6 Manfaat Daun Kucai untuk Kesehatan (Psstt.. Bisa Mencegah Kanker!)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kucai adalah tanaman herbal yang masuk dalam keluarga bawang (allium). Masyarakat Indonesia mengenal tanaman ini dengan sebutan ‘daun kucai’ atau ‘bawang kucai’. Biasanya, irisan daun ini digunakan sebagai pelengkap (garnish) pada bubur ayam atau campuran isi lumpia.

Tanaman yang memiliki latin Allium tuberosum ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan. Termasuk salah satunya dipercaya membantu melawan sel kanker. Namun, benarkah klaim satu ini? Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Beda kucai dan daun bawang

Banyak orang sulit membedakan antara daun kucai dan daun bawang karena keduanya sama-sama berukuran panjang dan berwarna hijau. Meski sulit dibedakan, sebenarnya Anda bisa loh membedakan daun bawang dan kucai dengan mata telanjang.

Berikut perbedaan keduanya yang perlu Anda ketahui:

  • Pertama, kucai memiliki daun yang lebih kecil jika dibanding dengan daun bawang.
  • Kedua, daun kucai cenderung lebih tipis ketimbang daun bawang. Selain lebih padat, daun bawang umumnya memiliki rongga yang lebih besar.
  • Ketiga, seluruh permukaan kucai dari ujung ke ujung berwarna hijau pekat. Sementara pada daun bawang, bagian bawah hingga akarnya berwarna putih.

Kandungan nutrisi dalam daun kucai

Kucai adalah makanan yang padat nutrisi. Ini artinya, daun ini rendah kalori tapi kaya akan nutrisi bermanfaat, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan.

Ya, daun herbal satu kaya akan vitamin K, vitamin A, vitamin C, folat, magnesium, fosfor, kalium, dan juga kolin. Jika diolah dengan cara yang tepat, daun ini tentu menawarkan banyak manfaat baik untuk tubuh Anda.

Manfaat daun kucai untuk kesehatan

Secara umum, berikut beberapa manfaat daun kucai yang perlu Anda ketahui:

1. Menurunkan kolesterol

Daun ini mengandung allicin, yaitu suatu organosulfur yang diklaim dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Allicin dalam herbal ini bertugas untuk melepaskan nitri oksida, sehingga membantu mengurangi kekakuan pada pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Herbal ini juga mengandung quercetin, yaitu senyawa yang dipercaya dapat mengurnagi risiko penumpukan plak di arteri. Studi menunjukkan bahwa orang yang menjalani diet tinggi flavonoid, seperti quercetin, memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang lebih rendah.

2. Baik untuk tulang

Kucai memiliki kandungan vitamin K yang berlimpah. Vitamin K penting untuk menjaga kesehatan tulang karena membantu mencegah pengeroposan tulang.

Vitamin K meningkatkan memproduksi protein tulang yang disebut osteocalcin. Osteocalcin inilah yang berperan penting untuk menjaga kepadatan mineral tulang.

3. Mencegah kanker

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa sayuran yang masuk dalam keluarga allium (termasuk kucai) diketahui memiliki sifat antikanker.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute, para peneliti menemukan bahwa pria dengan asupan sayuran allium yang tinggi berisiko lebih rendah terkena penyakit kanker prostat.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa sifat antikanker yang dimiliki sayuran allium dapat membantu melindungi Anda dari risiko kanker esofagus (kerongkongan) dan kanker perut.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas guna memastikan manfaat daun kucai untuk mencegah kanker.

4. Menjaga kesehatan otak

Kandungan kolin dalam kucai nyatanya memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Pasalnya, kolin adalah salah satu nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan otak, termasuk mempertajam ingatan dan mengatur mood.

Hal ini diperkuat oleh sebuah hasil penelitian terbitan The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2011. Penelitian tersebut melaporkan bahwa asupan makanan tinggi kolin membantu meningkatkan fungsi kognitif otak serta penyimpanan memori verbal dan visual.

5. Meningkatkan penglihatan

Daun ini mengandung karoten lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa tersebut diyakini dapat membantu mengurangi stres oksidatif di mata dan memperlambat perkembangan katarak.

Mengonsumsi daun ini dan beragam makanan lain yang juga kaya nutrisi dapat membantu meningkatkan penglihatan Anda.

6. Membantu meredakan stres

Folat dapat membantu meredakan depresi dengan mencegah pembentukan homosistein ​​yang berlebihan di dalam tubuh. Kadar homosistein yang berlebih dalam tubuh dikaitkan dengan serangan jantung, stroke, dan penggumpalan darah.

Tak hanya itu, kadar homosistein yang berlebih juga dapat mengganggu produksi hormon serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Ketiga hormon tersebut tak hanya mengatur suasana hati saja, tapi juga keinginan untuk tidur dan nafsu makan Anda. Jadi, bisa dibayangkan, ‘kan, kalau tubuh Anda kekurangan folat?

Kabar baiknya, kucai adalah salah satu makanan yang mengandung folat. Anda juga bisa dapatkan asupan folat dari makanan lain seperti bayam, seledri, buncis, brokoli, dan lainnya.

Yang harus diperhatikan sebelum makan kucai

Bagi beberapa orang, mengonsumsi daun ini mungkin tidak akan menyebabkan masalah apapun, alias tubuhnya tetap baik-baik saja. Namun, lain ceritanya jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap daun ini.

Anda sebaiknya menghindari mengonsumsi daun ini jika sebelumnya memang sudah punya alergi terhadap bawang jenis apa pun. Termasuk bawang putih, bawang merah, bawang bombai, dan bawang jenis lainnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya reaksi alergi berbahaya bagi tubuh Anda.

Bagi beberapa orang, reaksi alergi bisa menyebabkan bercak merah pada kulit dan gatal. Beberapa orang juga mungkin bisa mengalami hidung tersumbat atau berair, bengkak pada bibir, wajah, lidah, tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya.

Mengonsumsi daun ini terlalu banyak mungkin juga dapat menyebabkan senyawa organik tertentu dalam tubuh terlalu tinggi. Alhasil, Anda bisa saja mengalami sakit perut atau gangguan pencernaan lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca