Ciri-Ciri Jerawat Batu, Penyebab, Cara Mengatasi, Sekaligus Pencegahannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kemunculan jerawat batu alias jerawat kistik (cystic acne) yang penampilannya cenderung lebih besar, keras, merah menyala, dan terasa lebih sakit dibanding jenis jerawat lainnya pasti membuat Anda terganggu. Tak jarang banyak yang berusaha menutupinya dengan riasan wajah agar tidak terlalu kentara.Yuk, cari tahu lebih dalam tentang masalah kulit ini agar Anda juga tahu seperti apa pengobatannya yang paling tepat.

Apa itu jerawat batu?

Jerawat batu adalah jenis jerawat terbentuk akibat penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit dalam, bahkan jauh di dalam folikel rambut.

Peradangan yang terjadi di jaringan kulit dalam menyebabkan terbentuknya benjolan besar. Ukuran bengkak jerawat juga dapat semakin membesar dipengaruhi oleh infeksi bakteri yang ada di lapisan teratas kulit. Kondisi ini menyebabkan jerawat terlihat besar memerah dan bernanah.

Jika terus dibiarkan tanpa perawatan, peradangan di bawah jaringan kulit dapat menyebabkan pori-pori pecah sehingga terus menyebar ke jaringan kulit sekitarnya. Peradangan yang telanjur menyebar lebih luas dapat memicu kemunculan jerawat batu yang baru.

Penyebab jerawat batu dan faktor risikonya

jerawat setelah melahirkan

Sama seperti jenis jerawat lainnya, jerawat kistik bermula dari pori-pori yang tersumbat oleh kelebihan minyak (sebum), kotoran, dan sel-sel kulit mati. Pori-pori yang tersumbat ini kemudian mengundang bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak semakin liar sehingga menginfeksi jaringan kulit sekitarnya.

Penyumbatan pori cenderung lebih kulit ini rentan terjadi pada orang-orang yang:

  • Membawa gen orangtua yang juga bermasalah dengan kulit berjerawat
  • Cenderung mudah berkeringat sehingga tingkat kelembapan kulitnya tinggi dan memberi peluang pada bakteri untuk berkembang lebih banyak
  • Memakai produk kosmetik yang tidak sesuai dengan kondisi kulit yang sudah berminyak.

Satu hal yang mungkin membedakan jerawat batu dengan jenis jerawat lainnya adalah peran hormon. Kemunculan jerawat kistik sangat dipengaruhi oleh keseimbangan kadar hormon dalam tubuh.

Jerawat batu umum dipicu oleh peningkatan produksi hormon androgen yang di luar batas wajar. Hormon androgen fungsi utamanya adalah mendukung fungsi organ seksual. Namun, hormon ini juga merangsang kelenjar sebaceous (kelenjar minyak) untuk menghasilkan sebum.

Jika kadar androgen lebih banyak daripada seharusnya, kelenjar sebaceous akan jadi lebih aktif. Maka,  sebum yang dihasilkan jadi lebih banyak sehingga membuat pori-pori mudah tersumbat dan kulit mudah berjerawat

Ketidakseimbangan hormon tubuh umumnya terjadi selama masa pubertas, baik pada wanita maupun pria. Namun di luar itu, masalah hormon yang menyebabkan jerawat lebih sering dijumpai pada perempuan; ketika menjelang menstruasi, saat hamil, memasuki masa menopause, dan yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Ciri dan gejala jerawat batu

ciri jerawat batu (sumber: Healthline)

Melansir laman Mayo Clinic, jerawat kistik adalah jenis jerawat yang paling parah.

Ciri-ciri paling utamanya adalah bentuk benjolan merah besar mirip bisul, serta bertekstur lunak dan terasa sakit ketika tersentuh. Akan tetapi, ada juga orang yang mengaku tidak merasa sakit ketika menekan jerawatnya.

Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa ciri dan gejala lain yang bisa Anda kenali:

  • Bentuk benjolan besar merata tanpa memiliki puncak putih yang terangkat ke atas.
  • Nanah yang akan keluar setelah jerawat matang dan pecah.

Jerawat batu umumnya muncul di wajah. Namun, bisa juga menyerang area kulit lainnya, seperti dada, leher, punggung, lengan tangan, dan area belakang telinga.

Dari sekian banyak jenis jerawat, jerawat batu dapat bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Setelah pecah, jerawat batu bisa memicu kulit menghasilkan sel pigmen baru sehingga bekas lukanya akan lebih lama hilang dan warna kulit di lokasi tersebut jadi lebih gelap.

Cara mengatasi dan mengobati jerawat batu

pergi ke dokter kandungan

Jika jerawat menimbulkan rasa nyeri di kulit, Anda bisa meredakannya dengan menggunakan kompres air dingin. Pastikan kain atau handuk untuk mengompres yang Anda pakai bersih agar tidak menimbulkan masalah lain di kulit. Tempelkan kompres tersebut pada jerawat tidak lebih dari 15 menit agar pembengkakan dan rasa nyeri berkurang.

Agar cepat sembuh, Anda tidak dianjurkan untuk memencet jerawat. Tindakan ini dapat memperlambat proses penyembuhan kulit, bahkan memungkinkan terjadinya infeksi dan menyebabkan kulit keropeng.

Langkah aman untuk mengobati jerawat ini adalah periksa ke dokter. Dokter dapat membantu Anda menemukan penyebab timbulnya jerawat sehingga kondisi ini dapat diatasi dengan cara yang tepat. Dokter juga akan mengawasi penggunaan obat untuk mencegah terjadinya efek samping.

Berikut ini beberapa obat yang biasanya digunakan untuk mengobati jerawat kistik, yaitu:

1. Benzoil peroksida

Benzoil peroksida sangat umum digunakan untuk mengobati jerawat ringan, sedang, dan parah. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat, yakni Propionibacterium acnes (P. acnes) dan menghambat pertumbuhannya.

Ada dua jenis benzoil peroksida yang tersedia, yakni berbasis air dan alkohol. Produk yang berbasis air memiliki efek mengeringkan kulit, sehingga lebih cocok digunakan untuk orang yang wajahnya berminyak. Sementara yang berbasis air, lebih baik digunakan untuk orang yang wajahnya kering.

Anda bisa benzoil peroksida dengan berbagai bentuk, seperti cairan pembersih, losion, krim, atau gel. Menggunakan obat ini di bawah pengawasan dokter menghindari terjadinya iritasi kulit sekaligus alergi.

2. Antibiotik

Adanya infeksi bakteri pada jerawat, menandakan bahwa kondisi tersebut bisa diobati dengan antibiotik. Obat ini bekerja untuk mengurangi jumlah bakteri dan mengurangi peradangan sehingga membantu menyembuhkan jerawat batu.

Sayangnya, obat ini tidak bekerja untuk menekan produksi sebum yang berlebihan dan sel kulit mati. Untuk itu, obat ini tidak digunakan sebagai perawatan tunggal.

Anda perlu menggunakan benzoil peroksida agar hasilnya lebih optimal dan mengurangi risiko terjadinya resisten antibiotik,. Pengobatan ini hanya boleh digunakan dalam jangka pendek. Jika jerawat sudah membaik, pengobatan akan dihentikan.

3. Krim, losion, atau gel yang mengandung retinoid

Retinoid berasal dari vitamin A, yang bekerja untuk menghambat pertumbuhan jerawat. Obat ini biasanya digunakan bersamaan dengan antibiotik topikal (yang dioleskan ke kulit). Namun, keduanya tidak digunakan bersamaan pada satu waktu.

Anda harus mengatur penggunaanya, misalnya di pagi hari menggunakan retinoid, kemudian di malam hari menggunakan antibiotik.

Menggunakan retinoid bisa membuat kulit Anda merah dan mengelupas. Akan tetapi ini hanya bersifat sementara, dan akan hilang bila sudah terbiasa. Obat ini juga membuat kulit Anda sangat rentan dengan sengatan sinar matahari.

Oleh karena itu, selama perawatan jerawat batu ini jangan lupa menggunakan tabir surya. Setelah pemakaian, tunggu beberapa saat sebelum Anda keluar rumah.

3. Pakai isotretinoin

Isotretinoin atau dikenal dengan accutane adalah obat yang diformulasikan untuk mengobati jerawat kistik. Namun, penggunaannya harus diawasi dokter, karena penentuan dosisnya yang disesuaikan dengan berat badan.

Perawatan ini biasanya direkomendasikan untuk dilakukan jika pengobatan dengan antibiotik dan benzoil peroksida tidak terbukti ampuh.

Efek samping dari penggunaan obat ini antara lain bibir pecah-pecah, nyeri sendi, peningkatan kadar lipid, dan kerusakan hati. Jika Anda mengalami salah satu gejala, konsultasi pada dokter.

Ibu hamil tidak diperbolehkan menggunakan obat ini karena dapat menyebabkan kelainan bawaan, bayi lahir prematur, atau kematian. Untuk itu, sebelum digunakan oleh wanita, ia harus memastikan lebih dahulu dirinya tidak sedang hamil.

4. Suntikan steroid

Perawatan selanjutnya hanya dilakukan oleh dokter kulit, yakni menyuntikan obat kortikosteroid jenis triamcinolone. Obat ini disuntikkan langsung pada jerawat yang meradang agar lebih cepat sembuh tanpa menimbulkan jaringan parut.

5. Oles tabir surya

Mengoleskan tabir surya setiap hari sebelum keluar rumah akan membantu melindungi kulit Anda dari sinar UV yang dapat semakin menggelapkan warna kulit..

Anda juga bisa mencoba menggunakan produk skincare dengan kandungab vitamin C untuk membantu mencerahkan warna kulit pada bekas luka jerawat.

Cara mencegah jerawat batu

cara membersihkan wajah

Walaupun dapat sembuh, jerawat yang membandel dapat kembali muncul. Jika kulit Anda memang mudah berjerawat, ikuti perawatan sekaligus langkah pencegahannya berikut ini.

1. Bersihkan wajah dengan benar dan rutin

Membersihkan wajah adalah kunci untuk mencegah jerawat kembali muncul, terutama Anda yang memiliki kulit berminyak. Pilih pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit Anda, biasanya yang paling direkomendasikan adalah produk pembersih berlabel ‘non-comedogenic‘ dan ‘oil free‘.

Saat mencuci muka, jangan menggosokkan kulit terlalu keras. Selain itu, hindari mencuci muka terlalu sering kecuali Anda merasa wajah Anda sangat berminyak dan kotor.

2. Jaga pola makan

Munculnya jerawat juga bisa difaktori oleh pola makan yang kurang tepat. Cobalah untuk mengurangi atau menghindari beberapa makanan berikut ini.

Produk susu

Mengurangi makanan yang berbahan susu, seperti keju dan es krim, membuat jerawat jadi membaik. Cobalah untuk pantang memakan makanan tersebut, tunggu hingga dua minggu, dan lihat apakah frekuensi munculnya jerawat Anda berkurang. Jika ya, berarti Anda harus berusaha menghindari susu.

Makanan tinggi gula

Makanan yang manis-manis dapat memperparah jerawat batu dan merangsang tumbuhnya jerawat baru. Ketimbang makan kentang goreng atau kue manis, sebaiknya Anda memilih makanan yang mengandung gula alami, seperti buah. Buah mengandung vitamin dan antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit.

Makanan rendah serat, kafein, dan cokelat

Makan rendah serat bisa rentan membuat masalah pada usus. Akibatnya, nutrisi makanan tidak diserap baik dan bisa berpengaruh pada kesehatan kulit. Selain meningkatkan asupan makan berserat, seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan, Anda juga perlu mengurangi cokelat dan kafein.

Kandungan gula dan kafein pada cokelat dapat merangsang produksi hormon stres alias hormon kortisol yang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya jerawat.

3. Tidur cukup dan teratur

Tidur pada malam hari harus lebih dari 5 jam, sebab kurang tidur juga akan membuat hormon Anda kacau. Selain itu, insomnia juga mengakibatkan tubuh tidak bisa melakukan proses detoksifikasi dengan baik.

Oleh karena itu, perbaiki kembali kualitas tidur Anda dengan memastikan Anda tidur 6 hingga 8 jam sehari. Kemudian, cobalah tidur dan bangun di waktu yang sama agar jam biologis tubuh terbiasa dengan hal tersebut. Hidari berbagai hal yang mengganggu tidur, seperti menonton TV atau bermain ponsel menjelang tidur.

4. Olahraga dan kurangi stres

Jika pola makan dan kualitas tidur sudah baik, Anda perlu melengkapi dengan olahraga. Ini mendukung tidur Anda jadi lebih baik sekaligus memperlancar sirkulasi darah di kulit. Kulit jadi lebih sehat karena oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan kulit tersampaikan dengan baik.

Selain itu, olahraga juga menjadi salah satu cara untuk meredakan stres. Perlu Anda ketahui bahwa stres bisa memperburuk jerawat. Jadi, dengan melakukan olahraga, Anda mencegah jerawat jadi lebih parah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca