Ternyata, Mendengkur Bisa Dipengaruhi Oleh Faktor Genetik, Ini Dia Alasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penyakit yang berisiko diturunkan keluarga memang banyak, misalnya saja diabetes. Namun, ada satu kebiasaan yang disebut-sebut juga diturunkan, yakni mendengkur. Apakah mendengkur atau yang dikenal dengan ngorok  ini memang termasuk salah satu penyakit keturunan? Simak jawabannya melalui ulasan di bawah ini. 

Benarkah ngorok termasuk penyakit keturunan?

ngorok menyebabkan cepat tua

Gangguan tidur, seperti mendengkur sebenarnya dapat terjadi karena beberapa hal, seperti obesitas, gaya hidup yang kurang sehat, dan lingkar leher yang tebal. Selain itu, salah satu faktor risiko penyebab orang mendengkur adalah keturunan. Apa iya?

Faktanya, dalam sebuah penelitian dari Chest, para peneliti mengulas tentang frekuensi mendengkur dan faktor risiko pada 700 anak yang masih berusia satu tahun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa 15% dari anak-anak tersebut mendengkur tiga kali atau lebih setiap setiap minggunya dan terjadi karena beberapa faktor di bawah ini:

  • Memiliki kedua, atau salah satu orangtua yang mendengkur.
  • Memiliki alergi tertentu sehingga berisiko dua kali lebih besar untuk mendengkur. 

Selain itu, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih sering mendengkur rentan terhadap masalah perilaku, memengaruhi kemampuan berpikir, dan penyakit jantung.  

Faktor yang membuat ngorok termasuk penyakit keturunan

Orang yang berasal dari keluarga pendengkur mungkin bisa terpengaruh oleh kebiasaan tersebut. Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa faktor yang mendasari hal tersebut. Apa saja?

1. Saluran pernapasan yang sempit

penyebab ngorok

Mendengkur merupakan salah satu gejala dari OSA (Obstructive Sleep Apnea). Salah satu faktor yang memengaruhi gangguan tidur ini adalah saluran pernapasan yang sempit. 

Bagi Anda yang mempunyai tenggorokan yang sempit atau leher yang lebih kecil, biasanya lebih sering mendengkur ketika tidur. Struktur tubuh tersebut tentu ditemukan pada beberapa generasi dalam sebuah keluarga. 

Misalnya, ayah dan kakak Anda mendengkur ketika tidur dan berisiko terkena sleep apnea karena tenggorokan mereka yang sempit. Kemungkinan besar, Anda juga akan ngorok karena memiliki struktur otot saluran pernapasan bagian atas yang sama, yaitu relatif sempit karena faktor risiko keturunan. 

2. Obesitas

obesitas memengaruhi kerja jantung

Sebenarnya, gaya hidup sangat berperan penting ketika membicarakan obesitas. Akan tetapi, kelebihan berat badan yang membuat Anda mendengkur dan menyebabkan sleep apnea juga bisa disebabkan oleh keturunan. 

Gen di dalam tubuh Anda ternyata dapat membantu menentukan jumlah lemak tubuh yang dimiliki dan bagaimana tubuh Anda mengeluarkan kalori saat berolahraga. 

Jika lemak tubuh Anda terdistribusi di pusat tubuh, dan kemampuan tubuh untuk bermetabolisme rendah, Anda berisiko memiliki obesitas.

Obesitas juga bisa disebabkan oleh kontraksi otot yang buruk dan terlalu banyak beban pada daerah leher dan tenggorokan. Akibatnya, hal tersebut menyulitkan Anda mengeluarkan udara ketika tidur sehingga Anda mendengkur. 

Walaupun demikian, masih dibutuhkan penelitian yang benar-benar sahih dalam meneliti tentang apakah benar keturunan merupakan salah satu faktor risiko penyebab penyakit mendengkur atau ngorok. Genetik tidak dapat diubah, tetapi setidaknya Anda bisa mengatasi masalah ini dengan mengubah rutinitas tidur dan gaya hidup menjadi lebih baik. 

Jika tidur Anda terganggu karena mendengkur atau ngorok, cobalah untuk berkonsultasi kepada dokter. Tanyakan apakah mungkin ada keterlibatan faktor risiko keluarga Anda dengan riwayat mendengkur. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dengan jelas penyebab dari gejala mendengkur dengan lebih jelas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Defisiensi Dopamin, Penyakit Genetik Langka yang Mengganggu Kerja Otot

Sindrom kekurangan dopamin adalah kelainan genetik yang biasanya muncul di masa kanak-kanak dan memengaruhi kadar dopamin di dalam tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 September 2018 . Waktu baca 4 menit

Apakah Penyakit Kanker Kulit Menurun dalam Keluarga?

Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko penyakit kanker. Namun, apakah ini berlaku juga untuk kanker kulit melanoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dermatologi, Health Centers 31 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Ibu Tidur Ngorok Saat Hamil Tua Tingkatkan Risiko Bayi Lahir Dengan Berat Rendah

Meski sebelumnya sama sekali tidak pernah tidur mendengkur, Anda bisa saja mulai tidur ngorok saat hamil — terutama saat hamil tua. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 2 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Apa Sebenarnya Penyebab Orang Kidal?

Sepuluh persen dari 7,6 miliar manusia di dunia adalah orang kidal, termasuk Barack Obama dan Bill Gates. Kenapa beberapa orang bisa bertangan kiri?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 April 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

omphalocele adalah omfalokel

Omphalocele

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit
jerawat faktor keturunan

Mitos atau Fakta: Jerawat Muncul Karena Faktor Keturunan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 6 April 2020 . Waktu baca 5 menit
orang gemuk mendengkur

Orang Berbadan Gemuk Ternyata Lebih Sering Mendengkur, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan ngorok secara alami

Tak Perlu Pakai Masker Khusus, 5 Cara Ini Bisa Atasi Tidur Ngorok (Sleep Apnea) Secara Alami

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit