Kenapa Bekas Jerawat Lama-lama Berubah Jadi Hitam?Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Author: dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin

Bekas jerawat merah dan hitam kerap mengganggu dan menurunkan rasa percaya diri seseorang. Apalagi kalau kemunculannya lebih dari satu dan ada di area yang mudah dilihat. Tak heran bila banyak orang rela melakukan banyak cara supaya bekas jerawat yang ada di kulitnya bisa hilang sempurna. Namun, selain memikirkan bagaimana cara menghilangkannya, pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa bekas jerawat bisa menimbulkan bekas? 

Dalam artikel ini, saya akan membahas secara lengkap proses terbentuknya jerawat, penyebab jerawat menimbulkan bekas, serta cara ampuh untuk mengatasinya. Simak di bawah ini, ya!

Asal muasal jerawat

Jerawat adalah gangguan pada kulit terutama pada struktur pilosebaseus. Gangguan ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari adanya peningkatan produksi sebum (minyak), reaksi peradangan, infeksi bakteri C. acnes hingga proses keratinisasi kulit yang tidak normal. 

Keratinisasi adalah proses ketika sel-sel epidermis menjadi dewasa. Biasanya, proses ini dipicu karena peningkatan hormon androgen yang merangsang produksi kelenjar minyak lebih banyak. 

Lantas, kenapa jerawat bisa menimbulkan bekas hitam?

Bekas jerawat terjadi akibat reaksi peradangan yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Melebarnya pembuluh darah ini sebenarnya adalah hal yang normal dan akan hilang sendiri seiring dengan membaiknya reaksi peradangan. 

Namun, pembuluh darah yang melebar tadi kadang tidak bisa hilang meski reaksi peradangan sudah mereda. Nah, hal inilah yang pada akhirnya menyebabkan area di sekitar jerawat jadi tampak kemerahan. Di sisi lain, imbas peradangan jerawat juga dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel keratinosit basal hingga memicu tubuh untuk menghasilkan melanin secara berlebihan. 

Melanin adalah zat yang memberi warna pada kulit manusia. Sayangnya, ketika dihasilkan dalam jumlah yang berlebih, melanin justru dapat memicu hiperpigmentasi pada kulit. Alhasil, bekas jerawat jadi berwarna coklat atau hitam. 

Bila jerawat menyebabkan peradangan yang begitu hebat, kerusakan struktur jaringan penyokong kulit dapat terjadi. Kondisi ini menyebabkan proses penyembuhan kulit di area yang ditumbuhi jerawat akan terganggu, sehingga kulit akan ringsek ke dalam dan meninggalkan lekukan atau bekas luka. Nah, kondisi inilah yang disebut sebagai bekas jerawat bopeng. 

Beragam cara menghilangkan bekas jerawat hitam

Bekas jerawat hitam dapat disamarkan atau bahkan dihilangkan dengan sejumlah perawatan sederhana, seperti:

1. Pakai gel penghilang bekas jerawat

Gel penghilang bekas jerawat bisa jadi pilihan cepat untuk menghilangkan bekas jerawat hitam. Dari sekian banyak produk di pasaran, Anda bisa menggunakan gel penghilang bekas jerawat yang mengandung bahan aktif niacinamide, Allium cepa dan MPS (Mucopolysaccharide), dan Pionin (Quaternium-73). 

Ketiga bahan aktif tersebut efektif membantu menyamarkan noda hitam dan tekstur kulit yang tidak rata akibat jerawat. Di samping itu, ketiganya juga memiliki kemampuan untuk melawan bakteri penyebab jerawat supaya tidak terlanjur memicu infeksi yang parah. 

2. Rutin pakai pelembap

Walaupun tak secara langsung menghilangkan bekas jerawat hitam, pelembap dapat membantu melindungi kulit serta menjaga kulit wajah tetap sehat dan terhidrasi dengan baik. 

Hal ini karena pelembap bekerja dengan cara mengunci kelembapan dan menarik uap air dari lapisan kulit yang lebih dalam ke lapisan kulit terluar. Sebelum membeli produk pelembap, cermati dulu bahan aktif yang terkandung di dalamnya. 

Pilih produk pelembap yang kandungan bahan aktifnya aman untuk jenis kulit Anda. Anda bisa menggunakan pelembap setelah mandi atau sehabis membersihkan wajah. 

3. Gunakan serum

Serum merupakan produk perawatan kulit yang berguna untuk mengatasi berbagai masalah kulit yang lebih spesifik. Misalnya saja melembabkan, mencerahkan, membantu memudarkan bekas jerawat hitam, dan lain sebagainya. 

Nah, untuk membantu memudarkan bekas jerawat, Anda bisa menggunakan serum yang mengandung vitamin C, niacinamide, kojic acid, arbutin, ekstrak mulberry, dan ekstrak licorice. Anda pun juga bisa menggunakan serum dengan bahan aktif yang sifatnya dapat mempercepat regenerasi sel kulit seperti retinol, alpha hydroxy acid, dan mandelic acid. 

Gunakan serum secara rutin setidaknya 1 sampai 2 kali sehari, atau sesuai kebutuhan Anda. 

4. Eksfoliasi kulit

Supaya bekas jerawat hitam yang membandel cepat hilang, penting juga untuk melakukan eksfoliasi kulit. Eksfoliasi membantu memperbaiki warna dan tekstur kulit, sehingga kulit akan merangsang sel-sel baru untuk tumbuh. 

Perawatan satu ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara kimiawi dan mekanik. Eksfoliasi kimia menggunakan bahan yang bersifat asam, seperti beta hidroxy acid (BHA), alpha hidroxy acid (AHA), lactic acid, citrus acid, dan lain-lain. Sementara eksfoliasi mekanik menggunakan scrub, kristal gula atau garam, dan sponge yang didiamkan sebentar di kulit lalu digosok secara perlahan. 

Eksfoliasi menggunakan cara kimiawi dapat dilakukan 2-4 minggu sekali, tergantung jenis dan konsentrasi yang digunakan. Sedangkan eksfoliasi mekanik, dapat dilakukan 1-2 kali per minggu. 

Sebelum eksfoliasi, pastikan kondisi kulit Anda sedang tidak dalam keadaan merah meradang, iritasi, atau sangat kering. Jika dipaksakan dalam keadaan seperti itu, eksfoliasi dapat memperburuk masalah kulit yang sedang Anda alami. 

5. Lindungi kulit dengan sunscreen

Tanpa disadari, paparan sinar UV dapat membuat bekas jerawat semakin hitam atau menggelap. Maka dari itu, agar jerawat tidak bertambah parah dan kulit terlindungi dari sengatan matahari, jangan lupa gunakan sunscreen setiap kali akan beraktivitas di luar ruangan. Bahkan, meski saat cuaca sedang mendung. 

Pilih produk sunscreen yang mengandung SPF dan berspektrum luas. Yang terpenting, pastikan produk sunscreen yang digunakan sesuai dengan jenis kulit Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 23, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 30, 2020

dr. Listya Paramita, Sp.KK Kulit & Kelamin

dr. Listya Paramita, Sp.KK menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan pendidikan dokter spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas yang sama. Meraih gelar Sp.KK dalam waktu 3,5 tahun, dokter yang akrab dipanggil dengan dr. Mita ini adalah salah satu lulusan tercepat dalam menempuh pendidikan spesialis.

Kecintaan yang tinggi dalam dunia dermatologi diwujudkan dengan memberikan pelayanan yang profesional dan maksimal kepada pasien, meliputi semua keluhan mengenai kulit, mukosa, rambut dan kelamin, serta tindakan-tindakan medis dalam bidang dermatologi seperti bedah kulit hingga laser, filler, botox dan threadlift.

dr. Mita peduli akan pentingnya pengetahuan untuk pencegahan timbulnya gangguan pada kulit dan kelamin sehingga sering memberikan edukasi secara berkala mengenai kesehatan.

 

Selengkapnya
Artikel Terbaru