereka lebih sering mengonsumsi kacang, sayuran, dan kedelai dibandingkan mereka yang tidak menjalani diet vegan. Kedua kelompok ternyata memakan jumlah telur dan buah yang sama. 

Akan tetapi, orang yang menjalani diet vegan lebih banyak mengonsumsi serat dan protein nabati.

Akibat stroke dan dampak stroke

Hasilnya, setelah dilihat secara seksama selama bertahun-tahun, para peneliti mencoba membandingkan diet vegetarian dengan risiko stroke. 

Pada kelompok pertama ternyata 54 diantara sekitar 5000 peserta menderita stroke iskemik. Namun, hanya tiga diantara 1.424 peserta yang menjalani diet vegan yang menderita stroke.

Maka itu, angka risiko stroke pada kelompok pertama 74% lebih rendah pada peserta yang mengikuti diet vegetarian. 

Sedangkan pada kelompok kedua terdapat 121 stroke diantara sekitar 8000 peserta. Jenis stroke yang mereka alami pun lebih bervariasi, yaitu stroke iskemik dan hemoragik

Kabar baiknya, hanya ada 24 orang diantara 2.719 vegetarian yang terkena stroke. Hasilnya, risiko stroke 48% lebih rendah pada orang yang menjalani diet vegetarian dalam kelompok kedua. 

Para ahli berpendapat bahwa diet vegetarian lebih efektif mengurangi risiko stroke iskemik berdasarkan tekanan darah, kadar gula darah, dan lemak darah orang yang menjalaninya. 

Hal lain untuk menurunkan risiko stroke

Diet vegetarian bukan satu-satunya metode untuk menurunkan risiko stroke. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan sebagai upaya pencegahan. 

Diet vegan memang baik, tetapi ketika tidak dibarengi dengan pola hidup sehat tentu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kesehatan Anda. 

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko stroke?

1. Menjaga tekanan darah

kesalahan dalam pemeriksaan tekanan darah

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan di samping menjalani diet vegetarian untuk menurunkan risiko stroke adalah menjaga tekanan darah tetap stabil. 

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko stroke yang cukup besar, baik pada pria maupun wanita.

Idealnya, seseorang perlu mempertahankan tekanan darahnya kurang dari 135/85. Namun, pada beberapa orang 140/90 bisa dikatakan stabil. 

Berikut ini beberapa cara untuk menstabilkan tekanan darah, seperti:

  • mengurangi konsumsi garam, tidak lebih dari setengah sendok teh per hari
  • menghindari makanan berkolesterol tingg, seperti es krim
  • rutin makan buah, sayur, biji-bijian, dan susu rendah lemak
  • lebih banyak berolahraga, setidaknya 30 menit sehari

2. Menurunkan berat badan

berat badan anak naik

Diet vegetarian disebut-sebut dapat menurunkan berat badan yang ternyata berpengaruh terhadap risiko stroke. 

Hal ini dikarenakan kelebihan berat badan atau obesitas dapat memicu tekanan darah tinggi, sehingga risiko stroke pun semakin besar. 

Bagi Anda yang mengalami kondisi ini sebaiknya makan tidak lebih dari 1.500 – 2.000 kalori per hari, sesuai dengan aktivitas dan BMI Anda saat ini.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin berolahraga atau sekadar olahraga ringan, seperti jalan atau bermain golf. 

3. Rutin berolahraga

olahraga untuk kanker tulang

Olahraga ketika menjalani diet, termasuk diet vegetarian untuk menurunkan risiko penyakit stroke tentu perlu dilakukan. 

Anda bisa mulai dengan berolahraga minimal lima hari dalam seminggu. Sulit menemukan niat atau waktunya?

Ada beberapa tips yang bisa Anda coba di bawah ini agar dapat rutin berolahraga, seperti:

  • Jalan pagi setelah sarapan di sekitar lingkungan rumah
  • Mendaftarkan diri sebagai anggota fitness dengan teman-teman
  • Lebih sering menggunakan tangga dibandingkan lift
  • Membagi waktu olahraga menjadi 10-15 menit per hari

4. Berhenti merokok

obat berhenti merokok maag

Sebagai orang yang menjalani diet vegetarian, usahakan untuk mengurangi hingga menghentikan kebiasaan merokok agar risiko stroke menurun. 

Merokok dapat mempercepat penggumpalan darah, seperti membuat darah lebih kental dan meningkatkan jumlah plak di arteri.

Selain diet sehat dan rutin berolahraga, berhenti merokok merupakan perubahan gaya hidup yang paling efektif agar terhindar dari stroke. 

Bagaimana cara menghentikan kecanduan rokok? Berikut beberapa tipsnya. 

  • konsultasi dengan dokter untuk meminta saran bagaimana cara untuk berhenti
  • menggunakan alat bantu, seperti nikotin patch atau konseling
  • pantang menyerah dan selalu ingat alasan mengapa Anda harus berhenti merokok

Diet vegetarian memang tidak dapat menurunkan semua jenis stroke. Akan tetapi, mengikuti pola makan berbasis tumbuhan ini sesekali pun tidak masalah asalkan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apakah Ampuh Menurunkan Berat Badan dengan Pola Makan Vegan?

    Diet vegan bisa menjadi pertimbangan tersendiri untuk membantu menurunkan berat badan. Namun, sebenarnya ampuh atau tidak, ya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    5 Langkah Awal Menjadi Vegetarian Bagi Pemula

    Mengubah gaya hidup menjadi vegetarian bukanlah hal mudah. Kesuksesan Anda dalam menjadi vegetarian pun ditentukan dari cara Anda memulainya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Nutrisi, Hidup Sehat 21/08/2019

    Ingin Menjadi Seorang Vegan? Pastikan Anda Tidak Mengalami Kondisi Ini

    Gaya hidup vegan seringkali disebut sebagai gaya hidup paling menyehatkan. Namun, Anda sebaiknya tidak menjadi seorang vegan jika memiliki kondisi ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Nutrisi, Hidup Sehat 05/05/2019

    6 Pilihan Sumber Zat Besi Terbaik untuk Para Vegan

    Daging merah termasuk sumber zat besi terbaik, tapi sayangnya tak boleh dikonsumsi oleh vegan. Lalu, apa saja makanan sumber zat besi yang boleh dikonsumsi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Nutrisi, Hidup Sehat 21/03/2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan berpengaruh pada stroke

    Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    manfaat diet flexitarian

    4 Manfaat Diet Flexitarian, Pola Diet Nabati Tanpa Hindari Daging

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020
    perbedaan vegan dan vegetarian

    Vegan dan Vegetarian, Apa Bedanya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 23/02/2020
    buah untuk sakit pinggang

    5 Rekomendasi Buah Terbaik untuk Pengidap dan Penyintas Stroke

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 19/12/2019