home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gejala Batu Empedu yang Harus Diwaspadai, Termasuk Komplikasinya

Gejala Batu Empedu yang Harus Diwaspadai, Termasuk Komplikasinya

Tanpa perawatan, batu empedu dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya peradangan atau kanker kantong empedu. Itulah sebabnya, Anda harus waspada dengan gejala batu empedu. Aa saja gejalanya? Yuk, lihat penjelasannya berikut ini.

Berbagai gejala umum dari batu empedu

gejala maag dan batu empedu

Menurut Jordan Knowlton, perawat ahli dari University of Florida Health Shands Hospital, batu empedu terbentuk dari kombinasi garam empedu, kolesterol dan bilirubin.

Pada awalnya, batu yang terbentuk berukuran kecil dan sedikit, sehingga seringnya tidak memunculkan gejala berarti. Namun, batu empedu barulah memunculkan berbagai gejala yang tidak mengenakkan jika dibiarkan terus membesar. Berikut berbagai gejalanya.

1. Tampak batuan di dalam kantong empedu

Gejala yang paling umum dari kondisi ini tentunya adalah batuan yang ditemukan dalam kantong empedu. Keberadaan batuan dalam empedu bisa diperiksa dokter dengan ultrasound atau CT scan.

Terdapat dua jenis batu yang ada di dalam empedu, yaitu:

  • batu kolesterol, berwarna kekuningan karena disebabkan oleh kolesterol tinggi, lebih sering ditemukan pada wanita dengan berat badan berlebih, dan
  • batu empedu pigmen, berwarna hitam atau kecoklatan karena disebabkan oleh penumpukan pigmen dari kalsium murni bilirubin, seringnya ditemukan pada empedu yang telah terinfeksi.

2. Nyeri di perut kanan atas (gejala khas batu empedu)

Gejala batu empedu selanjutnya yang tergolong umum dan bisa dirasakan adalah nyeri di perut kanan atas. Gejala ini juga sering disebut kolik bilier.

Semakin banyak dan besar batu empedu yang terbentuk di dalam kantong empedu, maka akan semakin berisiko menyebabkan saluran empedu tersumbat. Sumbatan batu dapat menyebabkan cairan empedu tidak mengalir lancar mencapai usus kecil. Hal ini jelas akan menghambat cara kerja empedu.

Nah, salah satu dampak dari adanya sumbatan pada kantong atau saluran empedu adalah rasa nyeri di perut kanan atas, tepat di lokasi empedu. Sakit perut khas gejala batu empedu sering muncul pada malam hari. Terutama jika sebelum tidur Anda makan dalam porsi besar.

Gejala sakit kolik bilier biasanya berlangsung selama 30 menit sampai satu jam. Namun, nyeri dapat berlanjut beberapa jam setelahnya dengan intensitas yang lebih ringan. Sakit perut akibat batu empedu juga bisa berlanjut terasa sepanjang masih tidur.

Sakit perut tanda batu empedu juga bisa terasa sebelah kiri. Gejala ini terjadi ketika batuan empedu sudah menghalangi jalan menuju pankreas. Pankreas berfungsi membuat cairan yang nanti sistem pencernaan gunakan untuk memproses makanan.

3. Mual dan muntah

Adanya batu dapat menyebabkan peradangan ringan pada empedu. Pada kasus peradangan kronis, kantong empedu berisiko menimbulkan jaringan parut dan kaku. Efeknya bisa menyebabkan muntah, perut terasa mual, kembung setelah makan, dan diare kronis.

Gejala mual dan muntah saat terdiagnosis batu empedu umumnya juga sering terjadi pada kondisi pankreatitis (radang pankreas).

Tanda batu empedu telah menimbulkan komplikasi

berkeringat saat demam

Menurut Mayo Clinic, adanya sumbatan karena batu empedu dapat menyebabkan komplikasi yang disebut pankreatitis batu empedu. Gejalanya mirip dengan infeksi kantong empedu (kolesistitis) yang disebabkan karena sumbatan batu.

Berikut adalah gejala yang dirasakan bila batu empedu telah berkembang menjadi komplikasi.

1. Demam

Demam adalah gejala dari batu empedu yang sudah menginfeksi kantong empedu (kolesistitis) atau saluran empedu (kolangitis). Demam juga bisa terjadi apabila empedu pecah, terdapat gangren (jaringan mati), atau sampai muncul infeksi pada aliran darah (sepsis).

Ketika batu empedu menimbulkan sumbatan besar sampai mengganggu aliran enzim pankreas, enzim pankreas bisa mengalir balik ke pankreas. Ini selanjutnya dapat menimbulkan peradangan pada pankreas (pankreatitis) yang juga dapat menimbulkan demam.

2. Sakit kuning (jaundice)

Anda bisa mengalami penyakit kuning jika batu empedu sampai menghalangi aliran bilirubin (ikterus obstruktif).

Adanya batu empedu yang menumpuk bisa membuat bilirubin, hasil pecahan sel darah merah dari organ hati, mengalir balik ke dalam darah dan menumpuk di sana. Padahal seharusnya bilirubin masuk ke sistem pencernaan.

Alhasil, bilirubin yang terbawa oleh darah ke seluruh tubuh akan menyebabkan bagian putih mata, kulit, dan kuku berwarna kuning. Gejala ini juga bisa membuat warna urine Anda menjadi kuning keruh.

3. Badan gatal-gatal (pruritus)

Badan gatal-gatal (pruritus) merupakan gejala lain dari batu empedu. Pruritus bisa terjadi karena peradangan kronis di kandung empedu dan hati. Rasa gatal yang Anda rasakan disebabkan oleh zat di dalam tubuh, disebut sebagai rangsangan pruritogen.

Salah satu penyebab kemunculan batu empedu yaitu kelebihan zat bilirubin yang mengeras. zat bilirubin itu sendiri termasuk sebagai zat pruritogen.

Pruritogen adalah zat alami dalam tubuh yang memicu rasa gatal. Saraf di dalam otak akan merespon kerja zat pruritogen dengan menghasilkan rasa gatal.

Bilirubin normalnya dibuang lewat feses dan sisa lainnya lagi lewat urine. Apabila kadar bilirubin terlalu banyak sampai menyebabkan terbentuknya batu di empedu, pigmen kuning dari bilirubin akan terbawa oleh darah dan disimpan di bawah kulit.

Hasilnya badan jadi gatal sebagai reaksi dari gejala adanya batu pada empedu.

Segera ke dokter jika mengalami gejala batu empedu

obat minoxidil adalah

Kemunculan dan keparahan gejala batu empedu bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Beberapa orang bisa merasakan gejala di atas selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Ada juga orang yang hanya merasakan gejala batu empedu muncul sekali atau dua kali dalam setahun. Maka dari itu, penting untuk segera periksa ke dokter apabila Anda mulai merasakan gejala tertentu yang mengarah kepada batu empedu.

Terutama ketika Anda telah merasakan sakit perut kanan atas yang tak tertahankan, mual dan muntah hebat, atau mengalami gejala-gejala lain yang mengarah pada komplikasi.

Pemeriksaan dan perawatan dini salah satunya operasi kolesistektomi diperlukan untuk mencegah risiko komplikasi seperti radang pankreas (pankreatitis) atau batu empedu kambuh lagi di kemudian hari.

Selain itu, ada juga risiko kanker kantong empedu meski tergolong sangat jarang terjadi. Namun, risiko Anda terhadap kanker akan meningkat apabila terdapat kerusakan pada kantong dan saluran empedu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gallstones. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 13 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gallstones/symptoms-causes/syc-20354214

Recognizing Symptoms of a Gallbladder Attack. (2015). Florida Medical Clinic. Retrieved 13 January 2021, from https://www.floridamedicalclinic.com/blog/recognizing-the-symptoms-of-a-gallbladder-attack/

Gallstone Complications. (2018). National Health Service. Retrieved 13 January 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/gallstones/complications/

Gallstone Disease. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved 13 January 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/gastroenterology_hepatology/_pdfs/pancreas_biliary_tract/gallstone_disease.pdf

Bergasa NV. Pruritus of Cholestasis. In: Carstens E, Akiyama T, editors. Itch: Mechanisms and Treatment. Boca Raton (FL): CRC Press/Taylor & Francis; 2014. Chapter 6. Retrieved 13 January 2021.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 18/01/2021
x