Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Rokok memiliki banyak jenis, dari mulai yang elektrik atau vape hingga kretek. Rokok kretek merupakan produk asli Indonesia yang banyak dikenal hingga mancanegara. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya rokok kretek? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan mengenai rokok kretek.

Apa itu rokok kretek?

sakit kepala setelah merokok

Menurut Standar Industri Indonesia dari Departemen Perindustrian RI rokok kretek adalah rokok dengan atau tanpa filter yang menggunakan tembakau rajangan. Rokok jenis ini juga dicampur dengen cengkeh rajangan dan digulung dengan kertas sigaret.

Rokok kretek biasanya memiliki bau yang khas serta bunyi “kretek-kretek” dari hasil pembakaran cengkeh. Bunyi kretek inilah yang menjadi alasan penamaan rokok.

Rokok kemudian dinikmati dengan menghirup asap dari hasil pembakaran tembakau dan cengkeh serta bahan campuran lain di dalamnya.

Kandungan rokok kretek

efek mencampur ganja dengan tembakau

Rokok kreteknya umumnya terdiri dari dua kandungan utama yaitu tembakau dan cengkeh. Rokok kretek biasanya terdiri dari 60 sampai 80 persen tembakau dan 20 sampai 40 persennya  tunas cengkeh dan minyak cengkeh.

Semakin tinggi kandungan cengkeh di dalamnya, rasa, bau, dan bunyinya akan semakin kuat. Selain itu, rokok kretek juga terkadang mengandung bahan tambahan seperti jinten, kayu manis, atau pala.

Dalam asap rokok kretek, terdapat lima senyawa yang tidak terdapat dalam asap rokok putih (rokok filter) yaitu eugenol (minyak cengkeh) dan turunannya.

Minyak cengkeh dan turunannya sebenarnya memberikan efek terapeutik sebagai antiradang. Bahan ini bekerja dengan menghambat pembuatan prostaglandin, memicu antibakteri, dan sebagai anestesi oles.

Akan tetapi, bila dikonsumsi dalam waktu yang lama dan konsentrasi yang tinggi, bahan ini bisa menyebabkan nekrosis.

Nekrosis adalah matinya sel dan jaringan tubuh. Kondisi ini terjadi bisa karena cedera, radiasi, atau bahan kimia tertentu. Ketika jaringan yang mati areanya cukup luas, kondisi ini disebut dengan gangren.

Selain cengkeh, rokok kretek juga mengandung nikotin sama seperti rokok lainnya. Kadar nikotin di dalam rokok ini biasanya mencapai 3 sampai 5 kali lipat.

Tak hanya itu, dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Western Journal of Medicine, rokok ini menghasilkan kandungan tar yang lebih tinggi dibandingkan dengan rokok filter biasa.

Tar yang dihasilkan dari rokok ini berkisar antara 34 sampai 65 mg. Adapun rinciannya yaitu dari nikotin sebesar 1,9 sampai 2,6 mg, dan karbon monoksida sekitar 18 sampai 28 mg per batangnya.

Tingginya produksi tar ini kemungkinan karena kombinasi dari empat faktor, yaitu:

  • Tembakau
  • Berat rokok
  • Jumlah embusan saat merokok
  • Residu tar yang ditinggalkan oleh kuncup cengkeh

Bahaya rokok kretek untuk kesehatan

paru-paru perokok

Semua jenis rokok memiliki bahaya untuk kesehatan, termasuk kretek. Berikut berbagai masalah kesehatan yang ditimbulkan dari mengonsumsi rokok kretek:

Menimbulkan kecanduan

Kadar nikotin yang lebih tinggi di dalam rokok kretek dibandingkan rokok filter biasa membuat risiko kecanduan sangat besar. Nikotin adalah zat yang sangat candu sehingga membuat seseorang ingin terus terusan membakar rokoknya.

Ketika nikotin dikonsumsi, dopamin akan dilepaskan secara alami di otak. Dopamin adalah hormon yang mendorong otak untuk mengulangi perilaku yang sama berulang-ulang. Nah, setiap kali rokok diisap, otak seperti mendapat pukulan dari dopamin.

Seorang perokok biasanya mengisapnya 10 kali atau lebih setiap batangnya. Oleh karena itu, seseorang yang merokok sekitar satu bungkus (25 batang rokok) per hari bisa mendapat 250 kali pukulan atau lonjakan nikotin.

Jumlah sebanyak ini cukup bisa membiasakan otak untuk terus menggunakan nikotin. Efeknya akan terus ada bahkan semakin kuat ketika Anda terus menerus menggunakan nikotin.

Selain nikotin, eugenol juga diduga kuat punya efek psikotropis ringan. Dalam beberapa studi ditemukan bahwa banyak para penggunanya yang merasakan euforia tertentu saat menghirup asap rokok.

Masalah pada paru-paru dan sistem pernapasan

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), merokok kretek dapat meningkatkan risiko cedera paru-paru akut.

Cedera ini umumnya meliputi penurunan oksigen, cairan di paru, kebocoran dari kapiler darah, dan peradangan. Kondisi ini terutama rentan menyerang orang dengan asma atau infeksi saluran pernapasan.

Selain itu, perokok kretek juga memiliki risiko mengalami paru yang abnormal 13 hingga 20 kali lipat dibandingkan dengan yang bukan perokok.

Emfisema

Emfisema adalah kondisi saat kantung udara di paru-paru atau alveoli rusak yang terjadi salah satunya karena paparan asap rokok dalam waktu lama.

Seiring berjalannya waktu, dinding bagian dalam kantong udara melemah dan pecah. Akibatnya, kondisi ini bisa mengurangi jumlah oksigen yang mencapai darah.

Saat Anda mengembuskan napas, alveoli yang rusak tidak bekerja dengan baik dan udara lama menjadi terperangkap. Akibatnya, tidak ada ruang untuk masuknya udara segar yang kaya oksigen. Sebagian besar penderita emfisema juga menderita bronkitis kronis.

Meski kondisinya cukup parah, penderitnya bisa saja tidak menyadari bahwa ia memiliki masalah kesehatan yang satu ini selama bertahun-tahun. Gejala utama emfisema adalah sesak napas yang biasanya dimulai secara bertahap.

Awalnya emfisema mungkin hanya menyebabkan sesak napas saat berkegiatan berat. Namun secara perlahan, gejalana bisa mulai mengganggu tugas-tugas harian. Emfisema pada akhirnya menyebabkan sesak napas bahkan saat seseorang sedang beristirahat.

Bronkitis kronis

Bronkitis kronis adalah peradangan pada tabung bronkial, yaitu bagian yang membawa udara ke paru-paru. Peradangan ini membuat tabung memproduksi terlalu banyak lendir. Akibatnya, seseorang menjadi terus batuk dan sulit bernapas.

Merokok menjadi faktor utama penyebab bronkitis kronis. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan tetapi gejalanya bisa dikelola salah satunya dengan berhenti merokok termasuk pengonsumsi kretek.

Edema paru

Edema paru adalah kondisi yang disebabkan oleh kelebihan cairan di paru-paru. Cairan ini terkumpul di banyak kantung udara di paru sehingga seseorang menjadi sulit bernapas.

Edema paru akut atau yang terjadi secara tiba-tiba adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera.

Menghirup asap rokok dari rokok kretek dapat merusak membran antara kantung udara dan kapiler. Akibatnya, ada kemungkinan bahwa cairan akan masuk ke paru-paru seseorang.

Pasalnya, paru-paru mengandung banyak kantung udara elastis yang disebut dengan alveoli. Setiap seseorang bernapas, kantung udara ini akan menyerap oksigen dan melepaskan karbon dioksida tanpa adanya masalah.

Kerusakan dapat membuat alveoli terisi dengan cairan sehingga oksigen menjadi tidak terserap ke dalam aliran darah.

Ketika seseorang mengalami edema paru akut, ia akan mengalami berbagai gejala seperti:

  • Napas yang sangat pendek sehingga sulit bernapas dan akan makin memburuk saat beraktivitas atau berbaring
  • Perasaan tercekik atau tenggelam saat berbaring
  • Mengi atau napas berbunyi ngik-ngik
  • Kulit dingin dan lembap
  • Gelisah atau merasa cemas
  • Batuk dengan dahak berbusa yang mungkin disertai darah
  • Bibir membiru
  • Detak jantung yang cepat dan tidak teratur

Namun, tanda dan gejala edema paru sebenarnya sangat beragam. Semuanya tergantung pada keparahan dan jenis edema yang dialami.

Meningkatkan risiko kanker

CDC, menyatakan bahwa di Amerika Serikat rokok menjadi penyebab 90 persen kematian akibat kanker paru-paru. Baik rokok elekterik atau vape, filter, maupun kretek semuanya meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Bahan kimia di dalam asap rokok bisa memengaruhi seluruh tubuh. Sebagian di antaranya bisa merusak DNA.  Setiap batang rokok yaang merusak DNA bisa menyebabkan penumpukan sel yang berujung kanker. Kandungan benzo (a) piren misalnya bisa merusak bagian DNA yang bertugas melindungi dari sel kanker.

Selain itu, bahan kimia di dalam asap tembakau juga merusak sistem detoksifikasi tubuh alami. Akibatnya, tubuh perokok kurang mampu membuang racun yang ada di dalam tubuh dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Walaupun tubuh dirancang untuk mengatasi kerusakan yang muncul, masalah akibat bahan kimia berbahaya di dalam asap tembakau ini kerap tidak bisa ditolerir.

Itu sebabnya merokok menyebabkan banyak sekali kanker. Tak hanya kanker paru-paru, sejumlah kanker lainnya juga bisa muncul dan meningkat risikonya jika Anda terus merokok. Berikut berbagai jenis kanker yang kerap menyerang para perokok:

  • Mulut
  • Kerongkongan
  • Serviks
  • Ginjal
  • Hati
  • Pankreas
  • Kandung kemih
  • Usus 12 jari
  • Perut

Masalah pada jantung

Karbon monoksida merupakan gas berbahaya yang dihirup saat merokok. Ketika karbon monoksida masuk ke paru, senyawa ini akan berpindah secara otomatis ke aliran darah. Hal ini sangat berbahaya karena karbon monoksida mengurangi jumlah oksigen yang dibawa dalam sel darah merah.

Selain itu, karbon monoksida juga bisaa meningkatkan jumlah kolesterol yang disimpan ke dalam lapisan arteri. Semakin lama, tumpukan ini bisa menyebabkan arteri mengeras. Akibatnya, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, penyakit arteri, dan serangan jantung.

Selain karbon monoksida, nikotin juga bia merusak jantung. Pasalnya, nikotin bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah, detak jantung, aliran darah ke jantung, dan penyempitan pembuluh darah. Senyawa ini bisa bertahan di dalam tubuh enam hingga delapan jam tergantung seberapa sering Anda merokok.

Masalah pada sistem reproduksi

Pria dan wanita perokok cenderung memiliki masalah kesuburan dibandingkan dengan yang tidak. Hal ini berlaku untuk mereka yang merokok jenis apa pun mulai dari vape hingga kretek.

Zat kimia di dalam rokok kretek bisa merusak sel telur dan sperma sehingga memengaruhi kesehatan bayi. Ini karena merokok berpengaruh pada:

  • DNA dalam telur dan sperma
  • Produks hormon pria dan wanita
  • Kemampuan sel telur yang dibuahi untuk mencapai rahim
  • Lingkungan di dalam rahim

Pria yang merokok akan mengalami masalah untuk berhasil melakukan ereksi dan mempertahankannya. Selain itu, merokok juga merusak DNA dalam sperma yang ditransfer ke bayi. Bahkan, bagi para perokok berat (lebih dari 20 batang per hari), pembuahan yang dilakukan meningkatkan risiko leukimia pada janin yang tumbuh nantinya.

Masalah pada kehamilan

Wanita yang merokok saat hamil juga rentan mengalami keguguran dibandingkan dengan yang tidak merokok. Setiap rokok yang diisap meningkatkan risiko keguguran sebesar satu persen.

Tak hanya itu, bayi yang ada dikandungannya juga cenderung mengalami peningkatan risiko berat badan lahir rendah. Akibatnya, bayi berisiko dilahirkan prematur dan mengalami cacat lahir.

Merokok juga meningkatkan risiko wanita mengalami kehamilaan ektopik. Kehamilan ektopik adalah kondisi saat bayi berkembang di luar rahim. Tak hanya membahayakan sang ibu, asap rokok juga akan membuat bayi tidak bisa berkembang dan bertahan hidup.

Sang ibu juga cenderung mengalami pecah ketuban dini dan plasenta yang terpisah dari rahim sebelum waktunya. Paru-paru, otak, dan sistem saraf janin juga rentan mengalami kerusakan

Mana yang lebih baik: rokok filter atau kretek?

efek merokok

Rokok filter adalah jenis yang banyak dijual di pasaran dan memiliki filter atau penyaring di salah satu ujungnya. Filter pada rokok disebut-sebut berfungsi untuk menyaring tar dan nikotin yang ada di dalam tembakau agar tidak terhirup atau meminimalisirnya.

Namun faktanya, filter hanya bisa memblokir partikel tar dan nikotin yang berukuran besar saja. Sisanya, partikel-partikel kecil yang ada akan terhirup dan masuk ke dalam paru-paru.

Filter rokok biasanya terbuat dari selulosa asetat yang biasa didapat dari olahan kayu. Serabut-serabut ini nyatanya bisa masuk dan terhirup ke dalam asap rokok dan menumpuk di dalamnya.

Lantas, manakah yang lebih baik? Sesungguhnya tidak ada yang lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Semua rokok berbahaya untuk kesehatan baik yang merokok dengan filter atau kretek.

Namun, sebuah studi menemukan bahwa orang yang merokok tanpa filter memiliki risiko dua kali lipat mengalami kematian akibat kanker paru dibandingkan perokok lainnya. Selain itu, merokok tanpa filter termasuk kretek, juga dikaitkan dengan risiko kematian 30 persen lebih tinggi karena sebab apa pun.

Oleh sebab itu, semu rokok itu buruk dan bisa meningkatkan risiko kanker paru serta kematian akibat kanker paru. Namun, menurut Dr. Nina Thomas dari Medical University of South Carolina, in Charleston, rokok tanpa filter seperti kretek memiliki risiko atau bahaya yang paling tinggi dari semua jenis rokok.

Orang yang merokok tanpa filter 40 persen lebih mungkin terkena kanker paru-paru. Selain itu, mereka juga sepertiga lebih cenderung mengalami ketergantungan nikotin dibandingkan dengan perokok lainnya. Dibandingkan rokok lainnya, rokok tanpa filter diduga lebih berbahaya karena kadar tar yang cukup tinggi.

Jadi, baik rokok filter maupun kretek keduanya sama-sama berbahaya. Tak perlu memilih salah satunya hanya karena lebih aman. Tidak ada rokok yang aman untuk kesehatan. Kebiasaan ini hanya akan menyusahkan Anda di masa depan dan menurunkan kualitas hidup.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 25, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 27, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca