6 Kesalahan Fatal yang Anda Lakukan Saat Mengobati Jerawat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mengobati jerawat terbilang gampang-gampang susah, karena masih banyak orang yang melakukan cara yang salah. Dikutip dari WebMd, berikut adalah beberapa kesalahan umum saat mengobati jerawat menurut para ahli. Mari simak apa saja kesalahannya.

6 kesalahan saat mengobati jerawat

1. Terlalu cepat menyerah karena jerawat lama sembuhnya

obat jerawat perih

Jangan mau hasil yang instan atau cepat ketika Anda mengobati jerawat Faktanya, kebanyakan obat jerawat akan bekerja dengan perlahan. Biasanya akan memakan waktu sekitar 6 hingga 12 minggu untuk menyembuhkan jerawat.

Maka disarankan untuk menggunakan suatu produk yang sama selama setidaknya 1 bulan sebelum memutuskan apakah obat yang Anda gunakan ada hasilnya atau tidak.

Dalam beberapa kasus, kulit Anda mungkin mengalami iritasi dalam beberapa minggu pertama. Tak jarang obat jerawat yang efektif justru membuat jerawat Anda menjadi lebih parah dulu sebelum akhirnya membaik dan hilang total.

2. Pakai  terlalu banyak obat jerawat sekaligus

jerawat pada kulit kering

Selain tidak sabar dalam menunggu hasil pemakaian obat jerawat, biasanya banyak orang yang akan memakai beberapa obat jerawat sekaligus. Sayangnya, ini malah akan menyebabkan iritasi pada kulit Anda dan malah menambah dampak buruk.

Bila berbagai bahan kimia dari berbagai produk obat jerawat dicampur jadi satu, jerawat akan semakin parah, bahkan menyerupai pigmen. Lalu ketika sembuh kemungkinan akan meninggalkan bekas atau noda.

3. Terlalu sering scrubbing wajah

Menggosok wajah dengan scrub sebenarnya dianjurkan bila kulit Anda tidak berjerawat. Namun bila dilakukan saat kulit sedang jerawat ini malah akan memperparah jerawat, karena lapisan kulit akan tergerus dan menyebabkan iritasi.

Lebih baik, Anda basuh wajah Anda perlahan dengan sabun yang tidak mengandung bahan kimia. Pastikan juga sabun muka yang Anda gunakan memiliki pH yang seimbang untuk mengurangi peradangan di wajah.

Penting juga untuk membilas wajah hingga bersih karena bekas-bekas yang tertinggal akan menjadi residu yang menyebabkan iritasi.

4. Salah pakai obat jerawat

krim steroid untuk perawatan wajah

Pembersih wajah yang keras, sabun yang mengandung alkaline, dan produk berbahan dasar alkohol dapat memperburuk kondisi jerawat.

Anda harus mencari produk “non-comedogenic” atau yang khusus “untuk kulit berjerawat”. Produk non-comedogenic tidak mengandung bahan yang dapat menutup pori-pori kulit berjerawat. Karena kebanyakanbahan sunsscreen dan pelembap biasanya dapat menutup atau menyumbat pori-pori.

5. Suka memencet dan memecahkan jerawat

urine untuk jerawat

Memencet, mengorek, mengelupas, dan memecahkan jerawat memang menimbulkan kepuasan sendiri bagi orang yang berjerawat. Namun sayang, itu dapat bikin waktu penyembuhan jadi tambah lama dan meningkatkan risiko muncul bekas jerawat. Lebih baik, hindari tangan Anda menyentuh jerawat. Bila ingin mengoleskan obat atau krim jerawat, pastikan tangan Anda sudah dicuci bersih.

6.Tidak berkonsultasi ke dokter kulit

menghilangkan bekas jerawat

Bila jerawat dirasa sudah makin banyak bermunculan, segera konsultasi ke dokter. Banyak orang yang menunda-nunda konsultasi ke dokter karena percaya bahwa jerawat akan sembuh dengan sendirinya.

Dengan konsultasi ke dermatologis atau dokter kulit, nantinya Anda akan diperiksa dan diberikan perawat sesuai kondisi kulit Anda. Dokter juga akan memberikan resep obat serta perawatan yang lebih ampuh namun aman untuk kulit.  

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca