Benarkah Ada Bahaya Minum Bubble Tea untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Minuman bubble tea kini banyak menjadi pilihan karena bentuk dan rasanya yang unik. Tak heran jika banyak orang yang menjadikan bubble tea sebagai topping andalan saat membeli minuman. Namun, kini banyak bermunculan rumor mengenai bubble tea yang dikabarkan bahaya bagi kesehatan.

Dikutip melalui Straitstimes, isu ini bermula ketika seorang gadis remaja di Cina dilarikan ke rumah sakit pada 28 Mei lalu, karena mengeluh tak bisa makan dan sembelit. Setelah diperiksa, dokter menemukan adanya butiran bola-bola dalam hasil pindaian CT scan di perut. Jadi apa sebenarnya bahaya bubble tea tersebut benar?

Apa sebenarnya bahan bubble tea?

Sebelum memahami risiko atau bahaya yang mungkin timbul dari bubble tea, maka Anda perlu mengetahui apa sebenarnya bahan pembuatnya. Diketahui melalui WebMD, bubble tea tercipta ketika seorang pemilik kedai di Taiwan tidak sengaja mencampurkan puding tapioka ke dalam es teh miliknya. Rasa unik yang muncul membuat si pemilik kedai menjadikan racikannya sebagai menu baru.

Tak disangka, menu es tapioka yang dibuat karena keisengannya justru laris terjual. Dan kini, bubble tea telah dipadukan pada beragam minuman manis, seperti susu, kopi, sirup rasa, ragam es campur, hingga minuman bersantan.

Bubble tea terbuat dari tepung tapioka (sebagian orang menambahkan tepung terigu) dan dicampur sedikit gula. Untuk membentuk bola-bola, semua bahan dicampur dengan air, diuleni, dibentuk bulan, lalu direbus.

Hal yang perlu diketahui adalah, tapioka mengandung pati resisten yang tidak dapat dicerna tubuh. Itu sebabnya saat memakannya, Anda akan merasa cepat kenyang.

Selama dikonsumsi secara wajar, pati persisten memberikan manfaat bagi usus. Alasannya karena pati menjadi makanan bakteri baik yang memproduksi lapisan lendir pada usus untuk memecah makanan. Namun, risiko masalah atau bahaya akan muncul ketika Anda mengonsumsi bubble tea secara berlebihan.

Apa bahaya yang mungkin muncul akibat minum bubble tea?

Obesitas merupakan bahaya bubble tea yang utama jika diminum secara berlebihan. Alasannya karena saat Anda mengonsumsi bubble tea secara berlebihan, kadar gula dalam darah menjadi meningkat.

Kondisi ini dapat memicu peningkatan deposit lemak, peningkatan kadar trigliserida, dan kolesterol yang menyebabkan obesitas. Konsumsi bubble tea secara berlebihan juga meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin yang menjadi pemicu diabetes melitus tipe 2.

Melalui laman Universitas California, Amerika Serikat, diketahui bahwa secangkir bubble bisa mencapai angka 540 kalori. Jika Anda menambahkan seperempat bubble pada segelas minuman, artinya ada sekitar 135 kalori tambahan masuk ke dalam tubuh. Jumlah kalori ini setara dengan kalori dalam sepiring nasi.

Bahaya obesitas akibat konsumsi bubble tea berlebihan juga didukung oleh studi yang dilakukan oleh Jae Eun Min, David B. Green, dan Loan Kim. Studi tersebut menemukan bahwa bubble milk tea mengandung gula sebanyak 38 gram kalori sebanyak 299 kilokalori (kkal). Padahal, jumlah asupan gula harian menurut Kementerian Kesehatan RI tidak boleh lebih dari 50 gram per hari (setara dengan 5-9 sendok teh).

Itulah alasan mengapa Anda tidak diperbolehkan konsumsi bubble tea secara berlebihan. Jika tetap ingin mengonsumsinya, lebih baik pesan bubble tea dengan sedikit gula (less sugar) atau pilih minuman yang tidak mengandung susu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memanggil “Gendut”, Ternyata Bikin Berat Badan Anak Makin Naik

Menyebut anak dengan "gendut", "gembul", atau lainnya, ternyata bisa membuat berat badannya makin naik. Kenapa bisa terjadi? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 21/08/2019 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Orang yang Kelebihan Berat Badan Rentan Kena Varises?

Selain genetik dan trauma di kaki, ternyata orang yang gemuk juga berisiko mengalami varises. Mengapa hal ini bisa terjadi? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 09/05/2019 . Waktu baca 4 menit

Berapa Kalori yang Harus Dipangkas Supaya Berat Badan Anak Obesitas Dapat Turun?

Mengurangi asupan kalori merupakan cara mengatasi obesitas. Lantas, seberapa banyak kalori harus dikurangi supaya berat badan anak obesitas dapat turun?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 23/01/2019 . Waktu baca 4 menit

Sering Makan Terlalu Cepat? Ini 4 Masalah Kesehatan yang Mengintai

Sering makan terlalu cepat? Eits, mulai sekarang Anda perlu mengubah kebiasaan tersebut. Ini dia deretan bahaya makan cepat yang perlu Anda pahami.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/01/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
buah dan sayur untuk bayi

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 12/12/2019 . Waktu baca 5 menit
cara mengukur lingkar perut

Cara Mengukur Lingkar Perut yang Benar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Mengatur Kebiasaan Makan yang Sehat untuk Mencegah Obesitas

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 29/08/2019 . Waktu baca 5 menit