home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas! 7 Tanda Tubuh Kurang Olahraga yang Perlu Diwaspadai

Awas! 7 Tanda Tubuh Kurang Olahraga yang Perlu Diwaspadai

Berolahraga adalah kebutuhan. Bahkan, olahraga lima menit saja sudah bisa membawa manfaat kesehatan bagi tubuh. Jika tidak memenuhi kebutuhan ini, tubuh akan memberikan berbagai tanda agar Anda segera bergerak. Kalau sudah begini, tentu tidak boleh Anda abaikan lagi. Lantas, apa saja tanda Anda kurang olahraga? Simak ulasannya berikut ini.

Berbagai gangguan tubuh akibat kurang olahraga

Umumnya orang paham akan manfaat olahraga rutin bagi kesehatan, namun kebanyakan dari mereka malah mengabaikan aktivitas ini. Tubuh yang tidak berolahraga dan gaya hidup tidak sehat akan secara signifikan meningkat risiko penyakit kronis yang mengancam jiwa.

Jika Anda sudah lama tidak melakukannya, mungkin ada tanda-tanda yang tubuh Anda coba tunjukkan akibat kurang berolahraga seperti berikut ini.

1. Selalu merasa lelah

sindrom kelelahan kronis

Meski sudah makan atau tidur cukup, mungkin Anda masih merasa lelah sepanjang waktu. Hal ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa tubuh Anda butuh berolahraga. Penelitian dari University of Georgia menunjukan bahwa berjalan kaki 20 menit atau latihan aerobik intensitas sedang sebanyak 3 kali seminggu bisa meningkatkan energi hingga 20 persen.

Para peneliti melalui temuannya ini menunjukan bahwa olahraga teratur berpengaruh langsung pada sistem saraf pusat untuk memerangi kelelahan hingga 65 persen.

Olahraga teratur meningkatkan fungsi sistem kardiovaskular yang memungkinkan Anda untuk memiliki daya tahan lebih besar sepanjang hari. Ketika lebih mudah beraktivitas sehari-hari, Anda akan memiliki sisa energi lebih banyak dan tidak mudah merasa lelah.

Ternyata, semakin sering berolahraga membuat mitokondria (bagian yang memproduksi energi dalam sel) semakin banyak. Artinya, tubuh Anda akan memiliki cadangan energi yang semakin banyak juga, sehingga tak cepat merasa lelah.

2. Badan pegal-pegal

badan terasa pegal akibat kurang olahraga

Rasa sakit pada punggung belakang, lutut, dan bahu saat bangun di pagi hari, padahal tidak habis melakukan aktivitas berat, bisa jadi akibat Anda kurang berolahraga. Terkadang rasa pegal-pegal ini membuat orang jadi menunda untuk berolahraga. Padahal sebaliknya, ketika kondisi ini terjadi tubuh memberikan sinyal untuk segera Anda gerakkan.

Dengan menggerakan otot-otot tubuh, persendian akan rileks dan darah mengalir lebih lancar ke seluruh bagian tubuh. Alhasil, rasa sakit dan pegal yang Anda rasakan tadi akan berangsur pulih dan tubuh kembali normal.

Bahkan orang yang memiliki rasa pegal dan sakit jangka panjang, seperti rheumatoid arthritis, berolahraga teratur bisa meringankan gejala yang Anda rasakan.

3. Stres yang bertubi-tubi

stres mengakibatkan psoriasis

Jika akhir-akhir ini Anda selalu merasa stres, memikirkan banyak hal, cemas, ketakutan akan berbagai hal, mungkin bisa jadi tanda tubuh sangat membutuhkan aktivitas fisik.

Salah satu solusi atas hal tersebut adalah berolahraga. Olahraga akan membuat Anda merasa lebih tenang dan senang. Bahkan, Irish Journal of Medical Science menunjukkan bahwa olahraga atau aktivitas fisik memiliki efek menguntungkan untuk mengatasi gejala depresi, sebanding dengan pengobatan antidepresan.

Olahraga juga bisa meningkatkan kadar endorfin di dalam tubuh. Endorfin adalah hormon alami yang akan memberikan efek rasa senang dan tenang. Jadi, setelah berolahraga, akan terjadi peningkatan mood atau suasana hati Anda jauh lebih baik karena adanya hormon tersebut.

4. Tak pernah merasa kenyang

makanan yang bikin lapar

Mungkin Anda mengira dengan tidak berolahraga tubuh akan mengirit energi agar tidak mudah lapar. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Salah satu akibat kurang olahraga bisa membuat Anda selalu merasa kelaparan.

Ketika kurang olahraga tubuh Anda akan merasa lelah. Nah, tubuh yang lelah sebenarnya bisa menghasilkan lebih banyak ghrelin atau hormon yang mengatur sensor lapar. Meningkatnya kadar hormon ini menyebabkan Anda ingin makan lebih banyak sepanjang hari.

Olahraga adalah metode alami untuk menurunkan nafsu makan. Seseorang yang berolahraga secara teratur akan bisa mengendalikan hormon ghrelin lebih baik, sehingga perasaan lapar tetap terjaga.

5. Konstipasi atau sembelit

penyebab sembelit, usus terlalu panjang

Bukan hanya akibat kurang mengonsumsi makanan berserat saja, konstipasi atau sembelit juga bisa menjadi tanda Anda kurang berolahraga. Aktivitas fisik memang telah menunjukkan khasiat untuk membantu melancarkan sistem pencernaan.

Dikutip dari Scandinavian Journal of Gastroenterology, melakukan olahraga aerobik, seperti berjalan kaki atau aktivitas gerak tubuh lainnya, secara rutin memiliki manfaat signifikan sebagai salah satu pilihan pengobatan yang aman dan efektif untuk mengatasi gejala sembelit.

Namun ketika Anda kurang bergerak, proses pencernaan tubuh juga akan ikut melambat. Apalagi pada orang yang memiliki banyak lemak visceral atau lemak perut dan mengalami buang air besar tidak teratur, risiko terkena kanker kolorektal akan semakin meningkat.

6. Berat badan makin naik

berat badan saat tidak olahraga

Jarang berolahraga bisa menyebabkan berat badan naik. Bahkan seorang atlet yang berhenti latihan selama 5 minggu saja bisa mengalami peningkatan persen lemak tubuh sebanyak 12 persen. Alhasil peningkatan lemak ini juga meningkatkan berat badan dan lingkar pinggang, seperti dilansir oleh Journal of Strength and Conditioning Research pada 2012.

Hal lain juga ditunjukan oleh penelitian dalam PLoS ONE tahun 2016 yang melibatkan atlet taekwondo. Atlet taekwondo yang tidak melakukan latihan selama 8 minggu juga mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak 21,3 persen, peningkatan berat badan 2,12 persen, hingga mengalami penurunan massa otot.

Apalagi bagi Anda yang sudah lebih dari 8 minggu tidak pernah berolahraga. Dengan asupan makanan yang sama atau semakin banyak, aktivitas fisik yang semakin berkurang, tidak heran tubuh akan menumpuk kalori dari makanan dan meningkatkan berat badan Anda. Ini wajar, ketika tubuh tidak berusaha membakar kalori yang masuk, alhasil semua menumpuk.

7. Kesulitan tidur

insomnia kanker hati risiko kanker pria

Jika Anda merasa kesulitan tidur khususnya pada malam hari, hal ini bisa jadi tanda kalau Anda perlu berolahraga. Sebuah penelitian menunjukan orang yang melakukan olahraga 30-40 menit sebanyak 4 kali dalam seminggu mengalami peningkatkan kualitas tidur, penurunan rasa kantuk pada siang hari, dan merasa lebih nyaman keesokan harinya saat beraktivitas.

Olahraga dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Dengan begitu, hal ini akan memperkuat ritme sirkadian, yakni proses biologis tubuh yang bisa menentukan siklus tidur seseorang. Olahraga membuat orang bisa membawa kantuknya pada malam hari secara penuh, hingga kembali segar pada keesokan harinya.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wolff, C. (2016). 6 Signs From Your Body That You Need To Be More Active. Simplemost. Retrieved 18 July 2018, from https://www.simplemost.com/signs-from-your-body-that-you-need-to-be-more-active/

Ghezelbash, P., & Maloney, L. (2018). What Really Happens to Your Body When You Don’t Exercise. Livestrong.com. Retrieved 18 July 2018, from https://www.livestrong.com/article/377725-what-happens-to-your-body-when-you-dont-exercise/

Masters, M. (2016). This Is What Happens to Your Body When You Stop Exercising. Health.com. Retrieved 18 July 2018, from https://www.health.com/fitness/stop-exercising-effects

Exercise for Energy: Workouts That Work. WebMD. (2016). Retrieved 18 July 2018, from https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/exercise-for-energy-workouts-that-work

Hendrick, B., & Martin, L. (2010). Exercise Helps You Sleep. WebMD. Retrieved 18 July 2018, from https://www.webmd.com/sleep-disorders/news/20100917/exercise-helps-you-sleep#1

Varellas, C. (2016). Clear Signs You’re Not Getting Enough Exercise. The Healthy. Retrieved 18 July 2018, from https://www.thehealthy.com/exercise/sedentary-lifestyle-more-exercise/

Rodriguez, D., & Mackenzie, S. (2016). Why Exercise Boosts Mood and Energy | Everyday Health. EverydayHealth.com. Retrieved 18 July 2018, from https://www.everydayhealth.com/fitness/workouts/boost-your-energy-level-with-exercise.aspx

Gao, R., Tao, Y., Zhou, C., Li, J., Wang, X., & Chen, L. et al. (2019). Exercise therapy in patients with constipation: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Scandinavian Journal Of Gastroenterology, 54(2), 169-177. https://doi.org/10.1080/00365521.2019.1568544 

Liao, Y. H., Sung, Y. C., Chou, C. C., & Chen, C. Y. (2016). Eight-Week Training Cessation Suppresses Physiological Stress but Rapidly Impairs Health Metabolic Profiles and Aerobic Capacity in Elite Taekwondo Athletes. PloS one, 11(7), e0160167. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0160167 

Ormsbee, M. J., & Arciero, P. J. (2012). Detraining increases body fat and weight and decreases VO2peak and metabolic rate. Journal of strength and conditioning research, 26(8), 2087–2095. https://doi.org/10.1519/JSC.0b013e31823b874c  

Dinas, P., Koutedakis, Y., & Flouris, A. (2010). Effects of exercise and physical activity on depression. Irish Journal Of Medical Science, 180(2), 319-325. https://doi.org/10.1007/s11845-010-0633-9

Foto Penulis
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji pada 23/03/2021
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x