Jerawat Nodul

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu jerawat nodul?

Jerawat nodul adalah jenis jerawat di bawah permukaan kulit yang berukuran besar, terasa keras, dan sakit. Jerawat ini dapat bertahan selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Jerawat yang keras disentuh ini tergolong jerawat parah dan tidak dapat diobati dengan obat bebas (nonresep).

Seberapa umumkah jerawat nodul?

Jerawat ini dapat terjadi pada siapa saja. Namun, jerawat nodul lebih umum terjadi pada remaja laki-laki di masa pubertas ketimbang remaja perempuan.

Orang dewasa juga bisa mengalami masalah kulit ini karena berbagai faktor. Untuk mengurangi kemunculan jerawat parah ini, hindari berbagai faktor risikonya, salah satunya penerapan gaya hidup sehat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala jerawat nodul?

Ada beberapa tanda dan gejala yang bisa Anda perhatikan Untuk membedakan jerawat parah ini dengan jerawat biasa. Di antaranya:

  • Terlihat benjolan di bawah kulit sehingga membuat kulit tersebut mengencang
  • Area kulit yang mengencang bisa memerah karena adanya peradangan
  • Jika disentuh akan terasa sakit
  • Tidak memiliki “kepala” dan tidak berisi nanah
  • Masa penyembuhannya lebih lama dibanding jerawat biasa, yakni berminggu-minggu atau berbulan-bulan

Ada tanda dan gejala yang mungkin tidak disebutkan di atas. Jika Anda mengkhawatirkan adanya gejala lain yang menyertai, konsultasikan ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Pengobatan rumahan atau tanpa resep dokter, tidak dapat menyembuhkan jerawat jenis ini. Jadi, akan lebih baik segera hubungi dokter jika Anda mencurigai bahwa masalah kulit yang Anda hadapi adalah jerawat nodul.

Lebih cepat mendapat perawatan dokter, lebih mudah pengobatan dan proses pemulihan kulit dari jerawat.

Penyebab

Apa penyebab jerawat nodul?

Jerawat nodul terbentuk dari penyumbatan pori-pori oleh penumpukan sel kulit mati, sebum (minyak) yang berlebihan, dan bakteri.

Kulit memiliki kelenjar sebaceous yang menghasilkan sebum untuk menjaga kelembapan kulit. Namun, produksinya bisa berlebihan karena kelenjar sebaceous terlalu aktif. Kemudian, sel kulit juga terus memperbarui diri, sehingga sel yang mati dapat menumpuk di permukaan kulit dan menutupi pori-pori.

Bukaan pori-pori yang menyempit ini menutup jalan keluar sebum yang berlebihan ke permukaan kulit. Akibatnya, baik sebum dan sel kulit mati akan terjebak di pori-pori dan mengundang bakteri untuk berkembang biak.

Sebenarnya, proses terjadinya jerawat nodul sama seperti jerawat biasa. Akan tetapi, kondisinya yang lebih parah diyakini ahli kesehatan terjadi akibat peradangan yang menembus hingga ke lapisan kulit lebih dalam.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena jerawat nodul?

Berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena jerawat parah ini, yaitu:

Hormon androgen yang tidak seimbang

Hormon seksual yang kadarnya lebih tinggi dari seharusnya dapat merangsang produksi sebum lebih banyak oleh kelenjar sebaceous. Kondisi tersebut membuat kulit jadi lebih berminyak dan rentan menyumbat pori-pori.

Perubahan hormon ini biasanya terjadi saat menstruasi, hamil, atau menggunakan obat-obatan tertentu yang mengandung lithium, kortikosteroid, dan testosteron.

Keturunan

Gen bawaan dari orangtua atau keluarga ternyata bisa meningkatkan risiko terjadinya jerawat. Jadi, apabila ada anggota keluarga yang bermasalah dengan jerawat nodul, kemungkinan besar anggota keluarga yang lain juga mengalami kondisi serupa.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk jerawat nodul?

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan memeriksa kulit yang berjerawat secara langsung. Kemudian, menentukan tingkat keparahan dan perawatan yang tepat untuk mengobatinya.

Pada kasus yang parah, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan tambahan agar pengobatan jadi lebih efektif dan kulit dapat kembali pulih lebih cepat.

Apa saja pilihan pengobatan untuk jerawat nodul?

American Academy of Dermatology merekomendasikan perawatan dokter untuk mengobati jerawat yang parah ini. Pasalnya, perawatan tanpa resep dokter tidak akan mengobati jerawat secara efektif dan meningkatkan bekas luka permanen yang lebih besar.

Beberapa pengobatan dokter yang bisa mengobati jerawat nodul, antara lain:

Antibiotik

Infeksi pada penyumbatan oleh bakteri dapat dihentikan dengan antibiotik, seperti tetracycline. Tidak hanya membunuh bakteri, obat ini juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Hanya saja, obat ini hanya boleh digunakan dalam jangka pendek agar tidak menimbulkan resistensi antibiotik (bakteri kebal pada antibiotik).

Biasanya pengobatan hanya berjalan selama 7 hingga 10 hari, dikombinasikan dengan pemakaian benzoil peroksida, asam salisilat, atau retinoid agar hasilnya lebih efektif. Antibiotik yang digunakan tersedia dalam bentuk topikal (dioleskan ke kulit) maupun oral (diminum).

Isotretinoin

Isotretinoin adalah obat yang cukup kuat untuk mengobati semua jenis jerawat. Namun, penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter karena dapat menimbulkan efek samping yang merugikan, seperti:

  • Kulit, mata, bibir, tenggorokan menjadi kering
  • Kulit jadi lebih sensitif dengan sinar matahari
  • Sakit kepala dan nyeri badan

Obat ini tidak direkomendasikan untuk ibu hamil karena bisa mengganggu pertumbuhan janin. Anda perlu memastikan diri sedang tidak hamil sebelum menggunakan obat ini.

Pil KB

Wanita yang kulitnya berjerawat dan diketahui penyebabnya adalah hormon yang tidak seimbang, bisa menggunakan pil KB untuk mengobati jerawat.

Obat antiandrogen ini bisa mengurangi aktivitas kelenjar sebaceous dalam memprodusksi sebum. Namun, penggunaan obat ini sangat perlu pertimbangan antara manfaat dengan efek sampingnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat nodul?

Meskipun efektif disembuhkan dengan perawatan dokter, pengobatan rumahan juga perlu dilakukan. Tujuannya, agar kesehatan kulit meningkat dan kulit dapat pulih lebih cepat dari jerawat sekaligus mencegahnya kembali kambuh.

Berikut ini beberapa pengobatan rumahan yang membantu penyembuhan jerawat nodul, di antaranya:

  • Cuci muka dengan sabun pembersih yang tepat sebanyak dua kali sehari. Pilih pembersih wajah yang tidak minim risikonya menyebabkan penyumbatan, biasanya dilabeli ‘non-comedogenic’ atau ‘oil free’.
  • Tidak menggunakan riasan terlalu tebal dan bersihkan di malam hari menjelang tidur.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan karena dapat memindahkan bakteri ke kulit.
  • Gunakan masker bentonite dari rutin, yakni dua kali seminggu untuk membersihkan minyak dan sel kulit mati di wajah.
  • Memakai tabir surya dengan SPF 30 setiap hari untuk mencegah paparan sinar matahari yang memperburuk jerawat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan

Share now :

Direview tanggal: November 7, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca