Fakta Soal Komedo: Penyebab, Cara Menghilangkan, dan Bedanya dengan Jerawat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Apakah wajah Anda penuh dengan komedo? Biasanya, komedo muncul di bagian hidung. Tak heran, banyak produk penghilang komedo khusus untuk menghilangkan komedo di hidung. Namun, ternyata komedo bisa muncul di bagian manapun di wajah, tak cuma di hidung. Namun, sebenarnya apa sih komedo itu? Apa penyebab komedo?

1. Sebenarnya komedo muncul dari mana, sih?

Komedo biasa muncul di wajah dengan ciri-ciri bintik kecil berwarna gelap. Mungkin terlihat seperti jerawat, tapi komedo lebih ringan dan berwarna gelap. Warna gelap ini terbentuk dari pigmen melanin (yang dihasilkan sel-sel kulit) yang sudah kena paparan udara atau sinar matahari sehingga mengalami proses oksidasi.

Komedo paling sering muncul di hidung, dagu, sekitar bibir, dan sekitar telinga. Selain di wajah, komedo juga bisa muncul di punggung, leher, lengan, bahu, bahkan dada. Hal ini karena ada banyak folikel rambut di daerah tersebut. Rambut tumbuh dari folikel rambut yang terletak di pori-pori. Nah, ada kelenjar khusus yang menghasilkan sebum atau minyak alami kulit di bawahnya.

Ketika pori-pori ini tersumbat oleh sebum dan sel-sel kulit mati, sel kulit mati yang berada di pori-pori tersebut dapat bereaksi dengan oksigen dan berubah warna menjadi hitam. Namun, bila kulit di sekitar pori-pori yang tersumbat ini menutup, sel kulit mati tidak bereaksi dengan oksigen dan akan berwarna putih. Keduanya sama-sama disebut komedo.

2. Apa yang menjadi penyebab komedo?

Penyebab komedo umumnya adalah kotoran yang terjebak di pori-pori kulit. Hal ini mungkin terjadi bila Anda termasuk orang yang jarang membersihkan muka, terutama setelah Anda menggunakan makeup.

Sebenarnya ada dua faktor yang bisa meningkatkan risiko munculnya komedo pada wajah, yaitu usia dan perubahan hormon. Komedo sering muncul saat pubertas, di mana peningkatan hormon pada saat ini dapat memicu produksi minyak di bawah kulit.

Produksi hormon androgen yang meningkat saat pubertas (baik pada laki-laki maupun pada perempuan) memicu produksi minyak atau sebum dan sel kulit mati lebih banyak. Namun, perubahan hormon rupanya tak hanya terjadi saat pubertas saja, tapi juga saat menstruasi, kehamilan, dan saat menggunakan pil KB.

Beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan timbulnya komedo adalah:

  • Penggunaan kosmetik yang dapat menutupi pori-pori kulit
  • Banyak mengeluarkan keringat
  • Bercukur, yang dapat membuat folikel rambut terbuka
  • Stres atau kondisi lain yang berhubungan dengan perubahan hormon, seperti sindrom pramenstruasi (PMS) dan PCOS
  • Penggunaan obat steroid, seperti kortikosteroid

3. Apa bedanya komedo dengan jerawat?

Kadang, Anda mungkin tidak bisa membedakan antara komedo dengan jerawat. Padahal, keduanya adalah hal berbeda dan butuh penanganan yang berbeda pula.

Jerawat biasanya berwarna putih karena nanah atau merah saat meradang, sedangkan komedo dapat berwarna hitam atau putih. Warna merah pada jerawat ini bisa muncul karena terjadi peradangan pada kulit. Sementara komedo bukan terjadi karena peradangan, melainkan karena proses oksidasi.

Dilihat dari ukuran, biasanya komedo berbentuk lebih kecil, bahkan kadang mungkin Anda tidak menyadari bahwa Anda memiliki komedo. Sementara itu, jerawat bisa mempunyai ukuran yang cukup besar.

4. Bagaimana cara menghilangkannya?

Membersihkan wajah dengan rajin bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah timbulnya komedo. Anda sebenarnya bisa mengangkat komedo dengan cara memencet kulit di sekitar komedo agar keluar. Akan tetapi, ini dapat memperparah kondisi, misalnya malah menimbulkan peradangan yang sebelumnya tidak ada. Cara lain yang bisa Anda lakukan adalah melakukan facial atau menggunakan strip pori.

Jika komedo masih membandel, Anda mungkin perlu untuk memeriksakannya ke dokter kulit. Dokter kulit bisa merekomendasikan obat yang untuk membantu membersihkan komedo sesuai jenis kulit Anda.

5. Bagaimana jika komedo dibiarkan?

Komedo yang dibiarkan bisa berkembang menjadi jerawat yang parah. Penyumbatan di pori-pori kulit membuat minyak terus menumpuk di bawah kulit. Ditambah lagi, wajah yang kotor, berminyak, dan kebiasaan memegang wajah membuat kuman mudah menempel di kulit.

Hal ini kemudian membuat pori-pori kulit yang tersumbat menjadi iritasi dan membesar. Lama-kelamaan, pori-pori kulit tersebut akan pecah, sel darah putih masuk, dan pori-pori menjadi merah dan bengkak. Akhirnya, terbentuklah jerawat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Benjolan Tubuh Ini Tidak Berbahaya dan Bukan Ciri Penyakit Serius

Tidak semua benjolan dari dalam kulit berbahaya dan seharusnya dihilangkan. Kenali berbagai benjolan jinak yang umum ditemukan pada tubuh manusia.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 26/01/2020 . 5 mins read

Panduan Memilih Sabun Muka Terbaik untuk Wajah Berjerawat

Mencuci muka jadi langkah penting agar jerawat di wajah tidak bertambah parah. Jangan asal beli, yuk ikuti panduan membeli sabun muka untuk jerawat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Jerawat, Health Centers 24/01/2020 . 5 mins read

Sebenarnya, Perlukah Pakai Asam Lemak Esensial untuk Merawat Wajah?

Minyak yang mengandung asam lemak esensial digunakan sebagai produk perawatan untuk kulit wajah. Sebenarnya, perlukah Anda menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Kecantikan 01/12/2019 . 4 mins read

Skin Care Alami Belum Tentu Aman, Ini Alasannya Menurut Ahli

Banyak yang beralih menggunakan skin care alami karena khawatir akan efek samping produk bahan kimia. Namun, klaim alami tak berarti seratus persen aman.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 27/11/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

skincare bulan puasa

Apa Saja Produk Skincare yang Anda Butuhkan Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020 . 4 mins read
glass skin

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . 4 mins read
kulit rusak saat puasa

7 Kesalahan yang Membuat Kulit Rentan Rusak Selama Bulan Puasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . 4 mins read
merawat kulit saat karantina

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . 6 mins read