home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan, 15 Menit Saja Cukup

9 Manfaat Jalan Kaki Setelah Makan, 15 Menit Saja Cukup

Saat kenyang setelah makan, Anda mungkin lebih suka berdiam di tempat duduk dibandingkan bergerak. Alasannya apa lagi kalau bukan untuk menunggu makanan “turun” dari lambung. Namun, ternyata jalan kaki setelah makan bermanfaat, lho!

Kebiasaan berjalan kaki setelah makan tampaknya memang sepele. Padahal, sejumlah penelitian di berbagai belahan dunia telah membuktikan manfaatnya bagi tubuh Anda. Apa saja contohnya?

Manfaat jalan kaki setelah makan menurut penelitian

Beragam hasil penelitian telah menunjukkan manfaat berjalan kaki bagi kesehatan, khususnya dalam mencegah penyakit. Manfaat ini ternyata bisa berkembang menjadi lebih luas lagi bila Anda melakukannya setelah makan.

Berikut beberapa manfaat tersebut.

1. Mencegah sembelit

Aktivitas fisik, bahkan yang ringan seperti jalan kaki, dapat mendorong makanan pada saluran pencernaan. Hal ini tidak hanya melegakan perut yang begah, tapi juga membantu keluarnya feses dari tubuh sehingga Anda terhindar dari sembelit (konstipasi).

2. Menurunkan risiko diabetes

Studi membuktikan bahwa jalan kaki setelah makan bisa menurunkan kadar gula darah sebesar 12 – 22 persen. Menurut Andrew Reynolds, seorang peneliti dari Universitas Otago, Selandia Baru, kebiasaan ini berpotensi menurunkan risiko diabetes melitus.

3. Mencegah gangguan pencernaan

Melakukan aktivitas fisik tingkat ringan seperti berjalan kaki ternyata dapat melindungi sistem pencernaan Anda. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi mencegah penyakit seperti tukak lambung, sindrom iritasi usus, hingga kanker kolorektal.

4. Menurunkan risiko penyakit jantung

Olahraga ringan setelah makan bermanfaat untuk melancarkan aliran darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Hal ini dapat mencegah pembentukan plak kolesterol pada pembuluh darah yang menjadi awal mula penyakit jantung dan stroke.

5. Membantu Anda tidur nyenyak

Jika Anda susah tidur nyenyak, cobalah jalan kaki selama 10 – 15 menit setelah makan malam. Kegiatan ini dapat membantu Anda tidur nyenyak dengan cara melancarkan pencernaan sehingga tubuh terasa lebih nyaman untuk beristirahat.

6. Meningkatkan laju metabolisme

Salah satu cara meningkatkan laju metabolisme yakni dengan aktif bergerak, bahkan sekalipun Anda hanya berjalan kaki selama beberapa menit setelah sarapan. Pasalnya, tubuh Anda terpacu untuk membakar lebih banyak energi.

7. Membakar kalori dan lemak

Bicara soal bakar-membakar energi, kebiasaan berolahraga ringan setelah makan juga membantu membakar kalori dan lemak. Cukup dengan berjalan kaki selama 15 menit, Anda telah membantu mencegah penumpukan lemak dari kalori pada makanan.

8. Membantu menurunkan berat badan

Untuk menurunkan berat badan, jumlah kalori yang tubuh Anda bakar harus lebih besar dari yang Anda asup. Apabila dilakukan secara rutin, jalan kaki setelah makan dapat menambah kalori yang dibakar sehingga membantu menurunkan berat badan.

9. Membantu mengontrol tekanan darah

Sebuah studi pada 2016 menunjukkan bahwa berjalan kaki 10 menit sebanyak 3 kali sehari bisa menurunkan tekanan darah. Tekanan darah yang terkontrol akan melindungi Anda dari risiko berbagai penyakit, termasuk stroke dan serangan jantung.

Cara mudah jalan kaki setelah makan

Berjalan kaki setelah makan yang dimaksud di sini bukanlah langsung berjalan setelah selesai makan, melainkan memberi waktu terlebih dahulu bagi tubuh untuk beristirahat sekitar 10 – 15 menit. Setelah itu baru Anda bisa melakukan jalan kaki selama 15 menit.

Meskipun berjalan kaki sangat bermanfaat, Anda sebaiknya tidak berjalan cepat atau berlari setelah makan besar. Pada kondisi seperti ini, suplai darah yang seharusnya membantu proses pencernaan justru mengalir menuju otot yang bekerja keras.

Hal tersebut dapat membuat jantung bekerja dua kali lipat lebih keras. Selain jantung berdebar, Anda mungkin juga akan mengalami gejala gangguan pencernaan seperti mual, sakit perut, dan perut begah.

Jika Anda menderita diabetes, Anda perlu beristirahat selama 1 – 2 jam sebelum boleh jalan kaki. Ini merupakan waktu bagi hormon insulin untuk menurunkan gula darah. Bila Anda langsung beraktivitas, kerja insulin akan terganggu.

Manfaat berjalan kaki setelah makan ternyata jauh lebih besar dari yang kita perkirakan. Kebiasaan ini menyehatkan bagi jantung, sistem pencernaan, tekanan darah, dan bahkan bisa membantu tidur lebih nyenyak.

Jadi, jika lain kali Anda tidak memiliki kegiatan khusus setelah makan, cobalah berjalan kaki selama beberapa menit agar tubuh lebih sehat.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Easy Ways to Boost Your Metabolism (Backed by Science). (2018). Retrieved 22 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/10-ways-to-boost-metabolism

Is Walking After Eating Good for You?. (2020). Retrieved 22 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/walking-after-eating

High blood pressure (hypertension). (2021). Retrieved 22 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410

Martin D. (2011). Physical activity benefits and risks on the gastrointestinal system. Southern medical journal, 104(12), 831–837. https://doi.org/10.1097/SMJ.0b013e318236c263

Saxena, Y., Gupta, R., Moinuddin, A., & Narwal, R. (2016). Blood pressure reduction following accumulated physical activity in prehypertensive. Journal of family medicine and primary care, 5(2), 349–356. https://doi.org/10.4103/2249-4863.192368

Swift, D. L., Johannsen, N. M., Lavie, C. J., Earnest, C. P., & Church, T. S. (2014). The role of exercise and physical activity in weight loss and maintenance. Progress in cardiovascular diseases, 56(4), 441–447. https://doi.org/10.1016/j.pcad.2013.09.012

Hijikata, Y., & Yamada, S. (2011). Walking just after a meal seems to be more effective for weight loss than waiting for one hour to walk after a meal. International journal of general medicine, 4, 447–450. https://doi.org/10.2147/IJGM.S18837

Reynolds, A., Mann, J., Williams, S., & Venn, B. (2016). Advice to walk after meals is more effective for lowering postprandial glycaemia in type 2 diabetes mellitus than advice that does not specify timing: a randomised crossover study. Diabetologia, 59(12), 2572-2578. https://doi.org/10.1007/s00125-016-4085-2

Foto Penulis
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari pada 29/04/2021
x