6 Jenis Jerawat yang Paling Umum, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/11/2019 . 7 mins read
Bagikan sekarang

Anda mungkin selama ini mengira jerawat hanya berupa benjolan merah di kulit yang kadang mengeluarkan nanah jika dipencet. Namun kenyataannya, itu baru satu dari sekian banyak jenis jerawat yang ada di dunia. Bahkan Anda mungkin sebenarnya pernah mengalami satu-dua jenis jerawat yang berbeda, tapi tidak menyadarinya. Mengetahui macam-macam bentuk jerawat penting agar pengobatan yang Anda lakukan tidak sia-sia karena salah sasaran. Yuk, cari tahu berbagai jenis jerawat yang umum dan cara mengatasinya.

Berbagai jenis jerawat yang suka muncul di wajah

Jerawat umumnya disebabkan karena pori-pori kulit yang tersumbat oleh minyak berlebih, kotoran, sel kulit mati, dan terinfeksi bakteri. Meski begitu, jerawat juga bisa muncul karena perubahan hormon dalam tubuh.

Melihat faktor penyebabnya yang bermacam-macam, tidak heran jika jerawat memiliki banyak rupa berbeda. Jenis jerawat itu sendiri dibagi dalam dua kelompok, yaitu jerawat noninflamasi (tidak menyebabkan pembengkakan) dan jerawat inflamasi (menyebabkan pembengkakan pada kulit yang berwarna merah). Setiap jenis jerawat pun harus diobati dengan caranya masing-masing agar efektif.

Berikut ulasan lebih lengkapnya:

1. Blackhead (komedo terbuka)

Komedo hitam (blackhead) adalah benjolan kecil berwarna hitam di permukaan kulit wajah, seringnya muncul di area hidung.

Komedo hitam muncul karena folikel rambut pada pori yang terbuka tersumbat oleh minyak (sebum) dan sel-sel kulit mati. Jenis jerawat ini tampak seperti bintik-bintik hitam karena bagian atas pori-pori kulit tetap terbuka, namun sisa di bawahnyalah yang tersumbat.

Komedo hitam tidak menimbulkan rasa sakit atau kemerahan di kulit seperti jerawat pada umumnya. Blackhead atau komedo terbuka juga sering disebut sebagai jerawat ringan karena tidak menyebabkan peradangan.

2. Whitehead (komedo tertutup)

Whitehead atau komedo tertutup juga merupakan jenis jerawat yang disebabkan penyumbatan pori-pori  oleh minyak dan sel kulit mati.

Namun tidak seperti komedo hitam yang hanya tersumbat sebagian, penyumbatan whitehead menutupi seluruh permukaan teratas pori. Alhasil, penampilan jerawatnya akan seperti benjolan putih kecil.

Whitehead dapat terjadi pada siapa saja di usia berapa saja. Namun memang lebih sering dialami wanita, terutama di masa pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menopause karena pengaruh hormon.

Whiteheads umumnya lebih susah diobati ketimbang blackheads karena pori-pori sudah tertutup.

3. Papula

jenis jerawat papula (sumber: Medical News Today)

Papula adalah jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit, dapat teraba sebagai tonjolan padat dan terasa nyeri. Kulit di sekitar tonjolannya tampak bengkak kemerahan. Namun, jerawat papula tidak memiliki titik nanah pada puncaknya.

Papula muncul ketika whitehead atau blackhead dibiarkan sampai memicu iritasi parah yang merusak kulit di sekitarnya. Kerusakan ini menyebabkan peradangan pada kulit, sehingga jadilah papula. Itu kenapa papula sering juga disebut jenis jerawat inflamasi.

4. Pustula

jenis jerawat pustula (sumber: Medical News Today)

Pustula adalah jenis jerawat berupa benjolan yang lebih besar dan lunak. Bagian dasarnya berwarna kemerahan, sementara puncaknya berwarna putih atau kekuningan dan tampak lebih terangkat karena terisi nanah.

Pustula muncul sebagai akibat dari bakteri yang menginfeksi sumbatan pori-pori tersebut. Nanah terbentuk di bawah kulit ketika sel imun bekerja melawan infeksi. Papula sering juga disebut jenis jerawat inflamasi.

Jerawat pustula terlihat lebih besar dan lebih bengkak dibanding whitehead.

5. Nodul

jenis jerawat nodul (sumber: WebMD)

Nodul adalah jenis jerawat inflamasi yang terbentuk di bawah kulit dan bisa menimbulkan rasa sakit. Nodul terlihat seperti papula, tapi lebih dalam dan besar serta tidak memiliki puncak berwarna putih.

Jerawat ini awalnya berkembang dari pori-pori yang tersumbat dan kemudian terinfeksi bakteri. Infeksi tersebut bisa masuk jauh ke bawah permukaan kulit hingga merusak jaringan dan sel-sel yang berada jauh di bawahnya. Akibatnya, pori-pori yang terkena menjadi merah dan bengkak.

Setelah benjolan mengempis, biasanya akan muncul bekas jerawat yang berwarna gelap. 

6. Jerawat kistik (jerawat batu)

jenis jerawat kistik (sumber: Healthline)

Jerawat kistik alias jerawat batu terbentuk jauh di lapisan kulit yang lebih dalam. Penyebab utamanya adalah penyumbatan pori oleh sel kulit mati yang dibarengi dengan infeksi bakteri. Akibatnya, muncul benjolan merah besar, bertekstur lunak karena berisi bernanah, yang terasa sakit ketika tersentuh.

Infeksi bakteri kemudian dapat menyebabkan peradangan lebih lanjut di dalam kulit. Hal ini dipicu oleh perpecahan pori di bawah kulit, dan membuat peradangan menyebar ke jaringan kulit lebih dalam. Jika hal tersebut terus berlanjut, peradangan akan makin meluas dan jerawat-jerawat baru pun muncul.

Jerawat batu dapat meninggalkan bekas luka setelah bengkaknya menghilang. 

Cara mengobati jerawat berdasarkan jenisnya

Setiap jenis jerawat membutuhkan metode pengobatan dan perawatan masing-masing. Maka agar cara yang Anda pilih bisa efektif dan tepat sasaran, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter kulit untuk mengetahui apa jerawat yang Anda miliki.

Secara umum, berikut adalah beberapa pilihan cara mengobati jerawat, dari yang ringan, sedang, hingga parah.

Berikut ini cara mengobati jerawat mulai dari jerawat ringan, sedang, hingga parah.

Mengobati jerawat ringan

Jerawat ringan terdiri dari blackhead, whitehead, dan pustula kecil. Jerawat ringan dapat diobati dengan banyak pilihan perawatan. Obat jerawat yang dijual di pasaran biasanya mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, resorsinol, atau sulfur.

Mengobati jerawat sedang sampai parah

Jerawat taraf menengah sampai parah terdiri dari blackhead, whitehead, papula, dan nodul yang berkembang ke area wajah atau bagian tubuh lainnya.

Jerawat jenis ini membutuhkan perawatan yang lebih rumit dibanding jerawat ringan.

Dokter mungkin akan meresepkan Anda antibiotik atau kortikosteroid berupa obat oles, seperti krim atau lotion. Asam retinoid juga dapat diberikan untuk membantu mencegah bleackhead dan whitehead.

Selain itu, dokter mungkin juga akan meresepkan obat minum. Jika Anda sedang menggunakan kontrasepsi atau pil KB, jangan gunakan antibiotik bersamaan.

Kulit Anda akan menjadi lebih rentan terhadap sinar matahari selama Anda menggunakan antibiotik, jadi ingatlah untuk melindungi kulit dengan tabir surya dan pakaian tertutup.

Mengobati jerawat parah

Jerawat parah terdiri dari jerawat nodul yang dalam dan jerawat batu. Jerawat parah dapat menyebabkan kemerahan, pembengkakan, hingga kerusakan kulit.

Jenis ini membutuhkan perawatan dan pengobatan yang serius. Anda tidak bisa mengobati jerawat ini di rumah dengan obat rumahan. Anda harus mengunjungi dokter kulit agar dapat diresepkan antibiotik oral. Pengobatan dari dermatologis lainnya adalah suntik jerawat agar benjolannya mengempis lebih kecil.

Dokter mungkin juga akan meresepkan obat jerawat dengan dosis lebih kuat, yang disebut Accutane. Obat ini digunakan saat obat-obatan dan metode lain sudah tidak lagi mempan mengobati jerawat parah. Namun, Accutane hanya bisa didapat dengan resep dokter.

Mana pun metode pengobatan jerawat yang sedang Anda jalani, jangan sekali-kali iseng mencuil, menggaruk, memecahkan, atau memencet jerawat. Kebiasaan ini malah membuat jerawat Anda menjadi lebih buruk yang berlanjut menjadi infeksi dan meninggalkan bekas luka.

Berikut ini adalah beberapa tips lain yang juga bisa Anda terapkan selama mengobati jerawat jenis apa pun:

  • Cuci muka dengan air hangat suam kuku dan sabun pembersih yang ringan, dua kali sehari
  • Kurangi stress
  • Makan makanan sehat dan bergizi seimbang
  • Banyak minum air putih

Jika Anda tidak melihat perkembangan setelah 8 minggu mencoba perawatan, Anda bisa kembali mengunjungi dan berkonsultasi pada dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mitos atau Fakta: Jerawat Muncul Karena Faktor Keturunan

Faktor munculnya jerawat memang banyak, tetapi banyak orang yang mengira bahwa faktor keturunan menjadi salah satu penyebab utama. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Penyakit Kulit, Jerawat, Health Centers 06/04/2020 . 5 mins read

Penyebab Jerawat di Leher Plus Cara Ampuh Menghilangkannya

Jerawat bisa muncul di bagian tubuh mana pun termasuk di leher. Jika Anda bingung mengapa jerawat bisa muncul di leher, berikut informasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Jerawat, Health Centers 29/02/2020 . 4 mins read

Penyebab Jerawat Muncul di Bibir, Plus Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Jerawat bisa muncul di tempat yang tak biasa, seperti di bibir. Jangan asal pencet jika mau cepat sembuh! Begini cara mengatasi jerawat yang benar.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Jerawat, Health Centers 28/02/2020 . 5 mins read

Kenali Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Ampuh Mengatasinya

Jerawat di dahi atau jidat mungkin membuat tidak percaya diri. Yuk segera cari tahu penyebab, cara mengatasi, plus cara mencegahnya muncul di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit Kulit, Jerawat, Health Centers 26/02/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . 5 mins read
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 4 mins read
jerawat gara-gara kacamata

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 4 mins read
jerawat muncul meski di rumah

Ini Alasannya Jerawat Muncul Meski di Rumah Saja

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . 5 mins read