Asam Salisilat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Asam salisilat obat apa?

Apa itu obat asam salisilat?

Asam salisilat adalah salah satu obat golongan keratolitik, yaitu obat-obatan yang bertindak sebagai agen pengelupas kulit. Obat ini berfungsi untuk menghilangkan sel-sel kulit mati serta menghaluskan permukaan kulit yang kasar.

Karena khasiatnya, asam salisilat kerap digunakan untuk menangani penyakit kulit yang menimbulkan sisik atau penumpukan kulit berlebih seperti psoriasis atau eksim (dermatitis atopik).

Obat bekerja dengan cara melembutkan keratin, protein pada struktur kulit manusia. Proses ini akan mengendurkan kulit bersisik yang kering sehingga lebih mudah terlepas.

Obat juga dapat bekerja sebagai agen anti-inflamasi, sehingga pemakaiannya sering dilakukan untuk mengatasi jerawat atau masalah peradangan kulit lainnya.

Berbagai masalah lain yang dapat diatasi dengan asam salisilat meliputi:

Umumnya, obat ini ditemui dalam bentuk topikal yang digunakan untuk pemakaian luar (dioles), bisa berwujud krim, gel, salep, larutan, atau sabun.

Penggunaan obat salisilat

Bagaimana cara menggunakan asam salisilat?

Penggunaan asam salisilat harus sesuai dengan arahan dokter atau instruksi yang tersedia dalam kemasan obat. Namun, obat ini biasanya digunakan dengan cara yang dijelaskan sebagai berikut.

Obat krim, losion, dan salep

Untuk menggunakannya, bersihkan terlebih dahulu area kulit yang terdampak, lalu oleskan obat sesuai dengan anjuran pada label kemasan atau anjuran dokter.

Gel

Bersihkan kulit, lalu kompres atau rendam area yang bermasalah dengan air selama lima menit, kemudian olesi kulit dengan gel asam salisilat.

Plester

Obat berbentuk plester kerap digunakan untuk mengatasi kutil, kapalan, dan mata ikan. Pertama, bersihkan kulit lalu rendam area yang terkena kondisi tersebut dengan air hangat selama lima menit untuk memudahkan pengangkatannya.

Kemudian tempel plester yang sudah digunting sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Plester yang ditempelkan harus diganti dengan yang baru setiap dua kali sehari.

Terkadang, ada pula plester yang harus digunakan sebelum tidur dan dibiarkan selama minimal 8 jam, lalu dilepas pada pagi harinya dan diganti setiap 24 jam sesuai kebutuhan. Ulangi hingga 12 minggu atau sampai penyakit menghilang.

Sampo

Basahi rambut dan kulit kepala dengan air hangat. Oleskan obat secukupnya pada kepala hingga berbusa, lalu pijat kulit kepala selama dua atau tiga menit, bilas dengan air. Langkah ini dapat diulang sesuai kebutuhan.

Sabun

Gunakan sabun seperti biasa, usapkan hingga berbusa lalu gosok sabun pada kulit atau area yang terkena dengan lembut. Bilas dengan air hangat.

Larutan

Tuang larutan pada kapas, lalu seka area yang terkena penyakit dengan perlahan. Biarkan obat mengering dan jangan dibilas. Bila pemakaian dianjurkan dua kali, pastikan olesan yang pertama sudah kering sebelum kembali mengoleskan obat.

Perlu diketahui, Anda harus benar-benar menggunakan obat sesuai dengan aturan, tidak kurang dan tidak lebih, kecuali bila perubahan ini dianjurkan langsung dari dokter. Kondisi kulit setiap orang juga berbeda-beda, lama obat dalam menunjukkan khasiatnya mungkin akan berbeda pula.

Sebelum menggunakan obat asam salisilat, ada baiknya Anda memeriksakan kulit kepada dokter untuk memastikan bahwa penggunaan obat benar-benar aman.

Jangan berikan obat untuk anak-anak atau remaja yang sedang mengalami flu, demam, atau cacar air karena bisa menyebabkan sindrom reye.

Bagaimana cara meyimpan asam salisilat?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan dan dijauhkan dari paparan cahaya langsung serta tempat yang lembab. Jangan disimpan di kamar mandi dan jangan pula membekukan obat ini.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis asam salisilat

Informasi yang diberikan bukan pengganti saran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat ini.

Seberapa banyak dosis yang akan diberikan?

Dosis yang diberikan akan berbeda berantung pada kekuatan obat serta kondisi yang Anda miliki. Informasi di bawah ini hanya mencakup dosis rata-rata yang biasa digunakan.

Dosis orang dewasa untuk jerawat

Bantalan dengan 1% asam salisilat:

Bersihkan area kulit yang bermasalah, lalu oleskan pada bagian tersebut 2 – 3 kali setiap hari. Jika kulit menjadi semakin kering, kurangi frekuensi penggunaannya menjadi sehari sekali.

Dosis orang dewasa untuk gangguan dermatologis

Larutan asam salisilat 16.7%:

Cuci dan keringkan area sepenuhnya. Gunakan secukupnya untuk menutup setiap kutil 1 – 2 kali setiap hari.

Sabun dengan kandungan 3% asam salisilat:

Gunakan pada area yang bermasalah dua kali setiap minggu. Diamkan pada luka atau kulit selama dua menit kemudian bilas. Ulang bila perlu.

Krim 6 persen:

Gunakan pada kulit yang bermasalah sekali setiap hari. Lembapkan area selama 5 menit sebelumnya jika mungkin. Tutup areanya saat malam. Cuci saat pagi.

Lotion 6 persen:

Gunakan pada bagian kulit yang bermasalah sekali setiap hari. Lembapkan area selama 5 menit sebelumnya jika mungkin. Tutup areanya saat malam. Cuci saat pagi.

Efek samping asam salisilat

Efek samping apa yang dapat terjadi?

Seperti obat-obatan lain, asam salisilat dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang. Seringnya, efek samping ini cenderung ringan dan tidak membutuhkan penanganan khusus, seperti sensasi sengatan ringan dari pemakaian obat dengan konsentrasi yang lebih tinggi.

Anda juga perlu berhati-hati saat menggunakan obat ini. Pasalnya asam salisilat dapat mengiritasi atau membakar kulit yang sehat, sehingga Anda harus memastikan pengolesan obat hanya pada area yang terkena penyakit saja.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami hal-hal berikut:

  • iritasi kulit tingkat sedang sampai parah yang baru muncul setelah pemakaian obat,
  • kulit terasa hangat atau panas, serta
  • kulit menunjukkan rona kemerahan yang tidak biasa.

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker.

Peringatan dan perhatian obat asam salisilat

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan asam salisilat?

Sebelum menggunakan obat ini, pastikan Anda mengetahui hal-hal di bawah ini.

  • Obat ini mungkin tidak cocok untuk beberapa orang, beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi atau mengalami reaksi yang tak biasa.
  • Asam salisilat tidak dianjurkan untuk dioleskan pada area kulit yang luas dan tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang.
  • Risiko efek samping lebih tinggi pada anak-anak karena tingkat penyerapan asam salisilat yang lebih tinggi di kulit anak-anak.
  • Obat tidak direkomendasikan untuk anak-anak di bawah dua tahun.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Belum ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Menurut Food and Drugs Administration (FDA), obat ini termasuk ke dalam kategori C berdasarkan kemungkinan risikonya untuk ibu hamil. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA.

  •      A = tidak berisiko
  •      B = tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •      C = mungkin berisiko
  •      D = ada bukti positif dari risiko
  •      X = kontraindikasi
  •      N = tidak diketahui

Interaksi obat asam salisilat

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan asam salisilat?

Ada beberapa obat yang bila digunakan bersamaan dengan asam salisilat dapat menimbulkan interaksi. Interaksi ini dapat memengaruhi kinerja obat atau meningkatkan risiko efek samping. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Adapalene. Mengoleskan adapalene dan asam salisilat di area yang sama dapat menimbulkan iritasi berlebihan atau membuat kulit menjadi kering. Intensitas interaksi yang ditimbulkan termasuk sedang.
  • Alitretinoin. Serupa dengan adapalene, penggunaan obat bersama dapat menimbulkan iritasi dan kekeringan pada kulit. Interaksi termasuk sedang.
  • Bexarotene. Menimbulkan interaksi tingkat sedang, membuat kulit iritasi dan menjadi lebih kering.
  • Isotretinoin. Interaksi di antara kedua obat akan memperparah iritasi kulit yang sedang terjadi.

Masih ada berbagai obat lainnya yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki pertanyaan seputar dampak penggunaan obat tertentu, silakan diskusikan dengan dokter.

Selain itu, jangan gunakan salah satu dari berbagai produk ini yang tidak boleh digunakan di atas area yang telah diolesi obat asam salisilat kecuali jika dianjurkan oleh dokter. Di antaranya adalah:

  • sabun atau pembersih abrasif,
  • produk yang mengandung alkohol,
  • kosmetik atau sabun yang mengeringkan kulit, dan
  • obat kosmetik.

Overdosis

Apa yang harus dilakukan bila mengalami overdosis asam salisilat?

Pada kasus yang jarang terjadi, penggunaan asam salisilat yang terlalu banyak dapat menimbulkan keracunan. Gejala yang akan dirasakan meliputi:

  • diare,
  • mual dan muntah,
  • pusing,
  • linglung,
  • nafas menjadi lebih cepat,
  • sakit kepala,
  • telinga berdengung,
  • nyeri perut, serta
  • merasakan kantuk yang parah.

Bila tanda-tanda ini terjadi, segera cari pertolongan medis dengan menghubungi penyedia layanan gawat darurat (119) atau pergi ke rumah sakit agar bisa langsung mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Menghilangkan Jerawat dengan Pasta Gigi, Benarkah Efektif?

    Bangun pagi, mendadak ada jerawat merah besar? Katanya sih, oles odol saja. Tapi apa benar kita bisa menghilangkan jerawat dengan pasta gigi?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apakah Aman untuk Memencet Jerawat?

    Semua dokter kulit dan ahli kecantikan setuju bahwa memencet jerawat harus dihindari sebisa mungkin. Tapi kalau terpaksa, setidaknya lakukan cara ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit

    Bagaimana Perawatan Kulit Berjerawat yang Benar?

    Jerawat dapat membuat seseorang kurang percaya diri. Untuk membantu mengatasinya, berikut tips perawatan kulit berjerawat yang bisa Anda tiru.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 9 menit

    Apa Saja Cara Ampuh untuk Mencegah Jerawat?

    Ada banyak sekali cara mencegah jerawat yang bisa Anda coba. Dibandingkan melakukan sesuatu yang susah, Anda bisa mencoba kebiasaan-kebiasaan ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat jerawat roaccutane

    Mengulik Roaccutane, Obat Jerawat yang Mujarab Atasi Jerawat

    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    cara menghilangkan kutil

    Beragam Obat Kutil, dari Penanganan Medis Hingga Bahan Alami

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit
    obat panu

    Ingin Membasmi Panu? Ini Daftar Obat Panu yang Bisa Anda Gunakan di Rumah

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    pil kb untuk jerawat

    Apakah Pil KB Bisa Membuat Kulit Bebas Jerawat?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 5 menit