Apa Itu Endapan Kantong Empedu? Berbahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kantong empedu terletak di antara usus dan hati yang berfungsi menyimpan empedu dari hati sampai saatnya tiba untuk dilepaskan ke dalam usus guna membantu pencernaan. Jika kantong empedu tidak kosong sepenuhnya, partikel dalam kantong seperti empedu atau garam kalsium akan menebal akibat sisa-sisa kantong empedu yang mengendap terlalu lama. Lalu akan terbentuk endapan kantong empedu, yang biasa disebut sebagai endapan kantong empedu atau disebut juga sludge empedu. Dalam istilah asing kondisi ini disebut gallbladder sludge. 

Apa itu endapan kantong empedu?

Endapan kantong empedu adalah kumpulan kolesterol, kalsium, bilirubin, dan senyawa lainnya yang terbentuk di kantong empedu. Kadang-kadang disebut biliary sludge atau endapan empedu, karena terjadi ketika empedu berada terlalu lama di dalam kantong.

Empedu merupakan cairan kuning kehijauan yang diproduksi di hati dan disimpan di kantong empedu. Fungsinya membantu tubuh untuk mencerna lemak. Bila partikel kecil dari empedu tetap berada di kantong empedu dalam jangka waktu yang terlalu lama, partikel-partikel ini bisa terkumpul dan mengendap menjadi endapan (sludge) empedu.

Hal ini bukan kondisi medis tersendiri, tapi bisa mengakibatkan kondisi lainnya yang berkaitan. Misalnya batu empedu dan kolesistitis. Namun, bisa juga hilang dengan sendirinya. Dalam kebanyakan kasus, dokter menemukan endapan kantong empedu saat dilakukan ultrasound di kantong empedu. Hal ini lebih sering didiagnosis pada orang dengan masalah kantong empedu dan hati karena orang dengan jenis kondisi ini lebih cenderung menjalani tes ultrasonografi (USG) di bagian terkait.

Apa saja gejala endapan kantong empedu?

Beberapa orang dengan endapan di kantong empedu tidak akan menunjukkan gejala dan tidak pernah tahu bahwa mereka memilikinya. Namun, ada juga sebagian orang yang mengalami gejala yang ditunjukkan dengan kantong empedu yang meradang atau batu empedu. Gejala utamanya ialah nyeri perut, terutama di sisi kanan atas di bawah tulang rusuk. Rasa sakit ini bisa meningkat tak lama setelah makan.
Adapun gejala lainnya yang umumnya terjadi ialah:

  • Rasa sakit pada dada
  • Rasa sakit pada bahu kanan
  • Mual
  • Muntah
  • Tekstur serta warna feses seperti tanah liat

tips mengatasi mual

Apa yang menyebabkan endapan kantong empedu?

Endapan di kantong empedu terbentuk saat empedu berada di kantong terlalu lama. Lendir dari kantong empedu bisa bercampur dengan kolesterol dan garam kalsium yang tergabung sehingga menciptakan endapan seperti lumpur. Sludge kantong empedu biasanya lebih umum terjadi selama kehamilan, terutama jika Anda mengikuti diet ketat.
Kondisi ini bukanlah kondisi yang umum terjadi. Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terhadap kondisi ini. Berikut kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi meliputi:

  • Wanita. Dibandingkan dengan pria, wanita memiliki tingkat risiko mengalami masalah pada kantong empedu lebih tinggi.  
  • Orang yang mendapatkan nutrisi melalui infus atau alternatif makanan lain.
  • Orang yang sedang sakit kritis.
  • Orang dengan diabetes.
  • Orang yang kelebihan berat badan dan kehilangan berat badan dengan sangat cepat.
  • Orang yang pernah melakukan transplantasi organ.
  • Kecanduan alkohol.
  • Memiliki riwayat masalah pada kantong empedu.

Bagaimana endapan empedu didiagnosis?

Jika Anda sering mengalami sakit perut, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang Anda alami belakangan ini. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan di bagian yang berbeda di perut Anda. Jika dokter menduga bahwa kantong empedu Anda bisa menjadi sumber rasa sakit, kemungkinan besar dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi perut yang dapat mendeteksi batu empedu secara akurat.

Jika dokter Anda mendiagnosis batu empedu atau endapan di kantong empedu, Anda mungkin diminta untuk menjalani tes untuk menentukan penyebab endapan tersebut. Tes yang akan dilakukan biasanya tes darah. Melalui tes darah, kadar kolesterol dan sodium bisa terdeteksi. Dokter juga menjalani tes darah untuk memastikan hati Anda berfungsi dengan baik. Terkadang endapan ini ditemukan dari hasil CT scan atau ultrasound yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit lain di sekitar empedu.

Mengatasi endapan di kantong empedu

Jika endapan pada kantong empedu Anda tidak menyebabkan gejala apa pun, pengobatan tidak diperlukan. Dokter akan meresepkan obat untuk membantu melarutkan lumpur atau batu empedu. Dalam beberapa kasus, ketika endapan ini menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, atau batu empedu, dokter mungkin menyarankan untuk pengangkatan kantong empedu.

Jika kondisi ini  berulang, Anda perlu melakukan perubahan gaya hidup untuk mencegah masalah di kemudian hari. Dengan mengonsumsi makanan rendah lemak, rendah kolesterol, dan makanan rendah sodium, Anda bisa mengurangi kemungkinan pengembangan endapan di masa depan.

Pengobatan melalui perubahan gaya hidup dapat mencegah kejadian endapan kantong empedu yang berulang. Strategi tersebut meliputi:

  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Mengonsumsi makanan rendah lemak
  • Menghindari kenaikan atau penurunan berat badan secara signifikan

pengobatan batu empedu tanpa operasi

Komplikasi yang mungkin muncul

Terkadang, endapan empedu akan sembuh tanpa menimbulkan gejala dan pengobatan. Namun, dalam beberapa kasus endapan ini berisiko menyebabkan beberapa penyakit, di antaranya:

1. Batu empedu

Batu empedu bisa menyebabkan sakit perut bagian atas sehingga biasanya memerlukan pembedahan. Dalam beberapa kasus, batu empedu dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran empedu. Jika ini terjadi, maka diperlukan tindakan medis segera.

2. Kolesistitis

Endapan empedu dapat menyebabkan kolesistitis atau peradangan kantong empedu. Jika hal ini menimbulkan nyeri yang berkelanjutan dan semakin meningkat, biasanya dokter merekomendasikan untuk mengangkat kantong empedu. Pada kasus yang sangat parah, kantong empedu yang meradang dapat menyebabkan pengikisan di dinding kantong empedu. Kondisi ini bisa menyebabkan perforasi atau pecahnya dinding kantong yang mengakibatkan bocornya kandungan kantong empedu ke rongga perut.

3. Pankreatitis akut

Pengendapan pada kantong empedu dapat menyebabkan pankreatitis akut, atau radang pankreas. Kondisi ini menyebabkan aktifnya enzim di pankreas yang mengarah pada peradangan. Peradangan dapat menyebabkan respon sistemik, yang bisa menyebabkan syok bahkan kematian. Hal ini dapat terjadi jika endapan pada kantong empedu menghalangi saluran pankreas.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit