Komedo Putih (Komedo Tertutup)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu komedo putih?

Komedo putih (whitehead) alias komedo tertutup adalah salah satu jenis jerawat ringan.  Komedo ini terbentuk dari pori-pori yang tersumbat oleh kelebihan sebum (minyak), bakteri, dan sel-sel kulit mati.

Penyumbatan ini cenderung menutupi seluruh permukaan teratas pori sehingga penampilan jerawatnya akan seperti benjolan putih kecil.

Seberapa umumkah komedo putih?

Jenis jerawat ini sangat umum dan dapat dialami semua orang di segala usia. Namun masalah kulit ini memang lebih sering dialami oleh anak remaja yang sedang puber atau wanita, terutama di masa menstruasi, kehamilan, dan menopause karena pengaruh hormon.

Untuk mencegah munculnya komedo, Anda perlu menghindari berbagai faktor pemicunya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala komedo putih?

Tanda dan gejala whiteheads tergantung dari keparahan kondisi kulit Anda. Namun, umumnya komedo tertutup memunculkan tanda seperti:

  • Munculnya benjolan kecil berwarna berisi cairan putih
  • Bila diperhatikan benjolan tersebut menutup pori-pori
  • Biasanya muncul di sekitar area wajah yang berminyak, dada, punggung, dan lengan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Umumnya, jenis jerawat ini dapat diobat dengan mudah. Namun, Anda harus menghubungi dokter bila mengalami hal ini:

  • Pengobatan tidak menimbulkan hasil yang efektif
  • Kondisi kulit jadi semakin parah
  • Jumlahnya semakin bertambah banyak setelah mencoba produk perawatan tertentu

Bila Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan, seperti gatal, kemerahan, pembengkakan di wajah atau sulit bernapas, setelah menggunakan obat bebas, segera konsultasi ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab komedo putih?

Penyebab utama dari whiteheads adalah penyumbatan di pori-pori.

Kulit secara alami dilengkapi dengan kelenjar sebaceous yang bertugas untuk menghasilkan sebum agar tetap lembap. Namun, kelenjar ini kadang terlalu aktif bekerja sehingga menghasilkan sebum lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Selain menghasilkan sebum, kulit juga mengalami proses pergantian sel setiap hari. Itu artinya, sel kulit yang sudah mati akan dibuang dan digantikan dengan sel kulit baru yang sehat.

Seharusnya sebum yang berlebihan ini dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Sayangnya, sel kulit mati yang menumpuk dapat menebal dan memperkecil bahkan menutup bukaan pori-pori. Bakteri di sekitar permukaan kulit juga ikut terjebak di dalamnya.

Akibatnya, sebum dan sel kulit mati terjebak di pori-pori yang tertutup dan menimbulkan benjolan putih di permukaan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena komedo putih?

Penyumbatan pori yang memicu pertumbuhan komedo juga dapat dipengaruhi berbagai faktor, yakni:

  • Perubahan hormon akibat memasuki masa pubertas, menjelang menstruasi, hamil, dan menggunakan pil kontrasepsi tertentu.
  • Mewarisi gen orangtua yang mengalami kondisi serupa.
  • Adanya gesekan dan tekanan berlebih pada kulit.
  • Menggunakan obat yang mengandung kortikosteroid, testosteron, pil KB, dan lithium.
  • Banyak minum susu tanpa lemak (skim) dan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, seperti cokelat, kue manis, dan permen
  • Mengalami stres

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk komedo putih?

Untuk mendiagnosis jenis jerawat ini, dokter kulit akan memeriksa tampilan kulit Anda secara langsung. Kemudian, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat untuk masalah kulit tersebut.

Jika kondisinya parah, dokter akan mempertimbangkan pengobatan tambahan supaya kulit dapat pulih kembali.

Apa saja pilihan pengobatan untuk komedo putih?

Ada berbagai pengobatan yang bisa Anda pilih untuk mengobati komedo tertutup ini, yaitu:

AHA ( alpha hydroxy acid)

Larutan asam ini dapat membantu pengelupasan kulit dengan melepaskan sel-sel kulit mati. Efeknya, sel-sel kulit mati akan terbuang dan kemungkinan tidak akan mempersempit bukaan pori-pori sehingga tidak akan menyebabkan penyumbatan.

Produk dengan kadar AHA di bawah 10% umumnya cukup ampuh untuk mengobati masalah kulit ini. Anda bisa menggunakannya dua atau tiga kali per minggu.

Perawatan ini tidak selalu memberikan hasil optimal pada orang yang memiliki kerusakan akibat sinar matahari, jerawat kronis, atau wajah berminyak.

Krim yang mengandung retinoid

Retinoid terbentuk dari vitamin A yang mengandung vitamin A yang dapat mengurangi peradangan. Ini dapat mempercepat penyembuhan kulit dari peradangan akibat penyumbatan.

Krim ini tidak hanya dioleskan pada area kulit yang berkomedo saja. Anda juga perlu mengoleskan krim ini secara menyeluruh di wajah. Penggunaan krim ini membuat kulit Anda lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Oleh karena itu, produk lebih baik digunakan di malam hari sebelum tidur.

Benzoil peroksida

Benzoil peroksida memiliki sifat antibakteri yang kuat sehingga dapat mengurangi peradangan akibat infeksi bakteri. Selain itu, zat ini juga dapat ini dapat mengurangi minyak yang berlebihan di kulit.

Bahan ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti sabun pembersih wajah, toner, atu krim. Sayangnya, produk ini dapat mengeringkan kulit sehingga Anda perlu menggunakannya dengan bijak.

Untuk penggunaan awal, sebaiknya Anda menggunakan produk yang kandungannya rendah, sekitar dua persen.

Asam salisilat

Asam salisilat menjadi bahan untuk mengobati komedo putih. Cara kerja dari obat ini yaitu mengurangi produksi minyak berlebih di kulit dan mendorong zat yang menyumbat ke pori-pori untuk dikeluarkan ke permukaan.

Sama seperti benzoil peroksida, bahan ini juga dapat mengeringkan kulit sehingga dapat menyebabkan kulit kering bila digunakan secara berlebihan.

Pilih produk yang kandungan asam salisilatnya rendah pada pemakaian pertama.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi komedo putih?

Komedo putih merupakan jerawat ringan sehingga relatif mudah untuk diobati. Selain menjalani pengobatan yang telah disebutkan sebelumnya, menerapkan perawatan rumahan dapat mempercepat penyembuhan sekaligus mencegah terbentuknya komedo baru.

Berikut perubahan gaya hidup dan perawatan rumahan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi komedo tertutup:

Melakukan facial steam

Perawatan ini menggunakan bantuan uap untuk mendorong pori-pori yang tertutup agar terbuka lebih lebar sehingga kotoran dapat dikeluarkan.

Anda bisa mencoba perawatan ini dengan menghadapkan wajah di depan baskom yang berisi air panas.

Menjaga kebersihan wajah

Komedo atau jerawat dapat Anda cegah pembentukannya dengan rajin membersihkan wajah. Apalagi jika wajah Anda mudah berminyak.

Pilih pembersih wajah ringan dan kosmetik yang dilabeli ‘non-comedogenic’ atau ‘free oil’ untuk mencegah penyumbatan. Gunakan pembersih wajah dan tubuh sesuai kebutuhan, jangan berlebihan karena bisa membuat kulit kering dan memperburuk kondisi kulit.

Hindari memencet komedo

Memencet komedo tidak boleh Anda lakukan karena bisa memberbesar risiko terjadinya infeksi bila tangan Anda tidak bersih saat menyentuh wajah.

Bersihkan kulit dengan hati-hati

Tidak hanya mencuci muka, seluruh tubuh Anda harus dibersihkan dengan benar karena komedo tertutup juga dapat menyerang area tubuh lain.

Pastikan Anda mandi secara rutin dan tidak menggosok kulit terlalu keras. Gosokan yang terlalu keras akan menimbulkan tekanan dan memungkin terjadinya penyumbatan di kulit.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan

Share now :

Direview tanggal: November 4, 2019 | Terakhir Diedit: Desember 23, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca