Penyedap Rasa dan Pengawet Makanan Bikin Malas Olahraga, Kok Bisa?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/06/2019
Bagikan sekarang

Kebiasaan berolahraga ternyata juga dipengaruhi oleh apa yang ada dalam makanan. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa zat aditif dapat menjadi penyebab seseorang malas olahraga.

Zat aditif, atau bahan tambahan pangan, merupakan bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk tujuan tertentu. Misalnya untuk meningkatkan cita rasa, warna dan tekstur makanan, atau membuatnya lebih tahan lama.

Namun, konsumsi makanan mengandung zat aditif secara berlebihan nyatanya justru menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.

Hubungan antara zat aditif dengan perilaku malas olahraga

apa itu zat aditif

Zat aditif mengandung sejenis bahan kimia yang disebut fosfat anorganik. Fosfat sebenarnya terdapat secara alami dalam produk susu, ikan, dan daging.

Namun, produk makanan yang telah ditambahkan fosfat, kandungannya menjadi lebih tinggi.

Bahan ini bahkan terdapat pada 40-70% produk makanan dan minuman yang sering dikonsumsi, terutama dalam makanan olahan.

Produk tinggi fosfat antara lain roti dan kue, makanan kalengan, makanan beku, minuman bersoda, serta daging kemasan.

Penggunaan zat aditif mengandung fosfat bertujuan untuk memperpanjang masa penyimpanan makanan dan meningkatkan cita rasanya.

Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar, tubuh Anda dapat membuang kelebihan fosfat melalui urine. Akan tetapi, konsumsi fosfat dalam zat aditif yang berlebihan justru berdampak buruk bagi kebugaran.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa fosfat dalam zat aditif dapat menurunkan tingkat aktivitas fisik yang ditandai dengan perilaku malas olahraga.

Pada penelitian dengan hewan, kelompok tikus yang mendapatkan asupan fosfat 3 kali lebih banyak mengalami penurunan aktivitas fisik dan pembakaran lemak.

Tikus yang mendapatkan asupan fosfat juga tidak mampu menggunakan oksigen secara efektif.

Penelitian dengan manusia juga menunjukkan hasil serupa. Orang yang mengonsumsi lebih banyak zat aditif mengandung fosfat cenderung menjalani gaya hidup sedentari (banyak diam dan malas bergerak) serta tidak banyak menghabiskan waktu untuk olahraga.

Meski begitu, tidak diketahui secara pasti mengapa fosfat yang tinggi bisa menyebabkan kecenderungan malas berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.

Cara menghindari dampak buruk zat aditif

quiz olahraga

Batas aman asupan fosfat dalam sehari adalah 700 miligram, tapi faktanya masih banyak orang yang mengonsumsi fosfat dalam jumlah 3-4 kali lipat lebih banyak dari seharusnya.

Perilaku malas olahraga bukanlah satu-satunya dampak yang diakibatkan oleh fosfat pada zat aditif.

KUrangnya aktivitas fisik, lama-kelamaan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama pada jantung dan sistem peredaran darah.

Selain itu, fosfat juga mengandung fosfor. Tubuh memang akan membuang kelebihan fosfor melalui urine yang diproduksi ginjal. Namun, asupan fosfor berlebih dapat memberatkan kerja ginjal sehingga risiko gangguan ginjal menjadi lebih besar.

Cara paling mudah menghindari dampak buruk fosfat pada zat aditif adalah dengan mengonsumsi makanan alami dan melawan rasa malas untuk olahraga.

Jangan biarkan rasa malas berolahraga terus tumbuh dan menjadi hambatan untuk hidup sehat.

Mulailah aktif bergerak dengan melakukan olahraga ringan, seperti berlari, bersepeda, berenang, dan sebagainya. Jadikan olahraga ini sebagai rutinitas sebelum beralih ke jenis olahraga yang lebih berat.

Batasi pula konsumsi produk makanan dan minuman olahan, kemasan, serta kalengan. Kandungan fosfat dalam zat aditif belum tentu tertera pada label kemasan makanan maupun minuman. Jadi, Anda harus bijak dalam mengonsumsi produk-produk ini.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Stuck on the couch? Good exercise habits derailed by common food additive. https://www.utsouthwestern.edu/newsroom/articles/year-2019/food-additive.html Diakses pada 11 Juni 2019.

Study links phosphate additives in food to lower level of physical activity. https://www.nhlbi.nih.gov/news/2019/study-links-phosphate-additives-food-lower-level-physical-activity Diakses pada 11 Juni 2019.

Does this common food additive stop us exercising? https://www.medicalnewstoday.com/articles/324131.php Diakses pada 11 Juni 2019.

Peri-Okonny, P., Baskin, K., Iwamoto, G., Mitchell, J., Smith, S., Kim, H., Szweda, L., Bassel-Duby, R., Fujikawa, T., Castorena, C., Richardson, J., Shelton, J., Ayers, C., Berry, J., Malladi, V., Hu, M., Moe, O., Scherer, P. and Vongpatanasin, W. (2019). High-Phosphate Diet Induces Exercise Intolerance and Impairs Fatty Acid Metabolism in Mice. Circulation, 139(11), pp.1422-1434.

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Zat Aditif Pada Makanan Dapat Menyebabkan Kanker Kambuh?

Katanya, beberapa zat aditif pada makanan dapat menyebabkan kanker dan memicu kekambuhan kanker. Lantas, benarkah anggapan tersebut? Cari tahu di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Berkenalan dengan Kluwek (Pucung) yang Menyimpan Segudang Khasiat

Kluwek atau pucung sering diolah jadi bumbu masak rawon atau pucung gabus. Di balik kelezatannya, ada banyak manfaat kluwek bagi kesehatan, lho. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Zat Aditif BHA dan BHT Dalam Makanan Kemasan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Dari banyak jenis zat aditif pada makanan, BHA dan BHT adalah dua di antaranya yang berfungsi sebagai pengawet. Adakah risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Hati-hati, Pewarna Makanan Juga Bisa Menyebabkan Alergi

Dibalik tampilan menariknya, pewarna makanan bagi tubuh ternyata dapat menimbulkan alergi. Apa saja gejala alergi pewarna makanan yang harus diwaspadai?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

Aktivitas Fisik untuk Anda yang Malas Olahraga

Aktivitas Fisik untuk Anda yang Malas Olahraga

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 09/01/2020
Makan Crab Stick Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Makan Crab Stick Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28/10/2019
Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan

Serba-serbi Alergi Sulfit, Jenis Alergi yang Berasal dari Pengawet Makanan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26/01/2019
6 Kunci Penting untuk Hidupkan Semangat Berolahraga Buat Si Mager

6 Kunci Penting untuk Hidupkan Semangat Berolahraga Buat Si Mager

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/11/2018