Manfaat dan Efek Samping Retinol untuk Kecantikan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Retinol atau retinoid adalah senyawa aktif yang terkandung dalam skincare seperti serum atau essence. Banyak orang yang percaya bahwa retinol bisa bikin wajah jadi cerah, bersih, dan berseri. Benarkah manfaat retinol itu untuk kulit?

Apa itu retinol?

Dikutip dari laman Harvard Medical School, retinol atau retinoid adalah zat yang terbuat dari vitamin A. Retinol awalnya digunakan sebagai obat jerawat pada tahun 1970-an. Akan tetapi para peneliti menemukan manfaat retinol lainnya, salah satunya untuk mencegah penuaan.

Kini retinol terbagi menjadi beberapa jenis. Ada yang bernama tretinoin, adapalene, tazarotene, alitretinoin, dan bexarotene. Semuanya sama mengandung vitamin A yang bisa membantu mengatasi masalah kulit.

Obat yang mengandung retinol tersedia dalam bentuk krim, gel, dan cairan.

Apa saja manfaat retinol untuk kulit?

cream untuk kulit sensitif

1. Mengobati jerawat

Obat atau skin care  yang mengandung retinol paling sering diresepkan oleh dokter untuk jerawat dengan keparahan ringan hingga sedang.

Manfaat retinol pada jerawat bisa dilihat dari cara kerjanya. Retinol bekerja membuka sumbatan pori-pori, agar zat obat jerawat bisa meresap ke kulit lebih baik untuk membunuh bakteri.

Selain itu, retinol bermanfaat untuk mengurangi produksi minyak di wajah dan mencegah peradangan kulit.

Agar mendapatkan manfaat retinol untuk jerawat, oleskan obat ini ke kulit sehari sekali sekitar 20-30 menit setelah membersihkan wajah Anda. 

2. Mencegah keriput di wajah akibat penuaan

Manfaat retinol khususnya jenis tretinoin dapat mencegah munculnya keriput atau garis halus di wajah. Tretinoin bekerja meningkatkan produksi kolagen baru di dalam kulit. Selain itu, retinol juga merangsang aliran darah kulit yang bisa membuat kulit jadi tampak cerah kemerahan.

Manfaat retinol lainnya adalah memudarkan bintik-bintik hitam akibat penuaan dan mengurangi bintik kulit prakanker yang disebut actinic keratosis. Tretinoin juga dapat membantu mencegah efek radiasi ultraviolet yang lebih serius pada kulit wajah.

Agar maksimal mendapatkan manfaat retinol, dokter juga akan meresepkan Alpha Hidroxy Acids (AHA) untuk membantu menghaluskan kulit. Oleskan krim anti penuaan yang mengandung retinol ke wajah, leher, dada, tangan, dan lengan Anda setidaknya dua kali dalam seminggu.

3. Mengendalikan gejala psoriasis

Retinoid punya manfaat untuk memperlambat pertumbuhan sel kulit pada orang dengan psoriasis. Jika Anda memiliki psoriasis, dokter akan menganjurkan untuk mengoleskan setetes kecil krim retinol, sekali sehari sebelum tidur. Krim atau gel retinol untuk psoriasis sering dikombinasikan dengan pengobatan steroid.

4. Mengobati kutil

Dokter dapat meresepkan krim mengandung retinol untuk mengobati kutil. Cara kerja krim ini adalah dengan mengganggu pertumbuhan sel kutil.

Retinol untuk pengobatan kutil bisa diperoleh lewat resep dan cara pakai yang tepat dari anjuran dokter. Krim mungkin perlu digunakan selama beberapa bulan sampai kutil menghilang.

Efek samping dan peringatan pemakaian retinol

Meski punya banyak manfaat, retinol juga dapat menyebabkan efek samping. Antara lain:

  • Kulit kering dan iritasi
  • Perubahan pada warna kulit
  • Kulit mengalami sensitivitas terhadap sinar matahari
  • Kulit jadi kemerahan, bengkak, keras, atau melepuh

Hindari sinar matahari saat sedang menggunakan krim retinol, terutama paparan pukul 10 pagi dan 2 siang.  Bila hendak keluar rumah dan terpapar sinar matahari, kenakan tabir surya minimal SPF 30 atau lebih tinggi. Jangan lupa juga gunakan pelembab untuk mencegah kulit kering yang bisa menghambat kerja retinol.

Anda juga bisa menggunakan pakaian yang menutupi wajah, seperti topi atau masker. Untuk menutupi sinar matahari ke tubuh, kenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang.

Manfaat retinol hanya bisa didapat dengan dosis dan cara pakai yang benar. Pemakaian berlebihan hanya akan memicu efek samping.Maka, jangan pernah menggunakan produk dengan dosis yang lebih banyak atau menggunakannya lebih sering dari yang diresepkan oleh dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca