home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Cara Merawat Kulit agar Sehat dari Dalam

5 Cara Merawat Kulit agar Sehat dari Dalam

Tak hanya menerapkan sejumlah perawatan kulit dengan memanfaatkan skincare, perawatan kulit dari dalam ternyata tak kalah pentingnya. Lantas, apa saja hal yang perlu diperhatikan ketika ingin mendapat kecantikan kulit dari luar dan dalam?

Panduan perawatan kulit dari dalam

Pada dasarnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan ketika merawat kulit, yaitu membersihkan, menjaga kelembapan, dan melindungi.

Namun, ketiga poin tersebut tak hanya harus dilakukan dari luar saja. Anda juga perlu melakukan perawatan kulit dari dalam agar mendapatkan kulit yang sehat.

Berikut ini sejumlah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk merawat kulit dari dalam tubuh.

1. Pola makan sehat

Cara memasak untuk penderita diabetes

Pilihan makanan yang Anda konsumsi ternyata memberikan manfaat terhadap perawatan kulit dari dalam. Sebagai contoh, makanan yang mengandung gula tinggi menjadi salah satu faktor pemicu kemunculan jerawat.

Itu sebabnya, Anda sangat disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin penting untuk kulit.

Beberapa pilihan makanan yang mengandung antioksidan tinggi dan baik untuk kulit antara lain:

  • buah dan sayuran berwarna kuning atau jingga, seperti wortel dan aprikot,
  • sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan brokoli,
  • tomat,
  • buah beri,
  • kacang-kacangan dan lentil, serta
  • ikan berlemak, seperti salmon dan mackerel.

Perlu diingat bahwa ada banyak makanan yang baik untuk kesehatan kulit. Namun, ketimbang berfokus pada makanan tertentu, ada baiknya untuk menjalani diet sehat secara keseluruhan.

Usahakan untuk makan lebih banyak buah dan sayur, memilih produk susu rendah atau bebas lemak, hingga upayakan variasi makanan yang sehat.

2. Tidak merokok

Bagi para perokok, upaya untuk menjalani perawatan kulit dari dalam ternyata perlu menghentikan kebiasaan merokok mereka.

Begini, merokok dapat mempersempit pembuluh darah kecil di lapisan terluar kulit. Akibatnya, aliran darah akan menurun dan membuat kulit tampak pucat, serta kusam.

Merokok juga merusak kolagen dan elastin, yakni serat yang memengaruhi tingkat elastisitas kulit. Tak heran bila rokok bisa menimbulkan kerutan pada kulit.

Bila Anda ingin berhenti merokok dan masih merasa kesulitan, cobalah tanya kepada dokter tentang langkah-langkah dan perawatan yang bisa membantu Anda.

Dengan begitu, Anda bisa memperoleh kulit yang sehat dan terbebas dari masalah kulit yang bisa mengganggu penampilan.

3. Mengelola stres

masalah perkembangan dewasa

Tahukah Anda bahwa stres yang tak terkendali bisa membuat kulit menjadi sensitif dan mudah terserang masalah?

Stres juga kerap memicu peradangan yang bisa menyebabkan beberapa gangguan pada kulit, seperti jerawat, psoriasis, hingga rosacea.

Bahkan, stres dapat melemahkan sistem imun yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di usus dan kulit (disbiosis).

Ketidakseimbangan yang terjadi pada kulit Anda bisa memicu masalah kulit seperti kemerahan dan ruam.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengelola stres dengan baik dalam perawatan kulit dari dalam, seperti:

  • tidur yang cukup,
  • meluangkan waktu untuk melakukan hal yang disukai, atau
  • menetapkan batasan pada tugas yang perlu dikerjakan.

Bila stres mulai mengambil alih hidup, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog guna mencari solusi yang tepat untuk masalah Anda.

4. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga berkontribusi besar dalam menjaga berat badan ideal. Hal ini ternyata juga membantu menjaga penampilan kulit.

Hal ini dikarenakan berolahraga dapat meningkatkan aliran darah yang membantu menjaga sel kulit agar tetap sehat.

Darah membawa oksigen dan nutrisi ke sel yang bekerja di seluruh tubuh, termasuk kulit.

Selain menyediakan oksigen, peredaran darah membantu membuang produk limbah, termasuk radikal bebas. Artinya, olahraga secara tidak langsung membantu merawat kulit Anda dari dalam.

Namun, beberapa jenis olahraga bisa merusak kulit, seperti angkat beban yang bisa menimbulkan stretch mark. Itu sebabnya, pilih olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda untuk merawat kulit.

5. Tidur yang cukup

pola tidur yang baik

Istilah sleeping beauty mungkin sering Anda dengar. Percaya atau tidak, anggapan tidur membuat penampilan tampak cantik tidak sepenuhnya salah.

Kualitas tidur yang baik ternyata memberikan waktu pada kulit untuk beristirahat dan meregenerasi sel yang rusak.

Pasalnya, kulit sepanjang hari telah bekerja keras dalam melindungi Anda dari cahaya, polusi, kuman, dan banyak lagi.

Hal ini bahkan sudah dibuktikan melalui penelitian yang dimuat dalam jurnal Clinical and Experimental Dermatology.

Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang tidur tujuh sampai sembilan jam di malam hari memiliki kulit yang lebih lembap. Hal ini tentu bisa melindungi dan memulihkan sendiri usai terpapar sinar UV.

Terlebih lagi, jam tidur yang cukup mencegah kemunculan mata hitam (panda’s eye) dan kulit yang tampak lelah, serta kusam.

Intinya, perawatan kulit dari dalam melibatkan pola hidup yang sehat karena tubuh yang sehat pun menghasilkan kulit yang sehat pula.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi guna memahami solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Skin Care: 5 Tips for Healthy Skin. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 4 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/skin-care/art-20048237 

What Causes Our Skin to Age?. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 4 September 2020, from https://www.aad.org/public/skin-hair-nails/anti-aging-skin-care/causes-of-aging-skin 

Oyetakin-White, P., Suggs, A., Koo, B., Matsui, M. S., Yarosh, D., Cooper, K. D., & Baron, E. D. (2015). Does poor sleep quality affect skin ageing?. Clinical and experimental dermatology, 40(1), 17–22. https://doi.org/10.1111/ced.12455. Retrieved 25 May 2021. 

Healthy Skin. (n.d). American Skin Association. Retrieved 25 May 2021, from https://www.americanskin.org/resource/ 

Chen, Y., & Lyga, J. (2014). Brain-skin connection: stress, inflammation and skin aging. Inflammation & allergy drug targets, 13(3), 177–190. https://doi.org/10.2174/1871528113666140522104422. Retrieved 25 May 2021. 

Simpkin, S. (2016). Smoking and its effects on the skin. DermNet NZ. Retrieved 25 May 2021, from https://dermnetnz.org/topics/smoking-and-its-effects-on-the-skin/ 

Gibson, L.E. (2019). What are the best foods for healthy skin?. Mayo Clinic. Retrieved 25 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/healthy-skin/faq-20058184

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 02/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro