home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengenal Struktur dan Fungsi Hati (Liver) dalam Sistem Pencernaan

Mengenal Struktur dan Fungsi Hati (Liver) dalam Sistem Pencernaan

Hati adalah organ terbesar dalam sistem pencernaan yang memiliki banyak fungsi. Dikenal pula sebagai liver, organ ini tak hanya membantu jalannya proses pencernaan, tapi juga berperan dalam sistem peredaran darah dan berbagai mekanisme lainnya dalam tubuh Anda.

Berbeda dengan lambung dan usus yang merupakan bagian dari saluran pencernaan, hati adalah organ aksesori atau pelengkap. Pada proses pencernaan, hati pun bekerja dengan sistem lain seperti kantong empedu, persarafan, pembuluh getah bening, usus, dan masih banyak lagi.

Berikut struktur, fungsi, dan berbagai informasi tentang liver dalam sistem pencernaan Anda.

Posisi dan struktur hati pada tubuh manusia

diabetes dan kanker hati

Hati terletak pada rongga perut kanan atas. Organ ini tepat berada di bawah diafragma dan memenuhi sebagian besar ruang di bawah tulang rusuk. Oleh karena ukurannya yang besar, hati juga menempati sebagian kecil ruang di perut kiri atas.

Pada bagian bawah hati, terdapat organ kecil berwarna hijau yang tidak lain adalah kantong empedu. Salah satu fungsi hati adalah membentuk cairan empedu. Kantong inilah yang akan menampung empedu sebelum digunakan dalam proses pencernaan.

Untuk memahami anatomi hati, Anda perlu mengenal bagian-bagiannya terlebih dulu. Hati terdiri dari belahan-belahan yang disebut lobus, beberapa jaringan ikat, dan jalur pembuluh. Berikut berbagai komponen yang menyusun hati.

1. Lobus (belahan)

Hati terdiri dari dua lobus utama. Namun, Anda pun dapat mengamati belahan lainnya jika melihat tampak belakang organ ini. Lobus-lobus hati sebenarnya dapat dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, tapi berikut adalah yang perlu diketahui.

  • Lobus kanan: belahan kanan hati yang berukuran paling besar, kira-kira enam kali lipat ukuran lobus kiri.
  • Lobus kiri: belahan kiri hati yang berukuran jauh lebih kecil dibandingkan lobus kanan.
  • Lobus caudatus: belahan hati bagian atas yang hanya tampak dari belakang.
  • Lobus quadratus: belahan hati bagian bawah yang hanya tampak dari belakang.

2. Jaringan ikat pemisah (ligamen)

Hati terbungkus oleh lapisan jaringan ikat yang disebut kapsul Glisson. Jaringan ikat pada hati kemudian juga berkembang menjadi beberapa jenis ligamen dengan fungsi sebagai pembatas antara satu lobus dengan lainnya.

Berikut beragam jaringan ikat yang terdapat pada hati.

  • Falciform ligament. Jaringan berbentuk sabit ini menempel pada bagian depan hati dan secara alamiah memisahkan lobus kanan dan kiri.
  • Coronary ligament. Jaringan ini menempel pada bagian atas hingga bawah hati yang berbatasan dengan diafragma hingga membentuk segitiga.
  • Triangular ligament. Jaringan ini terbagi menjadi ligamen kanan yang membelah lobus kanan hati, serta ligamen kiri yang membelah lobus kiri hati.
  • Lesser omentum. Jaringan ini menempel pada bagian bawah hati yang berbatasan dengan lambung dan usus besar.

3. Sistem pembuluh hati

Hati menyimpan sekitar 473 mL darah setiap waktu. Jumlah ini kira-kira setara dengan 13% persediaan darah dalam tubuh Anda. Darah yang mengalir menuju hati terutama berasal dari dua sumber, yaitu:

  • darah kaya oksigen dari pembuluh arteri hati, dan
  • darah kaya zat gizi dari pembuluh vena hati.

Ketika diamati dengan mikroskop, Anda akan melihat bahwa sel-sel hati menyusun ratusan unit terkecil yang disebut lobulus. Semua pembuluh yang masuk maupun keluar dari liver Anda terhubung dengan lobulus ini untuk berinteraksi dengan sel hati.

Sel hati menghasilkan bahan-bahan utama yang membentuk cairan empedu. Salah satu fungsi utama pembuluh hati adalah mengalirkan cairan empedu menuju kantong empedu. Selain itu, cairan empedu juga dialirkan ke usus untuk proses pencernaan.

4. Sistem saraf hati

Fungsi hati dikontrol oleh sistem persarafan yang dikenal sebagai hepatic plexus. Sistem persarafan ini memasuki hati dan bercabang di dalamnya melalui jalur yang sama dengan pembuluh darah yang membawa oksigen serta zat gizi.

Fungsi hati dalam sistem pencernaan manusia

cara menjaga kesehatan hati pengidap hepatitis C

Melansir laman Johns Hopkins Medicine, para ilmuwan telah menemukan sedikitnya 500 fungsi penting hati bagi tubuh. Akan tetapi, fungsi utama yang paling dikenal dari organ ini adalah membantu pencernaan, memecah sel darah merah, dan detoksifikasi.

Seluruh darah yang meninggalkan lambung dan usus akan mengalir menuju hati. Hati lalu memproses darah yang datang dengan merombaknya, menyeimbangkan kadar zat kimia di dalamnya, dan memecah kandungan obat yang dibawa darah dari lambung.

Dari ratusan fungsi liver yang telah diketahui, berikut adalah beberapa yang paling umum.

1. Menghasilkan cairan empedu

Empedu merupakan cairan penting yang dihasilkan oleh sel hati. Komposisi utamanya adalah air, garam empedu, asam empedu, pigmen empedu, serta bilirubin. Selain itu, ada pula kandungan kolesterol, fosfolipid, dan mineral elektrolit.

Fungsi empedu dalam sistem pencernaan adalah mengubah lemak dalam usus halus menjadi gumpalan kecil yang lebih mudah dicerna. Akan tetapi, sebelum menjalankan fungsinya, empedu akan disimpan terlebih dulu dalam kantong empedu.

Sementara itu, bahan dasar empedu yang tidak digunakan dalam proses pencernaan akan diubah menjadi asam empedu oleh bakteri usus. Asam empedu lalu dikirimkan kembali menuju hati untuk digunakan pada proses pencernaan berikutnya.

2. Mengolah zat kimia yang Anda konsumsi

Fungsi penting lainnya dari hati adalah membersihkan darah dari obat-obatan, bahan kimia, alkohol, dan berbagai bahan yang berpotensi menjadi racun. Liver menjalankan fungsi ini dengan mengubah zat kimia menjadi molekul yang dapat larut dalam air.

Selain itu, liver juga mengubah amonia yang beracun menjadi urea untuk dikeluarkan melalui urine. Kemampuan liver dalam mengolah zat kimia bisa dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, kesehatan hati dan ginjal, serta faktor genetik yang Anda miliki.

3. Merombak sel darah merah yang sudah tua

Sel darah merah dalam tubuh Anda memiliki umur sekitar 100-120. Setelah itu, sel-sel darah merah yang sudah tua akan dirombak di dalam sel hati. Sel darah merah yang telah dirombak kemudian akan berubah menjadi biliverdin.

Biliverdin lalu bercampur dengan zat lain hingga berubah menjadi zat lain yang disebut bilirubin. Bilirubin kemudian dialirkan ke darah, disaring oleh ginjal, dan dikeluarkan melalui urine. Zat inilah yang membuat urine tampak berwarna kekuningan.

4. Mengatur berbagai mekanisme pada darah

Selain memecah sel darah merah, hati juga menghasilkan protein yang membantu penggumpalan darah dan pengangkutan oksigen. Organ ini dapat menyimpan zat besi yang diproses dari hemoglobin, yaitu protein khusus yang mengikat oksigen pada sel darah merah.

5. Menyimpan cadangan energi

Pada pencernaan karbohidrat, hati berfungsi untuk menstabilkan kadar glukosa (gula darah). Ketika gula darah Anda tinggi, misalnya sehabis makan, hati akan menyaring gula dari darah dan menyimpannya sebagai cadangan energi dalam bentuk glikogen.

Begitu kadar gula darah Anda menurun, hati akan memecah kembali cadangan energi yang ada. Simpanan glikogen Anda dipecah menjadi glukosa, lalu dilepaskan kembali ke aliran darah. Bila perlu, hati juga akan melepaskan beberapa vitamin dan mineral.

Bila kadar gula darah sudah sangat rendah, tubuh Anda akan mengambil cadangan energi dari lemak. Lagi-lagi, hati Anda memiliki fungsi dalam mengubah lemak menjadi bahan energi pengganti gula.

6. Fungsi lainnya

Berikut adalah berbagai fungsi lain dari hati bagi tubuh Anda.

  • Menghasilkan kolesterol dan protein khusus untuk membawa lemak ke seluruh tubuh.
  • Mengatur jumlah asam amino dalam darah, yang nantinya menjadi cikal-bakal dari protein pembentuk tubuh.
  • Mencegah infeksi dengan cara membentuk faktor-faktor imun dan membuang bakteri dalam darah.

Begitu mencapai hati, zat-zat yang memasuki tubuh akan diproses, disimpan, diubah, dimurnikan, dan disalurkan kembali ke dalam darah atau dilepaskan ke usus. Zat yang dikirimkan ke usus akan digunakan dalam proses pencernaan.

Dengan cara ini, hati ini bisa memurnikan darah dari alkohol dan terhindar dari produk sampingan hasil pemecahan obat. Darah kemudian akan disaring oleh ginjal dan zat yang tidak berguna dapat dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Makanan dan minuman yang menjaga fungsi hati

diet rendah lemak

Anda bisa menjaga fungsi hati dengan menjalani pola makan yang menyehatkan bagi organ ini. Pasalnya, makanan dan minuman yang menyehatkan akan memberikan zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga kinerja hati tetap optimal.

Berikut adalah makanan dan minuman yang perlu Anda konsumsi.

1. Air

Sekitar 60% bobot tubuh Anda adalah air. Hati Anda pun membutuhkan asupan air untuk bisa bekerja dengan baik. Jika Anda tidak mendapatkan asupan air yang cukup, hati biasanya menjadi organ pertama yang paling terkena dampaknya.

Saat tubuh kekurangan air, racun akan mengendap dalam tubuh Anda. Pada kondisi seperti ini, biasanya muncul ciri-ciri seperti warna urine yang pekat. Jadi, penuhi kebutuhan cairan Anda dengan minum air setidaknya dua liter setiap hari.

2. Sayur-sayuran

Sayur-sayuran yang baik untuk fungsi hati antara lain brokoli, kol, kembang kol, bok choy dan daikon. Sayuran ini mengandung flavonoid, carotenoid, dan sulforaphane. Zat alami tersebut bisa membantu fungsi hati, menetralkan zat kimia, pestisida, dan obat.

Ada juga sayur-sayuran hijau lainnya seperti kale, Brussels sprouts, dan kembang kol yang kaya akan sulfur. Zat kimia ini terkenal dengan kemampuan detoksifikasi seperti yang dilakukan hati manusia.

3. Tanaman laut

Tanaman laut yang bermanfaat untuk fungsi hati dikenal sebagai alga. Jenis alga yang bisa Anda konsumsi misalnya nori, kombu, wakame, dan masih banyak lagi. Tanaman laut ini membantu hati dalam mencegah logam terserap oleh tubuh Anda.

4. Kacang-kacangan dan oatmeal

Makanan yang kaya serat seperti oatmeal dapat membantu mengurangi lemak pada tubuh. Ini dapat mengurangi risiko munculnya penyakit pada hati. Kacang-kacangan, yang kaya vitamin E, juga dapat melindungi liver Anda dari penyakit perlemakan hati.

5. Buah-buahan

buah penghancur batu empedu

Buah-buahan terutama stroberi, raspberry, dan cranberry mengandung antosianin dan polifenol yang telah terbukti menghambat perkembangan sel kanker hati. Selain itu, mereka juga kaya antioksidan dan bisa mengatasi masalah jerawat serta penuaan.

6. Makanan fermentasi

Makanan fermentasi seperti kimchi, acar, dan yogurt dapat menambah bakteri usus yang membantu pencernaan. Senyawa kimia yang ada pada makanan berfermentasi juga sudah dipecah sehingga mudah dicerna oleh orang dengan penyakit hati.

7. Lemak sehat

Lemak memberikan tubuh cadangan energi untuk beraktivitas, termasuk menjalankan fungsi hati. Meski begitu, tidak semua jenis lemak baik untuk tubuh Anda. Anda tetap perlu membatasi konsumsi lemak jenuh atau lemak trans pada makanan olahan.

Sebaliknya, lemak menyehatkan yang terdapat pada makanan alami seperti minyak zaitun, alpukat, biji-bijian, dan ikan berlemak dinilai lebih baik. Ini karena jenis lemak yang terkandung di dalam bahan-bahan tersebut adalah lemak tak jenuh.

8. Rempah-rempah

Konsumsi rempah-rempah adalah cara yang paling murah untuk memiliki hati yang sehat. Bahan-bahan ini membantu fungsi hati karena kaya akan zat pembuang racun alami, antiradang, antiviral, dan antibakteri.

Hati tidak hanya penting bagi sistem pencernaan, tapi juga berbagai sistem lain pada tubuh Anda. Anatomi organ ini terbagi menjadi beberapa lobus yang dipisahkan oleh jaringan ikat. Pada tiap lobus, terdapat pembuluh darah dan persarafan.

Fungsi utama hati antara lain memproduksi cairan empedu, membuang zat beracun dari dalam tubuh, dan merombak sel darah merah. Anda bisa menjaga kesehatan hati dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang baik bagi organ ini.

 

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Liver: Anatomy and Functions. (2020). Retrieved 25 November 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/liver-anatomy-and-functions

Anatomy and Function of the Liver. (2020). Retrieved 25 November 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=anatomy-and-function-of-the-liver-90-P03069

The Liver. (2020). Retrieved 25 November 2020, from https://teachmeanatomy.info/abdomen/viscera/liver/

Abdel-Misih, S. R., & Bloomston, M. (2010). Liver anatomy. The Surgical clinics of North America, 90(4), 643–653.

Kalra A, Yetiskul E, Wehrle CJ, et al. Physiology, Liver. [Updated 2020 May 24]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535438/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 20/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro