Benarkah Krim Muka dari Dokter Kulit Bisa Bikin Ketagihan?

Oleh

Pelembab wajah adalah barang kebutuhan pokok dalam ritual kecantikan banyak orang. Bahkan jika rutinitas perawatan kulit Anda termasuk seadanya, satu hal yang mungkin tidak bisa Anda lupakan adalah krim pelembab. Bahkan tak jarang orang pergi ke dokter kulit untuk mendapatkan krim muka yang khusus untuk mengatasi permasalah kulit mereka.

Namun, benarkah menggunakan krim muka dari dokter dapat menyebabkan kulit menjadi bergantung pada formula pelembab? Dan apakah benar saat kita berhenti memakai krim ini, kondisi kulit malah makin rusak dari sebelumnya?

BACA JUGA: 3 Langkah Memilih Pelembab yang Sehat Bagi Kulit

Yang terjadi pada kulit jika tidak lagi menggunakan pelembab wajah

Pelembab dapat memainkan peran kunci dalam menambahkan kelembapan kulit dan menjaganya agar tetap terhidrasi. Lalu, apa yang sebenarnya bisa terjadi ketika Anda berhenti menggunakan produk pelembab wajah?

Mona Gohara, seorang dokter kulit di Yale University, dilansir dari Allure, menguraikan bahwa semakin lama seseorang berhenti menggunakan pelembab wajah, perubahan kulit akan tampak semakin drastis. “Kulit Anda pertama akan terasa kering, kencang, kusam, dan/atau pucat akibat kekurangan cairan dengan sangat cepat.”

Ketika penghalang kulit terganggu, sebenarnya ada peradangan yang terjadi pada kulit yang mengarah ke kerusakan kolagen dan mempercepat penuaan. Jerawat juga mungkin timbul makin marak juga umum terjadi ketika pertama kali menghentikan pelembab wajah sebagai usaha kulit untuk mengganti kehilangan cairan.

Lama-kelamaan, kondisi kulit kurang lebih akan jadi sangat kacau. Anda akan mengalami penurunan elastisitas kulit, yang membuat penampakan garis halus dan keriput, kendur, kuram, dan iritasi semakin merajalela. Ini akibat pelindung kulit Anda secara resmi telah rusak, sehingga kembali menggunakan pelembab seperti sedia kala tak akan banyak membantu karena kerusakan sudah tak bisa dibalikkan lagi, ungkap Gohara. Anda akan melihat peradangan yang lebih parah pada kulit, seperti kemerahan dan warna kulit tak merata ketika Anda menerapkan makeup, atau iritasi bisa dengan mudah timbul hanya dari bergesekan dengan pakaian.

Dilansir dari Daily Mail, dokter kulit kosmetik Sam Bunting, berpendapat bahwa memang benar krim pelembap wajah dapat memperbaiki garis halus dan kerutan, tetapi tidak berfungsi untuk menghentikan proses penuaan alami kulit. Pori kulit yang tampak samar setelah menggunakan pelembab mungkin disebabkan oleh penutupan pori oleh partikel krim. Kunci menghambat proses penuaan dini, lanjut Bunting, hanyalah perlindungan sinar matahari yang baik, yang sudah memiliki sifat pelembabnya tersendiri.

Benarkah ada krim wajah yang menyebabkan kulit jadi kecanduan?

Kulit Anda tidak bisa mengalami “kecanduan” pelembab wajah, ungkap Gohara. Kerusakan kulit yang terjadi seperti detail runutan di atas terjadi akibat reaksi alami kulit dari kekurangan cairan kronis, dan ini tidak berhubungan dengan ketergantungan atas formula krim pelembap.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Mark Lupin, seorang dermatologis sekaligus direktur dari Cosmedica di Victoria, Canada, dilansir dari Best Health Magazine. Lupin menegaskan, kulit manusia tidak bisa menjadi tergantung pada pelembab. Yang paling mungkin terjadi adalah mungkin pelembab yang Anda gunakan tidak efektif. Di antara penggunaan pelembab wajah, atau jika Anda menghentikan penggunaannya sama sekali, kulit jadi tidak lagi memiliki perlindungan kritisnya yang menyebabkan kulit wajah Anda rentan untuk mengering. Mungkin juga ada penyebab lain dari kulit kering Anda, termasuk pemanasan dalam ruangan selama cuaca dingin. Angin, suhu dingin dan cuaca kering dapat menyebabkan kulit dehidrasi, yang dapat menyebabkan eksim semakin parah dan membuat kulit terasa gatal dan kering.

Hal inilah yang sering menyebabkan orang untuk percaya bahwa mereka memiliki kulit kering kronis dan bahwa mereka tidak punya pilihan selain mengandalkan berbotol-botol produk kulit untuk memperbaiki masalah ini. Lingkaran setan inilah yang disebut-sebut sebagai kecanduan krim pelembab.

BACA JUGA: Berapa Kali Sehari Kita Perlu Mencuci Muka?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca