Apa Akibatnya Bagi Tubuh Jika Anda Kebanyakan Makan Protein?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setiap sel dan organ dalam tubuh Anda membutuhkan protein. Pasalnya protein merupakan salah satu nutrisi terpenting yang diperlukan tubuh sebagai sumber energi, membantu meningkatkan massa otot, produksi hormon, serta membangun, memelihara, dan mengganti jaringan tubuh yang rusak. Namun, ini bukan berarti Anda boleh terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung protein. Kelebihan protein juga tidak baik bagi tubuh.

Efek samping yang mungkin terjadi kalau tubuh kelebihan protein

1. Kenaikan berat badan

Diet rendah karbo menjadi salah satu cara diet yang efektif untuk menurunkan berat badan. Selama diet ini, Anda akan diharuskan untuk mengganti asupan karbohidrat Anda dengan lebih banyak protein.

Padahal, konsumsi protein secara berlebihan tanpa disadari justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Terutama jika Anda mengonsumsi sumber protein hewani yang mengandung lemak jenuh tinggi. Tidak hanya berat badan yang naik, namun risiko kolesterol dan darah tinggi pun ikut-ikutan naik.

2. Merusak ginjal

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kelebihan protein dapat merusak fungsi ginjal karena mengganggu kadar hormon yang berhubungan dengan fungsi ginjal. Terlebih bagi orang yang memang sudah memiliki gangguan ginjal, mengonsumsi protein dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan kondisi ginjalnya semakin buruk. Namun hal ini tidak berlaku untuk mereka yang memiliki ginjal yang normal.

Ginjal berfungsi untuk membantu tubuh menyaring seluruh limbah yang dihasilkan dari asupan protein. Semakin banyak protein yang harus dicerna oleh tubuh, akan semakin banyak pula asam amino yang disaring oleh ginjal dan mengakibatkan ginjal bekerja lebih berat dan lebih tegang daripada biasanya. Jika kondisi ini berlangsung terus menurus, lambat laun kondisi ginjal akan semakin memburuk.

3. Risiko osteoporosis

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American of Clincal Nutrition diketahui jika konsumsi protein terlalu banyak dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Terlalu banyak konsumsi protein dapat membuat tubuh lebih mudah kehilangan kalsium, sehingga akhirnya memicu osteoporosis. Namun hal ini masih menjadi perdebatan.

Lantas, berapa asupan protein harian yang dianjurkan?

Seperti yang sudah disinggung di atas, protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Tapi, kekurangan atau kelebihan protein juga tidak baik. Itu sebabnya Anda harus imbangi asupan protein Anda dengan konsumsi karbohidrat dan lemak baik.

Sebenarnya kebutuhan protein harian setiap orang berbeda-beda bergantung pada berat badan dan jenis aktifitas harian yang dijalani sehari-hari. Meski begitu, berdasarkan tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) milik Kemenkes RI,  standar angka kecukupan protein yang dianjurkan bagi masyarakat Indonesia yang berusia 17 – 60 tahun adalah sekitar 56 – 59 gram/hari untuk perempuan, sedangkan bagi pria 62 – 66 gram per hari. Namun ini semua akan disesuaikan lagi dengan tingkat aktivitas harian Anda.

Semakin padat dan intens aktivitas fisik Anda sehari-hari, maka semakin banyak protein yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, baiknya konsultasikan dulu kebutuhan protein harian Anda dengan dokter atau ahli gizi terdaftar agar bisa tercukupi dengan baik. Ini khususnya penting bagi Anda yang sering melakukan olahraga.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tinggalkan Kentang Goreng! Masak Kentang dengan 5 Cara Sehat Ini

Jangan menyerah dulu begitu Anda baca judul di atas. Memasak kentang dengan cara-cara berikut malah bisa lebih enak dari kentang goreng, loh!

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Mau Menyajikan Makanan Sehat untuk Anak? Ini Prinsip yang Harus Diketahui Orangtua

Ingin anak untuk makan makanan sehat? Sebaiknya pahami dulu seputar pemberian makanan bergizi untuk anak. Meliputi sumber, prinsip, hingga contoh menunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 17 menit

5 Makanan yang Wajib Dikonsumsi Agar Kulit Cantik Alami Dari Dalam

Menjaga kecantikan kulit tidak cukup dengan krim perawatan kulit. Sejumlah kandungan makanan ini membantu menjaga kulit Anda tetap cantik alami dari dalam.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Penting Diketahui Saat Menyiapkan Makanan bagi Lansia

Kehilangan nafsu makan saat lansia membuat tubuh tak ternutrisi optimal. Ada beberapa cara menyajikan makanan untuk lansia agar nutrisinya tetap terjaga.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
makanan untuk lansia atau orang tua lanjut usia
Hidup Sehat, Tips Sehat 4 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan terbaik untuk kesehatan jiwa

5 Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jiwa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tanpa sayur

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit
resep gluten free

10 Ide Resep Makan Siang Gluten Free

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 12 menit
aturan cheat day

4 Aturan Utama Melakukan “Cheat Day” Saat Sedang Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit