Seperti Apa Prosedur Kolesistektomi (Operasi Batu Empedu), dan Siapa yang Perlu?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Setiap tubuh manusia menghasilkan cairan empedu yang berfungsi membantu proses pencernaan makanan serta lemak. Sayangnya pada beberapa kasus, batu bisa terbentuk di dalam kantong empedu sehingga menghambat kerja cairan tersebut. Kalau gejala batu empedu sudah parah, salah satu solusi terbaiknya adalah menjalani operasi kolesistektomi. 

Apa itu kolesistektomi?

Batu empedu terbentuk dari kelebihan lemak, kolesterol, atau bilirubin (sisa sel darah merah) yang tidak dapat dicerna sehingga kemudian mengkristal. Jika tidak segera diatasi, penyumbatan batu empedu bisa membuat pengidapnya kerap mengeluhkan rasa sakit di perut kanan atas.

Kolesistektomi adalah prosedur operasi untuk mengangkat keseluruhan kantong empedu yang bermasalah berikut batu di dalamnya. Kantong empedu adalah organ kecil yang terletak di perut kanan atas, tepatnya di bawah organ hati. Normalnya, kantong empedu bertugas untuk menyimpan cairan empedu yang telah diproduksi oleh hati.

Namun, jangan khawatir jika kantong empedu Anda diangkat. Tubuh Anda masih tetap bisa berfungsi baik meski tanpa kantong empedu. Cairan empedu tetap akan terus diproduksi oleh hati dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Selanjutnya, cairan empedu bisa langsung digunakan oleh tubuh untuk mencerna makanan dan memecah lemak tanpa harus disimpan lebih dulu seperti biasanya.

Tidak semua kasus batu empedu perlu operasi

Sebelum memutuskan operasi batu empedu, Anda harus berkonsultasi ke dokter spesialis. Bila perlu, Anda bisa konsultasi ke beberapa dokter untuk mendapatkan banyak saran dari sudut pandang berbeda.

Umumnya, kasus batu empedu yang berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala mengganggu tidak perlu dioperasi. Dokter dapat meresepkan obat penghancur batu empedu seperti ursodiol atau chenodiol yang harus diminum rutin. Obat-obatan ini menjadi pengobatan lini pertama yang biasa digunakan sebelum dokter menyarankan operasi.

Alternatifnya, dokter dapat menyarankan prosedur laser shock wave atau Extrotorporeal shock-wave lithotripsy (ESWLuntuk memecah batu tanpa pembedahan. Dua prosedur ini dilakukan dengan cara menembakkan gelombang kejut melalui jaringan lunak tubuh sampai batu empedu akhirnya pecah.

Namun, metode laser hanya efektif pada kasus batu empedu soliter yang berdiameter kurang dari 2 sentimeter. Kira-kira hanya sekitar 15% kasus batu empedu yang memenuhi syarat untuk diobati lewat extrotorporeal shock-wave lithotripsy. 

Kondisi seperti apa yang diharuskan operasi batu empedu?

kolostomi adalah

Kolesistektomi akan dilakukan apabila batu masuk sampai menyumbat salah satu saluran empedu. Operasi juga bisa dilakukan apabila batu berukuran besar dan memenuhi ruang dalam kantong empedu. 

Selain itu, operasi pengangkatan batu empedu juga dapat dilakukan apabila sampai menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti pankreatitis (peradangan pankreas) atau cholangitis (peradangan saluran empedu).

Ketika kantong empedu tidak lagi berfungsi semestinya sampai menimbulkan rasa sakit, dokter mungkin menyarankan kolesistektomi guna menghindari risiko infeksi atau komplikasi peradangan kantong empedu (kolesistitis).

Pemeriksaan sebelum operasi batu empedu

transplantasi organ

Jika kondisi Anda memang butuh dioperasi, sebelumnya dokter akan melakukan beberapa tes untuk melihat dampak batu empedu terhadap kesehatan Anda. Tesnya  termasuk:

  • Tes darah
  • USG perut
  • Tes MRI HIDA (asam iminodiacetic hepatobiliary) scan. Tes ini menggunakan bahan kimia radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh Anda untuk mengambil gambaran setiap saluran yang tersumbat.
  • USG endoskopi. Tes ini memasukkan selang endoskopi ke sepanjang saluran pencernaan untuk membuat gambar rinci dari saluran empedu.

Dokter juga akan menanyakan riwayat Anda terkait alergi obat, ada tidaknya masalah atau gangguan saraf yang pernah dialami, aktif merokok atau tidak, dan banyak hal lainnya. Semua pertanyaan ini akan memudahkan dokter untuk memutuskan obat anestesi apa yang aman untuk Anda, atau apakah Anda perlu uji anestesi dulu sebelum operasi atau tidak. 

Penting untuk memberi tahu dokter jika Anda masih aktif merokok. Anda biasanya diharuskan berhenti merokok 1-2 minggu sebelum operasi batu empedu untuk menurunkan risiko masalah pernapasan dan komplikasi luka setelah operasi. 

Beri tahu dokter juga apabila Anda menggunakan atau mengonsumsi obat nonresep, obat resep, obat herbal, suplemen makanan, jamu, atau vitamin tertentu.

Beberapa obat-obatan dapat menimbulkan reaksi buruk pada saat operasi, termasuk menghambat kerja obat anestesi. Dokter mungkin meminta Anda untuk berhenti minum obat dan suplemen tertentu karena dapat meningkatkan risiko perdarahan saat operasi.

Persiapan pasien sebelum menjalani kolesistektomi

Mendekati jadwal operasi, Anda akan disarankan untuk opname 1-2 hari di rumah sakit. Selama opname, dokter akan menyarankan Anda melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Minum larutan khusus untuk membersihkan usus dan mengeluarkan feses
  • Puasa makan 8-12 jam sebelum operasi. Kemungkinan Anda masih boleh untuk minum 1 sampai 2 teguk air dengan obat sebelum operasi.

Selain itu, persiapan lainnya yang perlu Anda pertimbangkan adalah:

1. Bawa barang pribadi

Apabila Anda disarankan untuk opname setelah dan sebelum operasi batu empedu, jangan lupa untuk bawa barang-barang pribadi. Bawalah baju salin atau baju ganti, alat mandi, sendal, dan buku atau majalah untuk mengisi waktu selama opname.

2. Ajak orang yang bisa mendampingi Anda

Selama opname sampai tiba waktunya menjalani operasi, mintalah bantuan orang untuk menemani Anda sebelum dan sesudah operasi berlangsung.

Anda bisa meminta pasangan, orangtua, kerabat, atau saudara yang sekiranya sehat dan mampu membantu Anda selama dirawat. Pertimbangkan juga pulang dari rumah sakit bersama pendamping.

Pulang sehabis operasi dengan menyetir kendaraan atau naik kendaraan umum sendiri tidak disarankan.

Bagaimana operasi batu empedu dilakukan?

Masuk ruang operasi, Anda akan lebih dulu diberikan anestesi melalui cairan intravena (IV) atau infus. Pada beberapa kasus, mungkin dibutuhkan bius di tulang belakang yang diberikan lewat suntikan. Setelah obat anestesi masuk ke aliran darah, lama-lama Anda akan tertidur.

Sembari menunggu tertidur, Anda akan dipasangkan masker dan selang oksigen untuk memudahkan bernapas.

Tenang, Anda tidak akan merasakan apa pun selama operasi berlangsung karena Anda akan tidak sadarkan diri sepenuhnya sehingga sama sekali tidak merasakan sakit.

Nah secara umum, operasi batu empedu itu sendiri ada dua jenis atau pilihan cara, yaitu:

1. Operasi kolesistektomi terbuka (open cholecystectomy)

Operasi kolesistektomi terbuka (open cholecystectomy)

Operasi kolesistektomi terbuka adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan cukup besar (sekitar 13-18 sentimeter) pada perut.

Dokter bedah akan menyayat lapisan kulit sampai menembus lemak dan otot untuk memudahkan pengangkatan kantong empedu. Lalu dokter akan memotong kantong empedu dari salurannya, mengangkat kantong empedu, dan menjepit semua saluran yang berhubungan dengan empedu.

Sementara proses ini berlangsung, tabung kecil akan dipasang dari dalam dan keluar perut untuk menngalirkan cairan yang terkuras. Cairan-cairan ini kemudian tertampung dalam kantong plastik kecil yang terhubung dengan selang tersebut. Pipa tabung ini akan dilepas dan dikeluarkan dari tubuh Anda beberapa hari kemudian, sebelum pulang ke rumah. 

Dokter akan merekomendasikan operasi batu empedu ini bila Anda memiliki masalah kantong empedu yang parah, gangguan perdarahan, kelebihan berat badan, atau sedang hamil tua (trimester dua akhir sampai ketiga).

Orang yang pernah memiliki jaringan parut maupun komplikasi lain dari operasi di area perut sebelumnya juga dapat disarankan operasi ini.

Masa pemulihan setelah kolesistektomi terbuka (open cholecystectomy)

Waktu pemulihan setelah operasi kolesistektomi terbuka cenderung agak lama. Ini karena operasi kolesistektomi terbuka melibatkan sayatan cukup besar. Maka, waktu pemulihannya berjalan panjang sampai akhirnya sembuh total.

Biasanya Anda akan diminta lanjut opname dulu di rumah sakit selama 3-5 hari setelah operasi. Setelah dibolehkan pulang, Anda juga masih tetap disarankan istirahat sekitar 6-8 minggu sampai bisa beraktivitas kembali. 

2. Operasi kolesistektomi dengan laparoskopi (laparoscopic cholescystectomy)

Operasi kolesistektomi dengan laparoskopi (laparoscopic cholescystectomy)

Operasi kolesistektomi dengan metode laparoskopi merupakan jenis operasi yang minim sayatan.

Operasi batu empedu ini dilakukan dengan membuat empat buah sayatan kecil di perut untuk memasukkan alat panjang yang dilengkapi kamera ke dalam area empedu.

Kamera tersebut akan membantu dokter melihat dan mengarahkan gerak laparoskopi di dalam tubuh. Ketika sampai pada area yang dituju, laparoskopi akan mengeluarkan gas karbondioksida agar kondisi dalam perut mudah terlihat di layar.

Laparoskopi kemudian akan memotong sisi-sisi saluran empedu untuk mengeluarkan batu di dalamnya. Setelah dipastikan bersih, saluran yang berhubungan dengan kantong empedu akan ditutup dengan clip khusus atau lem.

Operasi ini umumnya membutuhkan waktu 1-2 jam sampai selesai.

Masa pemulihan setelah kolesistektomi dengan laparoskopi (laparoscopic cholescystectomy)

Ketimbang operasi kolesistektomi terbuka, pemulihan setelah operasi dengan metode laparoskopi tidak memakan banyak waktu. Pasalnya, rasa sakit pada operasi kolesistektomi dengan laparoskopi umumnya jauh lebih ringan daripada operasi terbuka.

Anda umumnya bisa langsung pulang ke rumah pada hari yang sama. Akan tetapi hal ini sebaiknya dihindari. Dokter biasanya akan tetap merekomendasikan anda untuk rawat inap dulu guna memantau kondisi dan mencegah timbulnya komplikasi.

Anda hanya butuh sekitar 1-2 hari untuk opname di rumah sakit setelah operasi batu empedu ini. Setelah pulang ke rumah, dokter biasanya juga akan menganjurkan Anda untuk tidak melakukan aktivitas berat dulu selama kurang lebih 2 minggu.

Kemungkinan risiko menjalani operasi batu empedu

Operasi kolesistektomi sebenarnya adalah prosedur yang terbilang aman dan efektif untuk menghilangkan batu empedu.

Namun sama seperti prosedur medis lainnya, kedua jenis operasi kolesistektomi ini memiliki risiko komplikasi bagi beberapa orang. Di antaranya meliputi:

  • Penggumpalan darah
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Kebocoran empedu
  • Cedera pada organ atau jaringan di dekatnya, seperti hati, saluran empedu, dan usus kecil
  • Pembengkakan
  • Kerusakan pada pembuluh darah di sekitarnya
  • Pneumonia
  • Masalah jantung

Meski risikonya terdengar menyeramkan, dokter pasti menyarankan operasi setelah mempertimbangkan manfaatnya yang lebih besar untuk Anda.

Jika batu empedu yang parah tidak juga ditangani, pada akhirnya bisa menimbulkan masalah kesehatan lain yang lebih serius. Mulai dari peradangan kantong empedu (cholecystitis), peradangan pankreas (pankreatitis), atau peradangan pada saluran empedu (cholangitis).

Tips pemulihan setelah operasi batu empedu

Setelah operasi, Anda biasanya akan disarankan istirahat sebanyak mungkin untuk memulihkan kondisi tubuh. Dokter pada umumnya tidak memperbolehkan Anda melakukan aktivitas berat atau mengangkat barang berat setelah operasi batu empedu. Jaga pula kesehatan tubuh dengan memastikan makan makanan yang sehat, dan hindari makanan penyebab batu empedu (yang berlemak, digoreng, dan siap saji atau kemasan)

Setelah operasi batu empedu, pastinya akan ada bekas luka. Maka, Anda juga harus berhati-hati saat beraktivitas di rumah untuk menghindari luka bekas sayatan operasi jadi terbuka dan berdarah. Risiko ini terutama tinggi setelah operasi koleksistektomi terbuka yang sayatannya cukup besar dan panjang.

Umumnya luka Anda akan mengering dan sembuh dalam 4-6 minggu setelah operasi. Namun, Anda tetap harus berhati-hati saat merawat luka bekas operasi di rumah. Apabila salah perawatan, dikhawatirkan akan menimbulkan infeksi pada luka. Berikut adalah hal yang bisa Anda lakukan:

  • Selalu cuci tangan dengan air dan sabun antibakteri sebelum menyentuh luka atau mengganti perban.
  • Jangan mandi dulu, terutama berendam, sebelum luka di perut Anda dilapisi oleh plastik atau plester anti air. Tanyakan pada dokter mengenai cara mandi ketika ada luka di perut. 
  • Hindari pakai baju yang terlalu ketat atau bahannya terlalu kasar. Ini bisa membuat luka operasi batu empedu tergores dan lama sembuhnya. 
  • Hindari dulu aktivitas yang membahayakan luka operasi seperti mengangkat benda berat atau berenang. 

Apabila ada cairan bening keluar dari luka yang mengering, itu normal. Namun bila yang keluar cairan nanah atau darah, segera konsultasi ke dokter. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca