Jalan Kaki Tak Hanya Bermanfaat untuk Fisik, Tapi Juga Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Memasuki akhir pekan, masih bingung akan melakukan kegiatan apa? Cobalah ikut aktivitas jalan sehat. Selain sebagai sarana olahraga ringan, jalan sehat juga bisa jadi ajang berkumpul dengan keluarga, kerabat, dan sahabat terdekat, lho!

 Penelitian terbaru bahkan menemukan bahwa jalan kaki memiliki manfaat lebih dari sekadar fisik. Pasalnya, aktivitas satu ini juga bisa meningkatkan kesehatan mental dan spiritual Anda. 

Manfaat jalan sehat bagi kesehatan mental

Semua orang tahu bahwa jalan kaki adalah olahraga yang paling murah. Tanpa harus membeli alat-alat berat yang mahal agar bisa berkeringat, jalan kaki dengan jarak tertentu sudah membantu tubuh dalam kelancaran proses metabolisme. Lebih jauh, ternyata jalan kaki juga memiliki dampak positif pada kondisi psikologis Anda. 

Berikut beberapa manfaat jalan kaki bagi kesehatan mental yang sayang untuk Anda lewatkan:

1. Membuat lebih bahagia

Menurut Jeff Miller, Ph.D seorang psikolog dari Saint Xavier University, berjalan kaki memberikan dampak yang positif seperti sebuah energi. Berjalan kaki mampu mengendalikan perasaan menjadi berbunga-bunga, rasa antusias yang tinggi, sukacita, kegembiraan, dan kepekaan. Pasalnya berjalan kaki mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak yang membuat diri kita merasa lebih baik. 

Endorfin sendiri merupakan penghilang rasa sakit yang alami dari dalam tubuh. Ia juga menstimulasi rasa bahagia di otak, sehingga akan membuat Anda lebih rileks dan mampu mengontrol emosi.

2. Membantu melawan depresi

Stres berkepanjangan, entah itu karena masalah pekerjaan, asmara, keluarga, atau hal lainnya, membuat seseorang rentan mengalami depresi. Kabar baiknya, jalan kaki ternyata dapat membantu dalam memerangi depresi.

Berjalan kaki memberikan waktu untuk berpikir dan melepaskan diri dari stres. Oleh sebab itu, berhentilah sebentar dari aktivitas Anda yang padat. Coba bangun dari kursi Anda dan pergilah keluar ruangan sebentar. Habiskan waktu di luar luangan dengan menikmati pancaran sinar matahari, semilir angin, bertemu dengan banyak orang, dan hal lainnya yang membuat Anda lebih bersemangat.

Terlebih jika jalan sehat dilakukan bersama dengan pasangan atau sahabat. Dijamin! Pasti Anda pun akan lebih rileks. 

3. Meningkatkan kadar vitamin D

Manfaat lain dari berjalan kaki secara teratur, terutama di luar ruangan adalah asupan vitamin D secara cuma-cuma. Anda mungkin mengira bahwa asupan vitamin D hanya dari sayuran dan buah-buahan saja.

Faktanya, asupan vitamin D yang terbesar justru dari sinar matahari. Dengan rutin jalan kaki, maka asupan vitamin D Anda juga akan mengalami peningkatan, sehingga risiko Anda mengalami depresi pun lebih rendah. Pasalnya kekurangan vitamin D akan meningkatan risiko depresi serta gangguan afektif musiman (SAD).

4. Mengusir pikiran negatif

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang berjalan keliling taman merasa lebih bahagia dan kecemasannya berkurang, dibandingkan mereka yang berjalan dengan jumlah waktu yang sama namun dekat lalu lintas yang padat. Mengapa?

Ternyata, berjalan di taman membuat seseorang lebih banyak merenung tentang segala hal negatif yang telah mereka lakukan selama hidupnya. Secara tidak langsung, hal tersebut menjadi ajang intropeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

4. Sarana meditasi

Sejumlah penelitian telah melaporkan bahwa kesadaran diri dapat mengurangi stres. Menariknya, jalan kaki selain membuat Anda bugar juga bisa jadi sarana untuk meditasi loh. Jalan kaki memberikan kesempatan bagi Anda untuk merenung perihal hal-hal yang sedang atau sudah Anda jalani. Proses meditasi kecil-kecilan ini dapat membantu meredakan stres dan menghalau stres dari otak Anda.

Tips sederhana agar terbiasa jalan kaki

Jika Anda tak ada waktu untuk olahraga di gym atau ke lapangan, sekadar jalan kaki setiap hari juga bisa menjaga tubuh Anda tetap bugar dan sehat, lho. Berikut tips sederhana yang bisa Anda lakukan agar terbiasa jalan kaki setiap hari tanpa mengganggu jadwal harian Anda.

1. Pakai gaya berjalan yang menyenangkan

Agar aktivitas fisik satu ini terasa lebih menyenangkan, lakukanlah gaya jalan yang tepat. Caranya, ayunkan lengan ke depan dan ke belakang atau memutar bahu ke atas dan ke bawah. Dengan melakukan gaya seperti ini, aktivitas berjalan Anda jadi tak membosankan, sehingga Anda pun lebih bersemangat ketika melakukannya. 

2. Ikut jalan sehat di komunitas atau acara kantor

Biasanya, akhir pekan adalah waktu bagi para komunitas atau perusahaan untuk mengadakan acara jalan sehat. Nah, Anda bisa memanfaatkan momen yang tepat ini sebagai ajang olahraga sekaligus silahturahmi dengan teman-teman atau orang-orang baru.

Setiap anggota atau pegawai akan diminta berkumpul di titik tertentu dan melakukan jalan kaki bersama-sama sampai lokasi yang sudah ditentukan. Suasana yang semarak membuat rute perjalanan yang jauh jadi terasa dekat. Apalagi jika Anda melakukan jalan sehat bersama dengan keluarga, pasangan, atau teman-teman dekat.

3. Sempatkan jalan kaki setiap hari

Agar terbiasa jalan kaki setiap hari, Anda bisa memulainya dengan hal-hal yang sederhana. Misalnya, lebih memilih berjalan kaki ketimbang naik motor ketika ingin pergi ke tempat yang tidak jauh dari rumah.

Selain itu, jika memungkinkan, gunakan moda transportasi umum ketimbang membawa kendaraan pribadi. Namun, turunlah satu halte sebelum halte yang Anda tuju, sehingga ada kesempatan bagi Anda untuk berjalan lebih banyak.

Sesekali, cobalah untuk naik tangga untuk sampai ke ruangan. Jika ruangan Anda terletak di lantai yang tinggi, Anda bisa naik tangga terlebih dahulu untuk sampai di lantai empat, kemudian lanjutkan dengan lift. Intinya, jika ada kesempatan untuk jalan kaki, maka berjalan kakilah.

Agar jalan kaki tidak terasa membosankan, Anda bisa mendengarkan musik lewat headset. Mendengarkan musik sambil berjalan-jalan, bisa bikin jarak jalan kaki yang Anda lakukan tidak terasa jauh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
meditasi jalan walking meditation

Mengenal Walking Meditation, Meditasi Sambil Jalan yang Bikin Pikiran Tenang

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit