Bagaimana Terapi Nutrisi Bisa Bantu Mengatasi Kecanduan Alkohol?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Tahukah Anda bila alkohol bersifat candu? Minuman ini bisa membuat seseorang menjadi ketergantungan. Padahal, terlalu sering atau terlalu banyak minum alkohol akan memberi pengaruh yang buruk pada kesehatan. Untuk mengatasi kecanduan alkohol tidaklah mudah. Salah satu cara yang aman untuk mengatasinya adalah terapi nutrisi.

Apa itu terapi nutrisi dan bagaimana cara kerjanya? Agar lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Kenapa seseorang bisa kecanduan minum alkohol?

Alkohol sering jadi teman saat seseorang sedang mengalami stres atau merasa depresi. Jenis minuman ini dapat memengaruhi otak sehingga membuat seseorang merasa lebih rileks. Dilansir dari WebMD, alkohol menyebabkan pelepasan opiod alami sehingga merangsang tubuh untuk menghasilkan endorfin, yaitu suatu zat yang bisa menghilangkan rasa stres dan membuat seseorang merasa senang.

Semakin sering dan banyak jumlah alkohol yang Anda minum, akan semakin banyak kadar endorfin yang diproduksi. Kondisi ini bisa membuat Anda ingin terus-terusan mengonsumsi alkohol tanpa bisa mengendalikannya. Dalam jangka panjang, penggunaan alkohol dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, penyakit hati, kanker, dan lainnya.

Itulah sebabnya orang dengan kondisi ini harus menjalani pengobatan atau terapi untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Terapi nutrisi yang aman untuk mengatasi kecanduan alkohol

Orang yang memiliki kecanduan alkohol sering kali memiliki riwayat penyakit lain seperti depresi, gangguan kecemasan, dan lain-lain. Kondisi ini menyebabkan pasien jadi lebih sulit untuk mengonsumsi obat-obatan untuk menekan ketergantungan alkohol. Terapi nutrisi adalah salah satu cara yang dianggap aman untuk pasien dengan kondisi demikian.

Terapi nutrisi adalah pengobatan yang mencegah kecanduan alkohol pada tubuh dengan memberikan nutrisi pada tubuh dan juga otak. Pasien bisa mendapatkan berbagai nutrisi tersebut dengan mudah, baik itu dari makanan atau suplemen. Terapi nutrisi untuk mengatasi kecanduan alkohol biasanya tersedia pada panti rehabilitasi, klinik gizi, atau rumah sakit. Anda akan ditangani oleh ahli gizi teregistrasi, dokter spesialis gizi, atau praktisi gizi untuk menjalani perawatan ini.

Lalu apa yang menjadi fokus terapi nutrisi dan apa yang harus dilakukan pasien? Simak uraiannya di bawah ini.

1. Memenuhi kebutuhan zinc

kebutuhan zinc saat puasa

Kecanduan alkohol dapat menyebabkan tubuh kekurangan zinc. Zat dalam alkohol mengganggu proses penyerapan zinc dari daging, kacang-kacangan, dan produk susu dalam usus sehingga terbuang sia-sia melalui urine. Bila dibiarkan akan terjadi kebocoran pada usus dan penyakit hati. Pasien harus mendapatkan mineral penting ini dari makanan dan juga suplemen zinc sulfat.

2. Memenuhi kebutuhan vitamin B6 dan asam amino

indeks glikemik makanan protein

Alkohol dalam jumlah yang banyak dapat mengurangi kadar vitamin B6 di dalam tubuh. Akibatnya, tubuh akan memperlambat produksi serotonin dan dopamin pada otak. Selain itu, kadar asam amino seperti tirosin dan fenilalanin dalam tubuh juga turut menurun. Kedua zat tersebut berperan penting untuk menekan rasa ngidam atau kecanduan pada makanan manis, termasuk alkohol.

Dengan memenuhi kebutuhan vitamin B6 dan asam amino, tubuh akan mampu mengurangi rasa kecanduan pada alkohol.  Beberapa makanan yang mengandung asam amino dan vitamin B6 adalah daging merah, kalkun, ayam, ikan, telur, keju, kacang, dan kacang polong.

3. Menjaga kadar gula darah

kromium

Orang dengan ketergantungan alkohol harus benar-benar menjaga kadar gula darah tetap normal. Terutama membatasi makanan yang memiliki nilai indeks glikemik tinggi, seperti makanan dan minuman bergula. Kecanduan alkohol bisa menyebabkan hipoglikemia, yatu turunnya kadar gula darah di bawah normal.

Menjaga kadar gula tetap stabil bisa membantu pasien untuk mengelola kecanduan minuman beralkohol. Untuk itu, pasien disarankan untuk memperbanyak makan buah dan sayur serta membatasi jumlah karbohidrat dengan protein dan lemak sehat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 5, 2018 | Terakhir Diedit: Juni 7, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca