Pentingnya Eksfoliasi untuk Kulit dan Cara Aman Melakukannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Setiap hari tubuh Anda menghasilkan jutaan sel kulit mati. Bila tidak dibersihkan, sel kulit mati akan menumpuk dan menyebabkan berbagai masalah pada kulit. Eksfoliasi membantu mengatasi hal ini dengan mengelupas lapisan kulit mati yang menumpuk pada badan dan wajah Anda.

Meski demikian, patut diingat bahwa eksfoliasi adalah proses yang bersifat mengikis kulit. Agar kulit mendapatkan manfaat yang optimal, berikut berbagai hal yang perlu Anda ketahui terkait eksfoliasi.

Pentingnya eksfoliasi untuk kulit

kebiasaan yang bikin kulit kusam dan rusak

Kulit secara alami membuang lapisan terluarnya setiap satu bulan sekali. Lapisan ini sebenarnya bisa mengelupas dengan sendirinya. Akan tetapi, laju pengelupasan kulit akan melambat seiring bertambahnya usia.

Jika lapisan kulit yang mati tidak mengelupas, sel-sel baru di bawahnya tidak dapat muncul ke permukaan kulit sehingga kulit tampak kusam dan kering. Selain itu, sel kulit mati yang menumpuk juga bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Melakukan eksfoliasi amat penting karena perawatan ini membantu kulit mempercepat proses pengelupasan serta meringankan beberapa kondisi kulit. Itulah sebabnya eksfoliasi menjadi salah satu perawatan yang baik untuk kulit.

Selain mempercepat proses alami pengelupasan kulit, perawatan ini juga memberikan manfaat lain. Kulit menjadi lebih cerah karena sel-sel kulit yang menumpuk sudah dibersihkan dan aliran darah pada wajah menjadi lebih lancar.

Prosedur yang juga dikenal sebagai peeling ini juga meningkatkan keampuhan produk perawatan kulit dan wajah. Pasalnya, lapisan kulit lebih mudah ditembus oleh produk skin care sehingga manfaatnya pun menjadi lebih optimal.

Jenis perawatan eksfoliasi kulit dan wajah

chemical peeling adalah

Ada dua cara melakukan eksfoliasi. Pertama, secara fisik dengan sikat atau scrubbing untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Sementara itu, cara kedua menggunakan bahan kimia dengan mengoleskan asam pada kulit untuk melarutkan sel-sel kulit mati.

Berikut perbedaan keduanya.

1. Eksfoliasi kimia (chemical peeling)

Chemical peeling bisa dikatakan sebagai eksfoliasi kimia karena menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki tekstur kulit dengan mengangkat lapisan kulit paling atas. Perawatan ini dilakukan untuk meremajakan kulit, misalnya mengatasi kulit kerutan, tekstur kulit yang tidak rata, serta memulihkan kulit wajah yang luka.

Eksfoliasi kimia biasanya dilakukan oleh tenaga profesional seperti dokter spesialis kulit. Dokter awalnya akan bertanya kepada Anda terkait keluhan tertentu pada kulit, riwayat kesehatan kulit, serta obat-obatan yang pernah Anda gunakan.

Metode ini aman untuk kulit, tapi Anda tak boleh melakukannya sendiri. Chemical peeling pada dasarnya adalah perawatan medis. Melakukan chemical peeling secara sembarangan berisiko menimbulkan efek samping dan kerusakan kulit permanen.

Meski begitu, Anda tetap boleh menggunakan produk skin care mengandung bahan kimia eksfoliator seperti alpha dan beta-hydroxy acid (AHA dan BHA). Selalu gunakan produk eksfoliator sesuai anjuran agar proses eksfoliasi tidak menjadi berlebihan.

Bicara soal hasil, chemical peeling dapat memperbaiki tekstur dan warna kulit, serta menghilangkan kerutan wajah. Pada prosedur pertama mungkin hasilnya tidak terlihat optimal. Namun, hasil yang optimal dilihat secara bertahap.

2. Eksfoliasi fisik (scrub)

butiran scrub untuk kulit wajah

Selain chemical peeling, opsi lain yang tak kalah populer untuk mengelupas lapisan kulit mati adalah scrubbing. Ada banyak produk yang menawarkan kelebihan scrub berdasarkan bahan dasar scrub yang digunakan.

Scrub untuk eksfoliasi wajah maupun badan biasanya terbuat dari bahan alami, mulai dari garam dan gula, oatmeal, hingga batu apung. Apapun jenisnya, yang terpenting adalah memilih bahan dengan manfaat yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Scrub sangat bermanfaat untuk mencegah pori-pori yang tersumbat serta munculnya komedo dan jerawat. Sayangnya, scrubbing tidak menghilangkan jerawat. Pada wajah yang berjerawat, penggunaan scrub justru meningkatkan risiko peradangan.

Tidak seperti chemical peeling, eksfoliasi menggunakan scrub bisa dilakukan secara mandiri. Namun, hindari menekan scrub terlalu keras pada kulit karena hal ini dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, dan sensasi perih pada kulit.

Scrubbing bisa dilakukan satu sampai dua kali seminggu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Setelah scrub, kulit akan terlihat lebih bersih, lembut, dan cerah. Meski begitu, perlu diingat bahwa scrubbing belum tentu cocok untuk semua orang.

Waktu terbaik melakukan eksfoliasi untuk tiap jenis kulit

scrub masker perawatan kulit kopi cokelat

Proses eksfoliasi bermanfaat untuk mengurangi kulit kusam dan memperbaiki kondisi kulit. Walau demikian, perawatan ini tetap tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Waktu eksfoliasi tergantung dari jenis kulit Anda.

Setiap individu memiliki jenis kulit yang berbeda, seperti kulit kering atau sensitif, berminyak dan berjerawat, kulit kombinasi, serta mature skin yang mulai mengalami penuaan. Keempat jenis kulit ini membutuhkan waktu eksfoliasi yang berbeda.

Berikut waktu terbaik melakukan eksfoliasi untuk tiap jenis kulit.

1. Kulit kering atau sensitif

Waktu eksfoliasi yang disarankan untuk tipe kulit kering atau kulit sensitif setidaknya 1-2 kali setiap minggu. Namun, perlu diperhatikan bahwa pemakaian produk eksfoliasi yang keras dan terlalu sering dapat mengiritasi kulit.

Menurut ahli estetika, Elena Duque, tipe kulit wajah sensitif membutuhkan eksfoliator yang mengandung asam glikolat. Selain itu, Anda juga bisa memilih produk eksfoliasi kimiawi yang mengandung moisturizer dan diformulasikan untuk kulit sensitif.

2. Kulit berminyak atau berjerawat

Eksfoliasi untuk tipe wajah berminyak atau berjerawat dilakukan 2-3 kali seminggu. Pilihan produk yang disarankan adalah eksfoliator kimia dengan kandungan asam salisilat. Bahan ini dapat menyerap minyak sehingga mengurangi sebum pada wajah.

3. Kulit kombinasi

Kulit kombinasi adalah gabungan dari tipe kulit berminyak atau berjerawat, sekaligus kering atau sensitif pada area wajah yang lain. Waktu perawatan eksfoliasi wajah yang direkomendasikan untuk tipe kulit ini adalah dua sampai tiga kali per minggu.

Anda masih dapat menggunakan jenis eksfoliasi fisik atau kimiawi, misalnya scrub, produk dengan kandungan asam, atau enzim tertentu. Coba lihat efeknya pada kulit Anda untuk menentukan jenis eksfoliator yang paling sesuai.

4. Mature skin

Mature skin adalah kulit yang mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan seperti garis halus, keriput, dan flek hitam. Bagi Anda yang memiliki mature skin, eksfoliasi kulit wajah dapat dilakukan dua kali per minggu dengan menggunakan eksfoliator kimia.

Anda bisa memilih produk eksfoliator yang mengandung alpha-hydroxy acid (AHA). Kandungan ini banyak dicari karena sifatnya yang mengencangkan kulit sehingga bisa menunda tanda-tanda penuaan dini.

Cara melakukan eksfoliasi yang aman

scrub gula garam

Agar proses menghilangkan sel kulit mati yang Anda lakukan memberikan manfaat, perhatikan langkah-langkahnya berikut ini.

1. Kenali jenis kulit Anda

Jenis kulit Anda ikut menentukan perawatan apa yang sebaiknya Anda lakukan serta seberapa sering Anda perlu melakukannya. Jadi, kenali jenis kulit Anda terlebih dulu sebelum melakukan perawatan apa pun, termasuk eksfoliasi.

2. Pilih produk perawatan yang tepat

Begitu Anda sudah mengenali jenis kulit sendiri dan kebutuhannya, akan lebih mudah untuk memilih produk yang sesuai. Anda dapat menentukan apakah jenis kulit Anda cocok menggunakan asam glikolat, AHA dan BHA, scrub, maupun bahan lainnya.

Hindari bahan-bahan yang bisa mengurangi kelembapan kulit seperti benzoyl peroxide atau retinol. Pastikan Anda juga selalu membersihkan scrub, sikat, serta handuk untuk membersihkan wajah baik sebelum dan sesudah pemakaian.

3. Buat jadwal rutin

Kebutuhan eksfoliasi setiap orang berbeda-beda. Ada yang hanya perlu melakukannya setiap dua kali seminggu, dan ada pula yang lebih sering. Jadwal eksfoliasi dengan scrub pun mungkin berbeda dengan chemical peeling bersama dokter.

Inilah pentingnya membuat jadwal rutin. Paling tidak, ingat baik-baik berapa kali Anda harus mengeksfoliasi kulit dalam seminggu. Contohnya, jika Anda perlu eksfoliasi tiap dua kali seminggu, coba lakukan secara rutin pada hari Rabu dan Minggu.

4. Pilih metode yang sesuai

Kulit kering, sensitif, atau berjerawat dianjurkan memilih perawatan dengan kain lap dan eksfoliator kimia ringan. Sementara untuk tipe kulit berminyak, pilihlah produk perawatan kimia yang lebih kuat kadar asam salisilatnya serta bantuan scrub atau sikat.

5. Lakukan eksfoliasi dengan benar dan hati-hati

Sebelum mengeksfoliasi, bersihkan permukaan kulit terlebih dahulu dan bilas dengan air hangat untuk membuka pori-pori. Kemudian, oleskan produk atau scrub pada kulit secara perlahan dengan gerakan melingkar.

Lakukan hal tersebut selama 30 detik dan bilas dengan air hangat. Keringkan wajah dengan cara ditepuk-tepuk pelan menggunakan handuk kering. Setelah itu, oleskan pelembap kulit secara merata agar kelembapan kulit tetap terjaga.

Kesalahan dalam eksfoliasi yang perlu dihindari

Scrub Kopi Untuk Cerahkan Kulit

Terkadang kulit bisa saja tidak mengalami perkembangan walaupun Anda sudah rajin menggunakan scrub atau produk skin care mengandung eksfoliator kimia. Masalah ini biasanya disebabkan oleh beragam kesalahan berikut.

1. Tidak rutin atau terlalu sering melakukan eksfoliasi

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Anda harus mengeksfoliasi kulit secara rutin. Jika terlalu jarang, hasilnya mungkin tidak akan terlihat. Namun, bila dilakukan secara berlebihan, kulit justru bisa mengalami iritasi dan tampak kemerahan.

2. Hanya fokus pada T-zone

Semua area wajah pasti menghasilkan sel-sel kulit mati. Sayangnya, tak sedikit yang melewatkan hal ini karena masalah kulit umumnya paling sering muncul pada area T-zone yang terdiri dari dahi, hidung, dagu, dan pipi.

Padahal, semua area wajah perlu mendapatkan perawatan yang sama. Jadi, jangan sampai Anda melupakan area wajah lain karena terpaku untuk mengangkat sel-sel mati pada area T-zone saja.

3. Lupa menggunakan tabir surya atau pelembap

Proses eksfoliasi menghilangkan lapisan kulit paling luar sehingga kulit menjadi lebih sensitif. Maka dari itu, pemakaian tabir surya dan pelembap menjadi sangat penting. Kedua produk ini akan melindungi kulit selama sel-sel kulit yang baru memperbanyak diri.

4. Ragu menggunakan bahan kimia khusus eksfoliasi

Banyak orang masih takut menggunakan eksfoliator kimia, terutama yang memiliki kulit sensitif. Padahal, eksfoliator kimia seperti asam AHA dan BHA, asam salisilat, dan lain-lain paling aman digunakan dibandingkan scrub yang cenderung kasar.

Hanya saja, Anda harus paham betul bagaimana kondisi kulit Anda terlebih dahulu sebelum memilih bahan yang hendak digunakan. Bahkan, akan lebih baik lagi jika Anda menggunakan eksfoliator berbasis bahan kimia dibawah pengawasan dokter.

Eksfoliasi adalah unsur yang tak terpisahkan dari rutinitas perawatan kulit. Fungsinya untuk mengelupas sel-sel kulit mati supaya kulit tampak lebih cerah dan terhindar dari masalah penyumbatan pori-pori.

Perawatan ini sangat aman dan bermanfaat, tapi harus dilakukan dengan cara yang aman agar kulit bisa mendapatkan manfaatnya tanpa mengalami efek samping. Apa pun jenis yang Anda pilih, jangan lupa untuk selalu mengikuti ikuti anjuran yang ada.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Bagi korban KDRT, meninggalkan pasangan yang abusive tak semudah itu. Ini dia alasan korban KDRT bertahan meski hubungannya sarat kekerasan dan kekejaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Perceraian memang bukan sesuatu yang tabu. Tapi keutuhan rumah tangga adalah cita-cita banyak orang. Bagaimana cara menghindari perceraian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Psikologi, Seks & Asmara 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
arti warna dahak

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit