Ternyata, Merokok Bisa Sebabkan Uban di Usia Muda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/03/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sejumlah penelitian menemukan bahwa kebiasaan merokok erat kaitannya dengan munculnya uban di usia muda. Kini, cobalah bercermin dan perhatikan rambut Anda. Apakah terdapat tanda-tanda munculnya uban meskipun usia Anda bahkan baru memasuki kepala dua atau tiga?

Bisa jadi, salah satu penyebabnya berasal dari kebiasaan merokok. Berikut penjelasan lengkapnya.

Bagaimana proses terbentuknya uban?

Pada awalnya, folikel yang menjadi tempat tumbuhnya rambut memiliki sekumpulan sel yang disebut melanosit. Melanosit berfungsi untuk memproduksi melanin, yakni pigmen yang memberikan warna gelap pada rambut Anda.

Seiring bertambahnya usia, melanosit mulai mati sehingga produksi melanin berkurang. Warna rambut pun akan berangsur menjadi kelabu, keperakan, hingga akhirnya putih saat melanin benar-benar berhenti diproduksi. Inilah alasan mengapa rambut beruban umumnya dimiliki oleh para lansia.

Apa saja yang dapat menyebabkan munculnya uban di usia muda?

Rata-rata, uban baru akan muncul saat Anda berusia akhir 30-an atau baru memasuki usia 40-an. Namun, Anda dapat dikatakan memiliki uban di usia muda jika uban muncul pada saat Anda berusia 25 tahun atau kurang.

Berikut adalah sejumlah faktor yang dapat memicu munculnya uban sejak dini:

1. Faktor genetik

Faktor genetik berperan besar dalam menyebabkan uban di usia muda. Bila orang tua atau kakek dan nenek Anda telah memiliki uban sejak masih muda, maka Anda pun berkemungkinan besar mengalami hal yang sama. Faktor genetik memang tidak dapat diubah, tapi Anda dapat menyiasati rambut beruban dengan mewarnainya menggunakan cat rambut.

2. Kekurangan vitamin B-12

Vitamin B-12 berperan penting dalam menjaga kesehatan sel darah merah. Sel-sel darah ini membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk melanosit di folikel rambut. Kekurangan vitamin B-12 dapat memengaruhi pasokan oksigen menuju sel-sel ini. Akibatnya, produksi melanin berkurang dan terjadi pembentukan uban di usia dini.

3. Penyakit tertentu

Pembentukan uban di usia muda dapat disebabkan oleh penyakit autoimun dan gangguan kelenjar tiroid. Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh keliru menyerang melanosit sehingga menghambat produksi melanin. Sementara pada gangguan kelenjar tiroid, produksi melanin terganggu oleh aktivitas hormon yang kurang atau berlebihan.

Apa hubungan antara rokok dengan dengan uban di usia muda?

Selain ketiga penyebab di atas, uban juga dapat muncul sejak dini akibat kebiasaan merokok. Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2010, ditemukan bahwa perokok 2,5 kali lebih berisiko memiliki uban di usia muda dibandingkan orang yang tidak merokok. Rata-rata, uban muncul pada saat perokok berusia 30 tahun.

Hal ini disinyalir erat kaitannya dengan berbagai kandungan pada rokok yang bersifat seperti radikal bebas. Kandungan ini menyebabkan stres oksidatif pada melanosit, kemudian mengakibatkan kerusakan pada sel-sel tersebut. Akhirnya, melanosit berhenti memproduksi melanin dan menyebabkan munculnya uban di usia muda.

Selain itu, merokok juga akan menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. Aliran darah menuju folikel rambut pun berkurang sehingga rambut Anda lebih rentan mengalami kerontokan. Tidak hanya menyebabkan timbulnya uban di usia muda, kebiasaan merokok juga berpotensi menimbulkan kerusakan lain pada rambut Anda.

Merokok akan memengaruhi seluruh tubuh Anda, termasuk rambut. Meski demikian, belum terlambat bagi Anda untuk memperbaiki kebiasaan tersebut. Sebelum warna rambut Anda memudar, yuk, kurangi kebiasaan merokok dan cobalah menggantinya dengan sesuatu yang lebih menyehatkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

Asap rokok yang dihirup penuh dengan racun yang bisa merusak paru. Oleh karena itu, yuk cari tahu berbagai cara untuk membersihkan paru-paru perokok.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/01/2020 . Waktu baca 5 menit

11 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

Selain kanker paru, ada banyak penyakit yang mengintai perokok aktif. Segera cari cara berhenti merokok yang paling pas agar tak menyesal di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 04/12/2019 . Waktu baca 12 menit

Sakit Kepala Setelah Merokok? Ternyata Ini Penyebabnya!

Sakit kepala ternyata bisa terjadi setelah merokok. Sakit kepala ini bisa berbentuk migrain atau sakit kepala lainnya. Tapi, tahukah Anda apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/09/2019 . Waktu baca 4 menit

Setelah Berhenti Merokok, Kenapa Napas Jadi Terasa Sesak?

Berhenti merokok bisa menimbulkan efek samping, seperti sesak napas. Kok bisa sesak napas saat berhentu merokok? Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 21/09/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
social smoker

Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Prevalensi kanker paru di Indonesia

Data Prevalensi Kanker Paru di Indonesia, Perokok Kelompok Paling Berisiko

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 11/02/2020 . Waktu baca 5 menit
rokok kretek

Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25/01/2020 . Waktu baca 12 menit