home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Diet Atkins yang Membolehkan Makan Lemak

Panduan Diet Atkins yang Membolehkan Makan Lemak

Godaan makanan berlemak bisa seketika menghancurkan usaha diet ketat yang selama ini Anda jaga mati-matian. Akan lebih menyenangkan bila Anda tidak perlu risau akan hal itu. Perkenalkan, inilah diet Atkins, prinsip yang boleh makan lemak.

Apa itu diet Atkins?

Diet Atkins adalah pola makan yang tinggi asupan lemak dan protein, tapi rendah karbohidrat. Pola makan ini diprakarsai oleh seorang dokter bernama Robert C. Atkins pada tahun 60-an.

Robert Atkins membuat pola makan ini dengan gagasan bahwa zat gizi karbohidrat memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap masalah kesehatan dan berat tubuh Anda, bukan lemak.

Sekilas, pola makan tinggi lemak memang sebenarnya tidak baik untuk kesehatan. Makanan berlemak sendiri lekat dengan peningkatan kolesterol dan risiko penyakit kronis lainnya.

Namun, sudah lebih dari 20 penelitian selama 12 tahun terakhir ini mengemukakan diet Atkins baik untuk menurunkan berat badan.

Tidak semua jenis lemak itu buruk. Tubuh tetap membutuhkan lemak tak jenuh untuk membantu menjalankan fungsi normalnya. Lemak ini berfungsi melindungi kesehatan jantung, mengontrol gula darah, dan membantu mengurangi berat badan.

Maka itu, menu makanan diet Atkins merupakan sumber makanan yang mengandung protein murni (rendah lemak), lemak sehat yang disebut HDL, dan sayuran tinggi serat.

Selain itu, pola makan ini juga rendah akan karbohidrat, sehingga dapat meningkatkan proses metabolisme tubuh dalam membakar lebih banyak simpanan lemak.

4 Cara Mudah Mencukupi Kebutuhan Serat Harian

Panduan menjalani diet Atkins

diet atkins
Sumber: Atkins

Pola makan Atkins terbagi menjadi empat fase. Pada masing-masing fase, batasan asupan karbohidrat yang boleh Anda konsumsi akan semakin longgar. Di bawah ini penjelasan lengkapnya.

Fase induksi

Fase induksi adalah periode ketika tubuh mengganti sumber energinya dari karbohidrat menjadi lemak. Proses ini disebut dengan kondisi ketosis.

Selama fase ini, Anda tidak boleh mengonsumsi karbohidrat lebih dari 20 gram dalam 2 minggu. Untuk pilihan yang lebih baik, jadikan sayuran sebagai sumber karbohidrat Anda.

Anda harus memperbanyak makanan yang mengandung lemak sehat, protein tinggi, dan sayuran hijau yang rendah karbohidrat untuk mempercepat penurunan berat badan.

Fase balancing

Makanan yang bisa Anda konsumsi pada fase kedua diet Atkins tidak jauh berbeda dengan fase sebelumnya. Namun, Anda bisa menambahkan kacang-kacangan, sayuran rendah karbohidrat, dan sedikit buah-buahan pada makanan Anda secara perlahan.

Anda dapat mengonsumsi makanan tersebut kurang lebih 15 – 20 gram per sajian. Anda juga tetap harus menghindari makanan yang mengandung banyak gula.

Fase fine tuning

Ketika Anda sudah hampir mencapai berat yang Anda inginkan, tambahkan sedikit karbohidrat ke dalam makanan Anda kurang lebih 10 gram setiap minggunya sampai berat Anda turun perlahan. Ketentuan tersebut masuk pada fase fine tuning.

Anda bisa memperoleh sumber karbohidrat dari beberapa makanan seperti nasi merah, nasi hitam, oatmeal, atau quinoa.

Fase maintenance

Pada fase ini, Anda dapat mengonsumsi berbagai karbohidrat sehat karena tubuh Anda sudah mentoleransinya tanpa menaikkan berat badan Anda.

Beberapa orang, khususnya vegetarian, memilih untuk melewati fase induksi dari diet Atkins dan memulainya dengan mengonsumsi banyak sayur dan buah. Anda yang vegetarian bisa mengikuti cara ini dan tetap bisa mendapat hasil memuaskan.

Namun sayangnya, keempat fase ini sedikit rumit dilakukan. Untungnya, Anda dapat menurunkan berat badan dan menjaganya selama Anda tetap berpegang teguh pada aturannya.

Asupan yang harus dihindari dan yang harus dikonsumsi

makanan yang berbahaya

Sebenarnya, pola makan Atkins tidak memiliki aturan pasti tentang makanan yang dilarang atau yang dianjurkan. Namun, tentunya ada beberapa makanan yang sebaiknya Anda hindari dan Anda konsumsi saat menjalani pola makan ini.

Di bawah ini makanan yang harus Anda hindari saat diet Atkins.

  • Gula: soft drinks, jus buah, kue, permen, es krim, dan sebagainya.
  • Biji-bijian utuh: gandum (wheat), spelt, rye, barley, nasi.
  • Minyak sayur: minyak kedelai, minyak jagung, minyak canola, dan beberapa lainnya.
  • Minyak jenuh: terkandung pada processed foods dengan kata “hydrogenated”, pada bagan komposisi.
  • Makanan berlabel low-fat: makanan-makanan ini tinggi kandungan gula.
  • Sayuran tinggi karbohidrat: wortel, turnips (hanya saat fase induksi).
  • Buah tinggi karbohidrat: pisang, apel, jeruk, pir, anggur (hanya saat fase induksi).
  • Pati: kentang, ubi (hanya saat fase induksi).
  • Legumen: lentil, kacang arab (hanya saat fase induksi).

Sedangkan makanan yang boleh Anda konsumsi saat menjalani pola makan Atkins meliputi di bawah ini.

  • Daging: sapi, babi, domba, ayam, bacon, dan lain-lain.
  • Seafood: salmon, sarden, dan lain-lain.
  • Telur: telur yang paling sehat adalah yag mengandung omega-3
  • Sayuran rendah karbohidrat: kale, bayam, brokoli, asparagus.
  • Full-fat dairy: mentega, keju, krim, full-fat yoghurt.
  • Kacang-kacangan: almond, macadamia, walnut, biji bunga matahari.
  • Lemak sehat: extra virgin olive oil, minyak kelapa, alpukat, dan minyak alpukat.

Pro dan kontra diet Atkins

Selama dasar makanan Anda yaitu makanan yang mengadung protein berlemak dengan sayur atau kacang-kacangan dan beberapa lemak sehat, maka Anda dapat menurunkan berat badan Anda.

Selain berat badan yang turun, bila dilakukan dengan benar, diet Atkins dipercaya dapat mencegah Anda dari risiko sindrom metabolik, diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan penyakit jantung.

Namun, Anda juga harus berhati-hati, pasalnya pola makan ini bisa saja menimbulkan efek samping pada beberapa orang.

Menjalani program diet degan aturan mengonsumsi asupan sangat rendah karbohidrat dapat membuat cairan dalam tubuh menjadi tidak seimbang dan menimbulkan gejala seperti pusing dan kelelahan.

Bila terus terjadi, hal tersebut akan berujung pada sembelit (konstipasi), kekurangan kadar gula darah, dan masalah ginjal.

Karena tidak ada larangan yang ketat perihal makanan yang boleh Anda konsumsi pada pola makan Atkins, hal ini bisa membuat Anda “lupa diri” dan memilih makanan yang tidak sehat seperti daging olahan atau makanan cepat saji.

Oleh sebab itu, bila Anda ingin menjalani pola makan yang sehat, konsumsilah makanan dengan gizi seimbang.

Bagi Anda yang memiliki kondisi tertentu seperti penyakit atau kelebihan berat badan, Anda bisa berkonsultasi pada dokter dan ahli gizi untuk menentukan pola makan yang sesuai.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is the Atkins Diet, and Is It Healthy? (2021). Retrieved 30 March 2021, from https://health.clevelandclinic.org/what-is-the-atkins-diet-and-is-it-healthy/

Atkins Diet: Whays’s behind the claims? (2020). Mayo Clinic. Retrieved 30 March 2021, from http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/atkins-diet/art-20048485

Atkins 20 Diet Plan-How Does It Work? (n.d.). Atkins. Retrieved 30 March 2021, from https://www.atkins.ca/how-it-works/atkins-20

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Marsha Desica Arsanta Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro